4 Fakta Siswa SMP di Sumedang Pamit Putus Sekolah Demi Kerja, Viral hingga KDM Ramai Di-Mention
Bobby Wiratama April 20, 2026 10:38 PM

 

TRIBUNNEWS.COM, SUMEDANG - Dunia pendidikan Indonesia masih dibayangi oleh fenomena anak putus sekolah yang tak kunjung usai.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam Statistik Pendidikan 2025, angka putus sekolah di jenjang SMP tercatat sebesar 0,54 persen untuk tahun ajaran 2024/2025.

Kondisi lebih memprihatinkan terlihat di tingkat SMA sederajat yang menjadi penyumbang angka tertinggi, yakni mencapai 0,86 persen.

Secara kumulatif, Kemendikdasmen mencatat sekitar 3,9 juta anak Indonesia tidak bersekolah pada 2025, di mana himpitan ekonomi keluarga masih menjadi duri utama di balik banyaknya kasus ini.

Di Jawa Barat sendiri, provinsi ini tercatat sebagai penyumbang terbesar anak tidak sekolah di Indonesia.

Tercatat, lebih dari 600 ribu anak di Jawa Barat masuk dalam kategori anak tidak sekolah termasuk ribuan kasus putus sekolah (drop out) yang sering kali dipicu oleh kebutuhan ekonomi keluarga. 

Kasus seperti ini semakin menyadarkan masyarakat bahwa akses pendidikan yang merata masih menjadi tantangan serius di berbagai daerah.

Potret nyata susahnya akses pendidikan di Indonesia ini pun terekam dalam video viral yang menyayat hati tentang perpisahan seorang siswa SMP di Sumedang.

Bukan karena kehilangan minat belajar, siswa tersebut terpaksa menanggalkan seragamnya demi menjadi tulang punggung keluarga.

Momen mengharukan ini mendadak ramai di media sosial setelah diunggah oleh akun TikTok @8imazing pada Senin (20/6/2026)

Berikut adalah fakta-fakta di balik sosok Ikhsan, siswa SMPN 1 Tanjungsari yang harus berjuang di jalanan:

1. Kejadian Berlangsung di SMPN 1 Tanjungsari

Dalam rekaman video tersebut, suasana kelas VIII I/8i SMPN 1 Tanjungsari tampak diselimuti kesedihan.

Ikhsan, yang saat itu mengenakan hoodie berwarna abu-abu, berdiri di depan rekan-rekan sejawatnya.

Satu per satu teman sekelasnya maju untuk menyalami Ikhsan sebagai tanda perpisahan.

Meski berusaha tegar, Ikhsan tak kuasa membendung air mata.

Ia sempat menunduk dan menyeka tangisnya di tengah kerumunan teman-temannya yang terus memberikan dukungan moral.

2. Berjualan di Alun-alun Tanjungsari

Alasan di balik keputusan pahit Ikhsan pun terungkap. Demi meringankan beban orang tuanya, Ikhsan kini beralih profesi menjadi pedagang.

Berdasarkan keterangan teman-temannya, Ikhsan kini sehari-hari berjualan di kawasan Alun-alun Tanjungsari, tepatnya di depan Kantor Damkar Sumedang.

Sosoknya dikenal sebagai pribadi yang rajin, sehingga keputusan orang tuanya untuk memberhentikan sekolah Ikhsan membuat teman-temannya sangat terpukul.

3. Warganet Mengadu ke Dedi Mulyadi dan Bupati Sumedang

Solidaritas tanpa batas ditunjukkan oleh teman-teman sekelas Ikhsan.

Melalui unggahan video tersebut, mereka sengaja menandai akun tokoh publik seperti Dedi Mulyadi hingga Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir.

"Kami harap bapak bisa membantu memviralkan jualannya agar laku dan laris," tulis mereka dalam unggahan tersebut dengan harapan ada uluran tangan dari pihak berwenang agar Ikhsan bisa kembali mengenyam pendidikan.

4. Pesan Menyentuh Hati dari Teman Sekelas

Tak hanya sekadar video, rekan-rekan Ikhsan juga menuliskan pesan perpisahan yang sangat dewasa dan penuh doa.

Mereka meyakini bahwa perjuangan Ikhsan saat ini adalah tangga menuju kesuksesan di masa depan.

"Jangan pernah merasa rendah diri atau merasa gagal ya, karena kamu sudah melakukan yang terbaik. Kita mungkin sudah tidak satu sekolah, tapi kita akan selalu jadi sahabat," tulis salah satu kutipan dalam pesan tersebut.

Banyak yang merasa terenyuh melihat kegigihan Ikhsan dan berharap pemerintah daerah segera turun tangan.

Banyak pula netizen yang menandai akun-akun pejabat publik agar nasib Ikhsan yang harus putus sekolah demi ekonomi keluarga ini mendapat perhatian serius.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.