BANGKAPOS.COM - Hendrikus Rahayaan, atlet MMA dan Finansius Ulukyanan (FU) alias Finis dua pelaku pembunuhan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Maluku Tenggaram Nus Kei (Agrapinus Rumatora) d Agrapinus Rumatora alias Nus Kei ke Kota Ambon, Senin (20/4/2026).
Keduanya dipindahkan dari Maluku Tenggara karena alasan keamanan.
Hendriuks Rahyaaan dan Finis tiba di Bandara Pattimura Kota Ambon, Senin (20/4/2026).
Keduanya dikawal ketat puluhan personil gabungan TNI Polri.
Informasi dari Tribun Ambon, Wakapolres Ambon, AKBP Nur Rahman juga turun langsung mengawal keduanya.
Dengan pengawalan ketat, kedua terduga langsung di bawa ke Mapolda Maluku untuk pemeriksaan lanjutan.
Adapaun HR dan FU sembelumnya sempat ditempatkan di Mako Brimob Kompi 1 Batalyon C Pelopor begitu ditangkap polisi.
Sebelumnya, Ketua DPD Partai Golkar Maluku Utara, Agrapinus Rumatora atau yang akrab disapa Nus Kei, tewas akibat penikaman di Bandara Karel Sadsuitubun, Minggu (19/4/2026).
Insiden maut ini terjadi sesaat setelah korban mendarat dari penerbangan asal Ambon sekitar pukul 11.10 WIT.
Ketika sampai di depan pintu keluar bandara untuk menemui keluarganya, Nus Kei langsung ditikam oleh orang tidak kenal (OTK).
Pada momen tersebut, kakak Nus Kei, Antonius Rumatora langsung membanting pelaku. Namun, pelaku berujung melawan dan melarikan diri.
"Selang beberapa menit, datang seorang pria diduga pelaku memakai jaket merah dan menggunakan masker langsung menikam Saudara Almarhum Agrapinus Rumatora."
"Melihat kejadian tersebut Saudara Antonius Rumatora (kakak korban) sempat memeluk dan membanting yang diduga pelaku namun pelaku melawan dan berhasil melarikan diri," demikian rilis resmi yang diterima dari Ketua DPP Partai Golkar, Dave Laksono, Minggu (19/4/2026) melansir Tribunnews.com.
Baca juga: Usai Nus Kei Tewas, Muncul Mossad Kennedy Refra Anak John Kei Calonkan Diri, Musda Golkar Ditunda
Setelah itu, Nus Kei sempat lari ke dalam bandara tetapi terjatuh dan sempat memperoleh pertolongan dari petugas di lokasi.
Nus Kei lantas dilarikan ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun untuk penanganan medis. Nahas, korban dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.
"Pukul 11.44 WIT, Saudara Agrapinus Rumatora dinyatakan meninggal akibat pendarahan hebat serta luka pada organ vital," tuturnya.
Berdasarkan laporan yang diterima, Nus Kei menderita empat luka tusuk di bagian dada sebelah kanan dan kiri, leher bagian kiri, serta tulang belakang.
Di sisi lain, maksud dari Nus Kei berada di Kabupaten Maluku Tenggara untuk menghadiri acara partai.
"Kedatangan Agrapinus Rumatora Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara untuk mengikuti Musda Partai Golkar Maluku Tenggara yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 22 April 2026," katanya.
Baca juga: Biodata Nus Kei yang Tewas Ditikam, Paman John Kei, Pernah Diserang Keponakan Sendiri, Apa Motifnya?
Polres Maluku Tenggara kemudian menangkap Hendrikus Rahayaan sebagai satu dari 2 pelaku pembunuhan terhadap Agrapinus Rumatora alias Nus Kei.
Motif Hendirkus dan Finis adalah dendam lama.
Kapolres Maluku Tenggara, AKBP Rian Suhendi, mengungkapkan penikaman tersebut dipicu oleh dendam lama terkait peristiwa berdarah di Jakarta pada tahun 2020 silam.
