TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Pelatih kepala Sriwijaya FC, Iwan Setiawan, akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada publik pendukung PSMS Medan usai laga lanjutan Pegadaian Championship musim 2025/2026 di Stadion Utama Sumatera Utara, Minggu (19/4) malam.
Permintaan maaf tersebut buntut dari gestur kontroversial yang ia lakukan pada sesi konferensi pers jelang pertandingan, Sabtu (18/4). Saat itu, pelatih berusia 67 tahun tersebut memberikan isyarat jempol ke bawah yang ditujukan kepada PSMS Medan, sembari melontarkan pernyataan bahwa tim Ayam Kinantan akan takluk dari Sriwijaya FC.
Aksi tersebut langsung memantik reaksi keras dari suporter PSMS Medan. Terlebih, sosok Iwan Setiawan bukanlah figur asing bagi publik Kota Medan, mengingat ia pernah menukangi PSMS pada musim Liga 2 2017/2018 dan sukses membawa tim promosi ke kasta tertinggi.
Ketegangan pun terasa sepanjang pertandingan berlangsung. Dari tribun Stadion Utama Sumatera Utara, suporter PSMS Medan terus melantunkan chant bernada protes yang ditujukan kepada Iwan Setiawan. Nyanyian tersebut menggema hampir sepanjang laga sebagai bentuk kekecewaan terhadap sikap sang pelatih.
Situasi semakin memanas usai pertandingan berakhir. Iwan Setiawan sempat mencoba mendatangi tribun selatan dengan maksud menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada suporter. Namun, upaya tersebut justru mendapat penolakan keras.
Suporter yang berada di tribun selatan, yang dikomandoi Lawren Simorangkir, menolak kehadiran Iwan. Bahkan, pelatih kelahiran Medan, 5 Juli 1958 itu sempat diteriaki hingga mendapat lemparan botol air mineral dari arah tribun.
Meski demikian, Iwan tetap menunjukkan itikad baik dengan kembali menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dalam sesi konferensi pers usai pertandingan. “Saya juga menyampaikan permohonan maaf. Seperti yang teman-teman lihat, saya sudah mendatangi suporter ultras PSMS Medan. Saya mohon maaf kalau kemarin ada bahasa-bahasa yang kurang berkenan,” ujar Iwan.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas jalannya pertandingan sekaligus mengucapkan selamat kepada PSMS Medan yang berhasil meraih kemenangan. “Sekali lagi terima kasih, dan selamat untuk PSMS Medan atas kemenangannya,” tutupnya.
Baca juga: Risdo Amin Saragih, Pemain Batubara United : Debut Pertama Liga 4 Berbuah Top Skor
Pada laga ini, Sriwijaya FC harus pulang tangan kosong usai tunduk dari tuan rumah PSMS Medan dengan skor 0-1. Iwan tetap memberikan apresiasi terhadap jalannya pertandingan meski timnya harus pulang tanpa poin. “Selamat untuk PSMS Medan atas kemenangan ini. Pertandingan cukup menarik, kedua tim punya karakter yang sama militan, disiplin, dan tidak mau kalah,” ujarnya.
Namun, ia menyayangkan kegagalan timnya dalam memanfaatkan keunggulan jumlah pemain di babak kedua. Menurut Iwan Setiawan, situasi tersebut seharusnya menjadi peluang emas untuk menekan dan membalikkan keadaan.
Sayangnya, momentum itu tidak mampu dimaksimalkan, bahkan justru berbalik menjadi kerugian setelah timnya ikut kehilangan satu pemain dan harus “Ketika kami unggul jumlah pemain, justru kami juga kehilangan pemain karena kartu merah. Itu jadi evaluasi. Kalau situasinya tetap 11 lawan 10, mungkin hasilnya bisa berbeda. Tapi inilah sepak bola, saya tetap respect dengan pertandingan malam ini,” pungkasnya. (cr29/Tribun-Medan.com)