Sampai Jumpa di Luwu Timur 2028, Maros Juara Umum MTQ Sulsel
Abdul Azis Alimuddin April 21, 2026 12:22 AM

TRIBUN-TIMUR.COM - Kabupaten Maros keluar sebagai juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIV Sulawesi Selatan.

Pengumuman juara dan penutupan MTQ Sulsel berlangsung di Lapangan Pallantikang, Sabtu (18/4/2026) malam.

Butta Salewangang mengunci gelar juara umum setelah mengoleksi nilai tertinggi dengan 560 poin.

Posisi kedua diraih Kota Makassar yakni 400 poin, disusul Kabupaten Pinrang di peringkat ketiga dengan 285 poin.

Sementara itu, Kabupaten Luwu Timur menempati posisi keempat dengan 191 poin, dan Kabupaten Gowa melengkapi lima besar dengan 186 poin.

Pengumuman juara umum dibacakan Ketua Tim Lomba MTQ Sulsel Wahyadi Syarifuddin pada saat penutupan kegiatan.

Penyerahan piala juara umum oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Sulsel, M Ishaq Iskandar.

Ia didampingi Kepala Kantor Kemenag Sulsel Ali Yafid dan Anggota DPRD Sulsel Andi Patarai Amir.

Piala diterima Bupati Maros Chaidir Syam yang turut didampingi Wakil Bupati Maros Muetazim Mansyur.

Chaidir Syam bersyukur atas capaian tersebut.

"Dari awal kita hanya berharap bisa menjadi tuan rumah yang sukses, tapi ternyata juga sukses dalam prestasi," ujarnya.

Ia menambahkan, pada MTQ sebelumnya Maros hanya berada di peringkat keenam.

"Insya Allah, akan ada bonus bagi para kafilah yang berhasil meraih juara," katanya.

Ketua Panitia MTQ Sulsel Muetazim Mansyur menegaskan, ajang ini bukan sekadar perlombaan, tapi juga sarana mempererat silaturahmi antar daerah.

Menurutnya, 1.044 kafilah dari 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan ikut ambil bagian dalam kegiatan ini.

"Ini menjadi momentum kebersamaan dan memperkuat ukhuwah antar daerah," jelasnya.

Kepala Kantor Kemenag Sulsel Ali Yafid, mengatakan seluruh rangkaian, mulai dari pembukaan hingga penutupan berjalan lancar.

Ia menyebut hanya satu cabang lomba sempat dipindahkan lokasi akibat kendala suhu panas di arena pertandingan.

"Dari Kecamatan Lau dipindahkan ke ruang pola Kantor Bupati Maros karena kondisi panas. Pendingin sudah disiapkan, tapi tidak maksimal karena suhu di lokasi juga tinggi," ujarnya.

Selain itu, panitia juga menyiapkan hadiah tambahan bagi para pemenang MTQ.

Juara umum mendapat dua paket umrah dari Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman.

Sementara juara kedua dan ketiga masing-masing memperoleh hadiah sepeda motor.

"Bahkan untuk juara satu, Pak Gubernur menyiapkan anggaran sekira Rp200 hingga Rp300 juta," katanya.

Terkait pelaksanaan MTQ Sulsel berikutnya, Ali Yafid menyebut sudah ada daerah yang mengajukan diri sebagai tuan rumah.

Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman.

"Saat ini yang sudah menyatakan kesiapan adalah Luwu Timur," jelasnya.

Ia menambahkan, ke depan kemungkinan akan ada penambahan cabang lomba, yakni cabang hadits.

Chaidir Syam Lepas 626 Jamaah Haji Maros

626 jamaah calon haji (JCH) Kabupaten Maros akan diberangkatkan ke Tanah Suci tahun ini.

Ratusan jamaah ini dilepas Bupati Maros Andi Syafril Chaidir Syam (49) di Lapangan Pallantikang, Sabtu (18/4/2026) malam.

"Alhamdulillah, jamaah haji kita saat ini berjumlah 626 orang. Ini peningkatan hampir 100 persen dibanding tahun lalu," ujarnya.

Dari total tersebut, satu kelompok terbang (kloter) penuh yakni Kloter 14 berisi 387 orang.

Sementara sisanya tersebar di sejumlah kloter lain, dengan total sekira 10 kloter pemberangkatan dari Maros.

"Jadi satu kloter full satu pesawat, selebihnya terbagi di beberapa kloter," katanya.

Sekretaris DPW PAN Sulsel ini menambahkan, mayoritas jamaah haji tahun ini merupakan lanjut usia atau lansia, sekira 75 persen.

Pelepasan jemaah dipusatkan di Lapangan Pallantikang dan dirangkaikan dengan penutupan MTQ XXXIV Sulsel.

Menurutnya, momen ini sengaja disatukan agar jamaah dapat menyaksikan penutupan MTQ sebelum berangkat.

"Ini juga karena waktunya sudah sangat singkat. Insya Allah, hari Senin kita akan lakukan manasik kesehatan di Gedung Serbaguna," katanya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Maros, Ahmad Ihyadin, mengatakan pihaknya telah menyiapkan mitigasi kesehatan, khususnya bagi jamaah lansia.

Data kondisi kesehatan jamaah, kata Ahmad, telah dihimpun Dinas Kesehatan dan dibagikan ke petugas kloter, terutama tenaga medis.

Untuk jadwal, jamaah Kloter 14 dijadwalkan masuk asrama pada 30 April 2026 pukul 08.00 Wita.

Mereka akan diberangkatkan ke Madinah pada 1 Mei 2026 pukul 03.50 Wita.

Adapun kloter terakhir dijadwalkan berangkat pada 20 Mei 2026 dengan sekira 13 jamaah.

Dari total 626 jamaah, 409 perempuan dan 217 laki-laki.

Selain itu, terdapat lima jamaah cadangan yang telah melunasi biaya haji dan diminta bersiap jika sewaktu-waktu dipanggil berangkat.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.