"Motifnya adalah dendam. Kedua pelaku meyakini bahwa korban merupakan otak di balik pembunuhan saudara mereka, Fenansius Wadanubun alias Dani Hollat, yang tewas di dekat Apartemen Metro Galaxy Kalimalang, Bekasi, beberapa tahun lalu," jelas AKBP Rian Suhendi melansir dari berbagai sumber.
Setelah kejadian ini, pria bernama Hendrikus Rahayaan jadi sorotan karena menjadi satu dari dua pelaku pembunuhan terhadap Ketua DPD Golkar Maluku Tenggara Agrapinus Rumatora alias Nus Kei di Bandara Karel Sadsuitubun, Minggu (19/4/2026).
Nama Hendrikus jadi sorotan karena ia bukan orang biasa seperti Finansius Ulukyanan (FU) alias Finis, pelaku lainnya dalam kasus ini.
Hendrikus Rahayaan adalah atlet Mixed Martial Arts sekaligus keponakan John Kei, tokoh preman asal Maluku Tenggara di Jakarta.
Baca juga: Kabar John Kei Sekarang, Keponakan Nus Kei yang Pernah Seteru vs Hercules, Apa Masih Hidup & Bebas?
Sebagai atlet MMA, Hendrikus Rahayaan punya catatan prestasi.
Pada 2024 lalu misalnya, Ia mendapatkan perunggu dalam kick boxing di nomor Low Kick 63.5 kg Putra saat PON XXI yang digelar di Aceh dan Sumatra Utara.
Ia merupakan mahasiswa S1 Hukum Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.
Selain itu mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang itu juga berhasil meraih medali emas dalam kompetisi Super Fight Muaythai–K1–Kyokushin SLC Cup yang digelar di Fairway Nine Mall, Surabaya.
Kompetisi bergengsi tersebut diikuti oleh puluhan atlet fighting dari berbagai daerah di Indonesia, dengan mayoritas peserta berasal dari Jawa Timur.
Di tengah ketatnya persaingan, Hendrikus tampil impresif hingga melaju ke partai final dan berhasil menang poin atas lawannya dari Sasana Bhayangkara Semarang.
Keberhasilan ini juga menjadi bagian dari Program Road to Japan, yang merupakan kelanjutan dari skema reward internasional bagi atlet berprestasi.
Bahkan nama Hendrikus disebut oleh Universitas telah mengharuskan nama kampus.
Hal itu ditulis oleh akun resmi Humas UNTAG pada tahun Januari 2026 lalu.
“Hendrikus memang dikenal sebagai atlet yang konsisten mengikuti berbagai kejuaraan fighting, mulai dari muaythai, boxing, hingga kick boxing,”
“Berkat dedikasi dan disiplin tinggi, ia telah berulang kali meraih gelar juara di berbagai ajang, sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa UNTAG Semarang untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama almamater di berbagai bidang,” tulis unggahan.
Kemudian, pada tahun lalu Hendrikus Rahayaan juga menorehkan prestasi dalam Kejuaraan Muaythai Open Se-Jawa yang berlangsung di GOR Universitas Semarang, Sabtu (26/4/2025).
Dalam kelas Senior Elite 63,5 kg fighter yang dijuluki “Kei Bad Boy” itu berhasil mengalahkan petarung dari kontingen Tangerang, menegaskan dominasinya di olahraga pertarungan jarak dekat itu.
Sebagai anggota aktif Paguyuban Rambo Muaythai yang bermarkas di Semarang, Hendrikus menunjukkan dedikasi dan semangat juang tinggi. Sebelumnya, ia juga tampil apik di beberapa pertandingan dalam ajang One Pride MMA, memperkuat reputasinya sebagai fighter tangguh level nasional.
Bukan hanya itu Hendrikus juga sempat membawa pulang dua medali emas dalam ajang bergengsi Semarang Fight Night 4 “Ring of Celebration” yang digelar di Atrium Utama Tentrem Mall Semarang pada September tahun 2025 lalu.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh Olympus Fight Club (organisasi pelatihan beladiri yang berbasis di Semarang) ini mempertemukan para fighter berbakat dari berbagai daerah dan bahkan mancanegara.
