Percepat Tekan Stunting, 13 Dapur Makan Bergizi Gratis Kini Beroperasi di Nunukan
Budi Susilo April 21, 2026 12:19 AM

TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN – Bupati Nunukan, Irwan Sabri, meresmikan operasional Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Selisun 2 di Jalan Lingkar Pulau Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, Senin (20/4/2026). 

Peresmian ini menandai distribusi perdana asupan bergizi bagi ratusan siswa di wilayah Nunukan Selatan.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Wali Kota Tarakan sekaligus Pembina Yayasan Aztrada Garuda Jaya Ibnu Saud, Kepala BGN Kaltara Aji Sunjaya, serta jajaran Forkopimda Nunukan, termasuk Dandim 0911/NNK, Danlanal, dan Kapolres Nunukan.

Dapur MBG Selisun 2 kali ini menyasar anak-anak dari tiga PAUD (Aisyiyah, Al-Farizi, Anggrek SKB) serta siswa SMAN 1 Nunukan Selatan.

Baca juga: Penyaluran Makan Bergizi Gratis di Kaltim Sudah Sasar 14 Ribu Ibu Hamil hingga Balita

Dengan tambahan fasilitas ini, total sudah ada 13 unit dapur MBG yang aktif di Kabupaten Nunukan dengan jangkauan manfaat bagi 27.931 jiwa.

Fokus Gizi dan Ekonomi Lokal Pembina Yayasan Aztrada Garuda Jaya, Ibnu Saud, menegaskan bahwa program ini adalah langkah strategis menekan angka stunting. Sasarannya mencakup pelajar, balita, hingga ibu hamil dan menyusui.

Dengan asupan gizi yang baik, siswa diharapkan lebih fokus belajar dan berprestasi.

Namun, poin penting lainnya adalah pemberdayaan ekonomi.

"Kami memprioritaskan bahan pangan lokal dari petani dan nelayan, bukan makanan kalengan,” tegas Ibnu Saud.

Ketua SPPG Selisun 2, Indra Zuhal Nur Rizal Eris, menambahkan bahwa pihaknya menargetkan peningkatan kapasitas hingga 3.000 porsi ke depan, yang terdiri dari 2.500 porsi untuk anak sekolah dan 500 porsi bagi kelompok rentan gizi lainnya.

Baca juga: Makan Bergizi Gratis di Paser Tetap Berjalan selama Ramadhan, Penyaluran Dalam Bentuk Makanan Kering

Investasi Jangka Panjang Perbatasan Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri, menyebut program ini sebagai investasi besar bagi kualitas generasi muda di wilayah perbatasan Kalimantan Utara.

Ia menekankan bahwa dampak MBG sangat luas, mulai dari kesehatan hingga pembukaan lapangan kerja baru.

Meski begitu, Bupati memberikan catatan tegas mengenai standar operasional.

“Standar kebersihan dapur, kualitas makanan, dan lingkungan harus dijaga ketat. Ini menyangkut kesehatan anak-anak kita,” ujar Irwan Sabri.

Ia juga mendorong agar layanan ini segera diperluas jangkauannya hingga ke wilayah pelosok dan perbatasan yang sulit dijangkau, demi memastikan pemerataan pemenuhan gizi dan penguatan sumber daya manusia di Kabupaten Nunukan.

(TribunKaltara.com/Fatimah Majid)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.