Bukan Emosi, Jubir Sebut JK Cuma Ingatkan Jasanya di Karier Politik Jokowi: Orang Bugis Emang Begitu
Endra Kurniawan April 20, 2026 11:35 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Juru Bicara (Jubir) Jusuf Kalla atau JK, Husain Abdullah, mengatakan bahwa JK tidak marah atau emosi ketika menyampaikan bahwa dia berjasa dalam karier politik eks Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi).

JK sendiri diketahui pernah menjadi Wakil Presiden (Wapres) yang mendampingi Jokowi pada periode pertama, yakni 2014-2019.

Sebelumnya, JK mengklaim bahwa tanpa jasa darinya, Jokowi tidak mungkin diusung oleh PDIP menjadi calon gubernur (cagub) dalam Pilkada DKI Jakarta 2012 serta calon presiden (capres) saat Pilpres 2014.

Bahkan, JK juga menyinggung peran Termul atau Ternak Mulyono yang biasanya ditujukan bagi para pendukung Jokowi.

Gaya bicara JK ketika menyampaikan hal tersebut pun dinilai sangat emosional, tetapi hal itu dibantah oleh Husain.

Menurut Husain, memang seperti itulah karakter JK, ditambah lagi JK juga berasal dari garis keturunan Bugis.

JK diketahui lahir di Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan pada tanggal 15 Mei 1942 sebagai anak ke-2 dari 17 bersaudara dari pasangan Haji Kalla dan Athirah, pengusaha dari keturunan Bugis yang memiliki bendera usaha Kalla Group.

"Saya kira emosi tidak juga ya, karena tiap-tiap orang kan beda karakter, apalagi Pak JK ini orang Bugis, tentu punya karakter sendiri dalam merespons setiap masalah yang kira-kira mengganggu apa yang menjadi kebiasaannya atau sikapnya selama ini," papar Husain, Senin (20/4/2026), dikutip dari YouTube Kompas TV.

Husain mengatakan bahwa JK hanya berusaha menegaskan apa yang sebenarnya dia yakini selama ini

"Jadi tidak emosional juga sebenarnya, karakter orang Bugis ya seperti itu, tidak marah juga, biasa aja saya rasa," ucapnya.

Sementara itu, Jokowi sendiri menanggapi pernyataan JK itu dengan santai dan mengatakan bahwa dirinya memang bukan sosok istimewa serta berasal dari latar belakang sederhana.

Baca juga: Kisah Jusuf Kalla: Diminta Megawati Dampingi Jokowi dan Hampir Jadi Cawapres Megawati

“Ya saya ini bukan siapa-siapa. Saya orang kampung,” ungkap Jokowi saat ditemui di kediamannya di Sumber, Banjarsari, Solo, Senin, dikutip dari TribunSolo.com.

Pernyataan JK

Dalam konferensi pers terkait klarifikasi potongan video ceramahnya saat menjadi pembicara di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (18/4/2026), JK menyampaikan bahwa peran besarnya terhadap kerier politik Jokowi. 

Bahkan, JK juga membandingkan perannya dan peran para termul dalam mengusung Jokowi dalam Pilgub dan Pilpres.

Dalam kontestasi Pilgub DKI Jakarta 2012, kata JK, awalnya Megawati menolak untuk mengusung Jokowi sebagai cagub.

Kemudian JK mengklaim bahwa dirinya membawa Jokowi ke Megawati dan mempromosikannya dengan representasi sebagai sosok 'orang baik'. 

"Siapa yang bawa Jokowi ke Jakarta? Saya yang bawa ke Jakarta dari Solo untuk jadi Gubernur. Saya bawa. Saya ke Ibu Mega, 'Ibu ini ada calon baik orang PDIP'. (Megawati menjawab) 'Ah jangan'. Saya datang lagi, akhirnya beliau setuju jadilah Gubernur," ucap JK.

Kala itu, JK menyebut Jokowi berterima kasih kepadanya karena telah membuat dia menang Pilgub DKI Jakarta 2012. 

Lewat pernyataannya itulah, JK mengklaim bahwa tanpa jasanya, Jokowi tidak mungkin bisa maju menjadi capres pada Pilpres 2014 dan berujung menang.

"Kasih tahu semua itu termul-termul itu, Jokowi jadi Presiden karena saya, kan tanpa Gubernur mana bisa jadi Presiden?" tegas JK dengan suara lantang. 

Bahkan, saat itu JK juga menyebut Megawati sempat enggan untuk mengusung Jokowi menjadi capres dalam Pilpres 2014, jika bukan dirinya yang menjadi cawapres. 

"2 tahun dia gubernur (DKI Jakarta), oke silakan, saya tidak campur, saya tidak pernah datang waktu Gubernur. Tiba-tiba jadi Presiden, saya bilanglah, eh belum cukup pengalaman, jangan, nanti rusak negeri ini."

"Ah tapi Ibu Mega kasih tahu saya, dia tidak mau teken kalau saya tidak wakilnya (cawapres pada Pilpres 2014)," ucap JK. 

Baca juga: Ade Armando dan Permadi Arya Dilaporkan ke Polda Metro Jaya soal Dugaan Penghasutan Ceramah JK

Alasan Megawati mau untuk memasangkan Jokowi dengan JK karena JK dianggap cukup berpengalaman. Sehingga, Megawati ingin agar JK membimbing Jokowi. 

Namun, kala itu JK mengaku sempat bimbang karena berencana untuk pulang ke kampung halamannya di Makassar. Namun, akhirnya dia mau untuk menuruti permintaan Megawati.

"Aduh saya mau pulang kampung waktu itu mau pulang ke Makassar, Ibu Mega bilang jangan, 'Pak Yusuf dampingi. Saya tidak mau teken kalau bukan Pak Yusuf' Ya bukan saya minta, bukan."

"Ibu Mega yang minta sama saya agar dampingi karena beliau (Jokowi) tidak berpengalaman. Mengerti? Jadi jangan coba. Minta maaf ya, kasih tahu semua itu buzzer-buzzer itu. Dia tidak jadi Gubernur kalau bukan saya," tegas JK.

Sementara itu, politisi PDIP, Guntur Romli mengaku bahwa PDIP sudah tidak ingin dikaitkan lagi dengan Jokowi, sejak eks presiden itu dipecat sebagai kader pada 16 Desember 2024 lalu karena keluarga Jokowi karena mendukung Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024, di saat PDIP mengusung Ganjar Pranowo.

Adapun, pemecatan juga dilakukan terhadap putra sulung Jokowi sekaligus Wakil Presiden RI saat ini, Gibran Rakabuming Raka, serta menantunya yang juga Gubernur Sumatra Utara (Sumut), Bobby Nasution.

Namun, Guntur mengatakan bahwa pernyataan JK bisa diartikan sebagai wujud kekecewaan eks wapres tersebut karena merasa dikhianati oleh Jokowi.

"Kesan dari pernyataan Pak JK, Jokowi itu memang berkhianat dan melukai pada orang-orang yang berjasa besar padanya," bebernya.

(Tribunnews.com/Rifqah) (TribunSolo.com/Ahmad Syaifudin)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.