Palembang (ANTARA) - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) mengecek kesiapan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) di Kota Palembang, Sumatera Selatan.

Director of Investment pada Danantara Investment Management, ⁠Fadli Rahman usai meninjau proyek PSEL Palembang di Keramasan, Kertapati, Palembang, Senin, mengatakan peninjauan proyek tersebut berdasarkan arahan langsung dari Presiden Prabowo, untuk menangani permasalahan sampah.

Ia menambahkan peninjauan itu juga sebagai langkah gerak cepat Danantara untuk mengimplementasikan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 tentang penanganan sampah perkotaan melalui pengolahan sampah menjadi energi terbarukan berbasis teknologi ramah lingkungan.

"Kota Palembang dinilai siap untuk pengendalian penanganan sampah, melalui proyek PSEL," katanya.

Ia menambahkan sejauh ini pembangunan proyek PSEL Palembang dinilai sangat baik, sehingga ia berharap hal tersebut dapat menjadi solusi penanganan sampah yang berkelanjutan dan berdampak besar bagi kebersihan lingkungan dan perekonomian masyarakat.

Sementara dalam peninjauan tersebut, ia didampingi langsung oleh Wali Kota Palembang Ratu Dewa.

Dalam kesempatan yang sama Ratu Dewa mengatakan progres pembangunan proyek PSEL Palembang hingga Maret 2026 sudah berjalan 81,94 persen.

Ia menyebutkan PSEL Palembang ditargetkan beroperasi pada Oktober 2026.

Menurutnya melalui proyek tersebut dapat menangani 1.000 ton sampah per hari.

Ia mendorong proyek tersebut mengedepankan kearifan lokal, kemudian mampu menyediakan lowongan pekerjaan yang sebanyak-banyaknya.

Selain itu, juga menjadi pusat edukasi siswa para generasi terkait penanganan sampah dan mampu membina para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) sehingga berdampak pada perekonomian.

"Kita harapkan, berjalan lancar sehingga menjadi proyek percontohan nasional," katanya.