BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN- Kecintaan pada dunia gambar sejak kecil mengantarkan Haviva Ophelia Pribadi meraih juara pertama lomba desain poster digital pada ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) SMA sederajat tingkat Kabupaten Balangan yang digelar di SMAN 1 Juai, Desa Mungkur Uyam, Kecamatan Juai, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, Senin (20/4/2026).
Siswi kelas XI SMAN 1 Paringin, tampil sebagai yang terbaik lewat karyanya bertema "Ruang Bermain Digital Aman". Sebuah pesan yang lahir dari keresahannya melihat generasi muda larut dalam dunia maya.
"Saya milih tema itu karena mengingat teknologi sekarang sangat berbahaya dan kita perlu mengedukasi atau mengajak audiens dan anak-anak generasi muda untuk berhati-hati dalam bertindak di dalam sosial media atau dunia siber," ujar Haviva saat diwawancara usai merampungkan hasil karyanya pada salah satu ruang kelas di SMAN 1 Juai.
Bagi Haviva, poster bukan sekadar karya visual, melainkan sarana penyampai pesan yang diharapkan lebih mudah dan menarik untuk dipahami.
Baca juga: Update Gempa Balangan Kalsel, BPBD Sebut Skala Kecil dan Imbau Warga Tetap Waspada
Poster yang Haviva buat selama enam jam di saat lomba, menggambarkan dua orang remaja berseragam SMA menggunakan smartphone, ditambahkan tulisan sebagai pesan di dalamnya serta seolah mengesankan kegelapan dunia maya.
Dari poster itu ungkap Haviva, tersirat pesan bahwa tidak semua harus bergantung dengan dunia maya. Kemudian penting sekali membedakan dunia di luar sana dengan dunia nyata.
Ia berharap pesan yang ia sampaikan lewat desainnya bisa terserap baik dan bermanfaat bagi anak muda yang kini sangat lekat dengan teknologi.
Sebagai remaja yang mencintai dunia gambar, Haviva termotivasi untuk turut serta sebagai peserta pada ajang FLS3N ini untuk menyiapkan masa depannya.
Haviva ingin menyusun berkas portofolio untuk mengejar jenjang selanjutnya, dan menjadi inspirasi bagi orang-orang yang berpotensi untuk generasi selanjutnya.
Menjadi seniman, ungkap Haviva, adalah mimpi yang ia rawat sejak kecil.
"Waktu saya kecil saya sangat suka corat-coret dan hal yang berbau menggambar dan visual, seperti bikin orang-orangan chibi dan sebagainya. Saya mulai menyukai dunia desain digital dimulai dari menonton atau membaca manga dan game-game yang memiliki visual menarik," ceritanya.
Ke depan, Haviva bertekad terus mengasah diri dengan melakukan evaluasi dan mendalami tema, serta mengusahakan pesan-pesan yang ia tampilkan tersampaikan dengan baik.
Tentunya, prestasi Haviva tak lepas dari dukungan penuh SMAN 1 Paringin.
Pihak sekolah memberikan ruang dan pendampingan bagi siswa yang ingin mengembangkan bakat di bidang seni dan literasi.
Dukungan itu dibuktikan dengan memfasilitasi Haviva sejak persiapan hingga pelaksanaan lomba di SMAN 1 Juai.
Kemenangan Haviva di FLS3N tingkat kabupaten ini sekaligus menjadi tiket baginya untuk melaju ke tingkat provinsi, membawa nama SMAN 1 Paringin dan Kabupaten Balangan.
Terpisah, juri lomba desain poster, Muhammad Dirga mengungkapkan, bahwa salah satu pertimbangan tingginya nilai Haviva karena karyanya tersebut memiliki keunggulan di sisi bentuk visual yakni kualitas desain, konten berupa pesan dan komunikasi yang disampaikan jelas serta sesuai kontekstual baik dari sisi etika kebaruan gagasan.
"Penilaian yang dilakukan tidak hanya berfokus pada hasil akhir. Tapi juga bagaimana proses pengerjaan yang ditunjukkan, juga menjadi aspek pertimbangan dalam penilaian juri," katanya.
Secara umum dari kacamata penjurian, terang Dirga, pihaknya melihat ada peningkatan kualitas dan perkembangan signifikan yang ditunjukkan peserta tahun ini, dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Baca juga: Adu Kemampuan Seni dan Sastra, Siswa SMA Balangan Berkompetensi pada Ajang FLS3N tingkat Kabupaten
Sebab itu, para juri pun optimistis perwakilan Balangan nantinya bisa bersaing di tingkat provinsi.
Sebagaimana diketahui, FLS3N merupakan salah satu ajang bergengsi yang nantinya akan bersaing pada tingkat nasional.
Tahun 2026 ini, FLS3N untuk SMA sederajat tingkat Kabupaten Balangan mengadakan 15 cabang lomba yang diikuti dari 10 sekolah tingkat menengah atas di Kabupaten Balangan.
(Banjarmasinpost.co.id/isti rohayanti)