Tercatat Hendrikus pernah berlaga di ajang One Pride MMA, sebuah program tarung prestisius yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi nasional.
Lebih jauh, Hendrikus Rahayaan lahir di Watran, Kota Tual, Maluku.
Dirinya juga tercatat sebagai keponakan dari John Kei mantan preman legendaris dengan julukan The Godfather Jakarta.
Pria kelahiran O6 Desember 1997 ternyata memang memiliki hobi berkelahi.
Hal ini sempat diutarakan dalam percakapan dengan Tribun Manado pada tahun 2023 silam.
Petarung dengan slogan Bad Boy From Kei itu menceritakan kegemarannya itu.
Katanya, sedari kecil dia sudah sering berkelahi dengan teman sepermainan.
Hingga sering terlibat tauran seiring bertambahnya umur.
Namun, hobi itu tentu negatif, sehingga dia pun kurang disukai keluarga lantaran kerap hobinya menghasilkan masalah.
"Awalnya itu memang suka sekali cari gara-gara, beta (Saya) itu memang berawal dijalanan dari situ terus tidak disukai oleh keluarga," katanya kepada TribunAmbon.com, Kamis (25/8/2023).
Bertumbuh dewasa, Hendrikus pun memutuskan untuk menekuni hobinya.
Dengan tekad, hobinya berbuah prestasi yang membanggakan keluarga.
"Jadi bikin saja, lebih baik kita bikin baku pukul jalanan itu jadi prestasi saja biar jadi kebanggaan keluarga, selain bisa bertahan hidup juga, kita bisa mengharumkan nama daerah," lanjutnya. .
Jalan menuju atlet profesional dimulainya dengan berlatih keras dimentoring kakeknya sendiri yang kebetulan adalah pelatih ilmu bela diri.
Tidak hanya satu, kakeknya menguasai tiga cabang ilmu bela diri, yakni; Mhuay Thai, Whu su dan Boxing.
"Kebetulan beta punya kakek itu kita di sasana dia jadi coach, di Tual sini," lanjutnya.
Basic mental by one serta latihan keras, keponakan John Kei itu akhirnya terjun di kelas bantam One Pride MMA Itu.
Dari situlah, 2 match yang menjadi awal berkarirnya berakhir mulus dengan kemenangan.
M. Ricky Syahputra berhasil ditumbangkan dengan perolehan TKO 22 detik.
Sementara Boido Simanjuntak tunduk pada ronde ke tiga.
Hendrikus pun sangat yakin mampu menjadi atlet berprestasi, dan dia punya harapan besar anak muda Maluku yang sehobi bisa bertarung di ring profesional.
"Untuk mental-mental jalanan anak Maluku itu buat saja, kita itu anak-anak yang dianggap nakal begini, kalau baru mau berjuang itu nanti dapat banyak kritikan dari orang-orang, jadu saya harap selalu bermental baja, lakukan saja apa yang harus kita lakuakan tuk terus harumkan nama daerah, tandasnya.
Baca juga: Profil Hendrikus Rahayaan Atlet MMA Pelaku Pembunuhan Nus Kei, Keponakan John Kei, Motifnya Dendam
Sekitar bulan lalu, Hendrikus Rahayaan sempat membuat postingan di akun Instagramnya.
Ia mengaku sedang bingung.
"Dikasih kerjaan 1 M ambil ginnal bintang," tulis dalam keterangan video.
Unggahan yang jadi sorotan ini menampilkan foto Hendrikus Rahayaan duduk menghadap ke pematang sawah.
Ia terlihat memakai baju hitam bertuliskan "Bakumalawang Mati".
Dalam kolom keterangan, dia menuliskan "mikir-mikir dulu". (Bangkapos.com/Tribun Bogor/Tribunnews/ Tribun Ambon)