Akhirnya Pertamina Respon Soal Semua Kru Kapal Gamsunoro dari India, Begini Nasibnya di Selat Hormuz
khairunnisa April 20, 2026 09:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Akhirnya pihak Pertamina menanggapi viralnya Kapal Pertamina bernama Gamsunoro yang terjebak di Selat Hormuz dikabarkan tak ada kru orang Indonesia.

Kabar tersebut jadi sorotan setelah seorang Pelaut asal Indonesia bernama Adrian Umar memviralkannya di media sosial.

Adrian yang juga sedang terjebak di Selat Hormuz membagikan momen saat bertemu dengan Kapal Pertamina Gamsunoro.

Dalam konten video yang ia rekam, Adrian tampak kaget saat mengetahui sebuah fakta.

Bahwa semua kru di Kapal Gamsunoro milik Pertamina itu semuanya dari India tak ada orang Indonesia atau WNI.

Gara-gara hal tersebut, netizen pun ramai menggeruduk akun Instagram Pertamina.

Netizen bertanya-tanya ke akun Pertamina soal alasan kenapa tidak ada WNI yang dipekerjakan di kapal milik Indonesia.

Menjawab pertanyaan dari netizen yang jumlahnya ratusan, akun Pertamina pun memberikan penjelasan.

"Kok bisa kru kapal gamsunoro orang prindavan semua?" tanya netizen.

KAPAL PERTAMINA DI SELAT HORMUZ: Pihak Pertamina akhirnya respon soal viral semua kru Kapal Gamsunoro adalah orang India. Begini nasib kapal tersebut di Selat Hormuz.
KAPAL PERTAMINA DI SELAT HORMUZ: Pihak Pertamina akhirnya respon soal viral semua kru Kapal Gamsunoro adalah orang India. Begini nasib kapal tersebut di Selat Hormuz. (kolase Instagram)

Diungkap akun Pertamina, Kapal Gamsunoro adalah kapal yang disewa oleh pihak asing.

Maka dari itu, kebijakan soal ABK yang dipekerjakan pun tergantung pihak penyewa.

"Kapal Gamsunoro merupakan armada PIS @pertaminainternationalshipping yang melayani pasar internasional. Dalam operasional global, kerja sama dengan pihak penyewa dan ship manager adalah praktik umum. Seluruh operasional tetap mengikuti regulasi internasional.

MT Gamsunoro melayani pasar internasional, di Kawasan Asia, Eropa, Amerika, dan Afrika. Saat ini kapal tersebut disewa oleh pihak ketiga yang mempekerjakan ABK sesuai dengan regulasi internasional dan standar operasional yang ketat yaa," tulis akun Pertamina, dilansir TribunnewsBogor.com pada Senin (20/4/2026).

Sebelumnya, Adrian sempat membagikan video percakapannya saat menghubungi kru Kapal Gamsunoro.

Terlihat di kontennya, Adrian merekam momen saat kapalnya berhadap-hadapan dengan kapal Gamsunoro pada Sabtu (18/6/2026) kemarin.

Alangkah terkejutnya Adrian usai berbincanga dengan kru kapal asal Indonesia itu.

Sebab ternyata di kapal Pertamina itu tidak ada satupun kru orang Indonesia alias WNI.

"Dari mana kalian, dari India atau Indonesia?" tanya Adrian dengan bahasa Inggris.

"Kru India, pemiliknya orang Indonesia tapi krunya India," kata kru kapal Gamsunoro.

"Oh jadi semua krunya dari India ya? tidak ada orang Indonesia di sana?" tanya Adrian lagi.

"Negatif, tidak ada orang Indonesia, semuanya India," akui kru kapal.

Usai berbincang dengan kru kapal Gamsunoro, Adrian mengaku syok dengan ceritanya.

Hal itu karena di awal, Adrian berekspektasi bakal bisa berbincang dengan sesama WNI setelah sama-sama terjebak di Selat Hormuz.

"Itu salah satu percakapan gue dengan kru kapal tanker Gamsunoro, syok, gue juga syok karena gue berharap itu ada orang Indonesia di sana. Netizen pun bertanya bang gimana keadaan di sana, baik-baik aja. Gue semangat di awal, gue hubungi, ternyata (tidak ada WNI)," ungkap Adrian Umar.

"Enggak ada gue edit, (videonya) enggak gue lanjutin karena takutnya kalian sakit hati karena nadanya lumayan mengejek kayak 'lu perusahaan Indonesia tapi krunya full India," kata Adrian.

Atas hal tersebut, Adrian sebagai Pelaut WNI mengaku kecewa.

Atas temuannya itu, Adrian tampak kecewa.

Ia bingung kenapa di kapal Pertamina itu sama sekali tidak ada WNI.

"Sebagai putra bangsa pasti kecewa, karena kalau enggak ada pelaut Indonesia, oke fine artinya enggak ada yang sanggup bawa kapal itu. Tapi Indonesia itu memiliki 1,4 juta pelaut, kita itu ada di urutan ketiga di dunia untuk non perwira," ujar Adrian.

"Perusahaan BUMN milik negara, pajak dari negara dan lain-lain tapi lu ngasih makan negara luar. Okelah fine kalau mix crew. Masalahnya satupun enggak ada (WNI), itu berdasarkan keterangan dari kru yang tadi gue ajak ngobrol. Inilah alasan kenapa anak bangsa pada cabut, mencari rezekinya di luar negeri. Karena negara pun bahkan tidak menghargai skill mereka," sambungnya.

Baca juga: Selat Hormuz Kembali Ditutup Iran, Pemicunya AS Dituding Langgar Kesepakatan Negosiasi

Nasibnya di Selat Hormuz

Untuk diketahui, saat ini ada dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang masih tak bisa melewati Selat Hormuz.

Yakni Kapal Pertamina Pride dan Kapal Gamsunoro.

Kedua kapal Pertamina tersebut masih tertahan di Teluk Persia.

Kapal asal Indonesia itu masih terjebak imbas konflik Iran dan Amerika Serikat.

Sebelumnya, Selat Hormuz sempat dibuka selama beberapa jam untuk pelayaran kapal asing pada Jumat (17/4/2026).

Namun pada Sabtu (18/4/2026), Selat Hormuz kembali ditutup oleh Iran.

Dilansir dari Kompas.com, Pemerintah bersama Pertamina kabarnya masih melakukan negosiasi dengan Iran terkait dengan konflik di Timur Tengah tersebut.

Pelaksana Tugas Corporate Secretary Pertamina International Shipping Vega Pita menyebut bahwa Pertamina sedianya telah menyiapkan perencanaan pelayaran untuk menjamin keamanan. 

"Strategi yang disiapkan meliputi penyusunan rute, identifikasi risiko, navigasi elektronik, serta penyiapan rencana kontijensi," kata Vega Pita. 

Karenanya perusahaan juga menjalin koordinasi dengan berbagai instansi. 

Komunikasi tersebut dilakukan dengan Kementerian Luar Negeri untuk mendukung jalur diplomasi dengan otoritas setempat dan juga memenuhi prosedur perizinan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.