TRIBUNMANADO.CO.ID - KOTAMOBAGU - Tren Street coffee kian banyak di Kota Kotamobagu.
Konsep sederhana namun estetik ini tidak hanya menjadi tempat menikmati kopi, tetapi juga menjelma sebagai ruang sosial baru bagi generasi milenial.
Di tengah perkembangan gaya hidup urban, anak muda kini lebih memilih suasana santai dan terbuka.
Cafe pinggir jalan hadir menjawab kebutuhan tersebut tanpa sekat, tanpa formalitas, namun tetap nyaman untuk berkumpul dan berinteraksi.
Salah satu titik yang kini ramai menjadi pusat aktivitas ini berada di kawasan Kompleks Kantor Wali Kota Kotamobagu.
Saat malam tiba, area tersebut berubah menjadi ruang hidup dengan deretan lapak kopi sederhana yang dipadati pengunjung, khususnya kalangan muda.
Berbeda dengan kafe modern, kafe pinggir jalan mengandalkan konsep minimalis meja kecil, kursi plastik, dan pencahayaan sederhana.
Namun justru di situlah daya tariknya.
Harga yang terjangkau, suasana yang akrab, serta pengalaman nongkrong yang lebih hidup membuat konsep ini cepat berkembang.
Tidak sedikit pengunjung yang datang bukan hanya untuk menikmati kopi, tetapi juga untuk bersosialisasi hingga larut malam.
Menariknya, tren ini langsung mendapat perhatian dan dukungan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu.
Kehadiran kafe pinggir jalan dinilai mampu menggerakkan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi pelaku usaha mikro dan generasi muda.
Pemerintah melihat fenomena ini sebagai peluang untuk mendorong pertumbuhan sektor ekonomi kreatif, sekaligus membuka lapangan usaha baru dengan modal yang relatif kecil.
Selain itu, aktivitas ini juga berkontribusi menciptakan ruang publik yang lebih hidup dan aman, terutama di kawasan perkotaan pada malam hari.
Di Kotamobagu, kafe pinggir jalan tidak sekadar menjadi tempat ngopi, tetapi juga ruang ekspresi.
Banyak pelaku usaha menghadirkan sentuhan kreatif, mulai dari musik akustik, desain unik, hingga menu kopi kekinian yang mengikuti tren pasar.
Fenomena ini menunjukkan bahwa transformasi warkop tradisional menuju konsep yang lebih modern dan inklusif sedang berlangsung.
Semua kalangan dapat menikmati tanpa batasan, menjadikannya simbol gaya hidup baru yang lebih egaliter.
Cafe pinggir jalan kini bukan lagi sekadar alternatif, melainkan bagian dari identitas baru anak muda di Kota Kotamobagu.
Sanjung salah seorang warga Bolsel mengaku nyaman nongkrong di street coffe Kotamobagu.
"Suasananya keren, ada live musiknya juga. Pokoknya nyaman sekali," kata dia, Senin 20 April 2026.
Ia mengaku hampir semua daerah di Sulawesi Utara (Sulut), sudah menerapkan konsep street coffe.
"Di Bolsel juga ada. Ini memang tren yang sedang naik daun," ungkapnya.
"Street coffe ini harus didukung karena memberi ruang anak muda dan menghidupi UMKM," tegasnya.
Dengan dukungan pemerintah dan antusiasme masyarakat, tren ini diprediksi akan terus berkembang dan menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal ke depan. (Nie)
Baca juga: Wabup Bolsel Minta Akses Permodalan UMKM Dipermudah saat Ikut Sosialisasi POJK Nomor 19 Tahun 2025