BOLASPORT.COM - Luis Figo, legenda Real Madrid yang dianggap pengkhianat oleh penggemar Barcelona, memberi peringatan kepada El Real yang berpotensi kembali puasa gelar mayor pada musim ini.
Musim 2024-2025 kemarin, Real Madrid berhasil mengamankan trofi Piala Super Eropa dan Piala Interkontinental.
Namun, pencapaian tersebut belum mampu memuaskan ekspektasi tinggi publik Santiago Bernabeu.
Pasalnya, Los Blancos gagal total dalam perburuan tiga gelar utama, yakni La Liga, Copa del Rey, dan Liga Champions.
Kegagalan tersebut terasa kian menyakitkan karena mereka harus merelakan dominasi domestik kepada Barcelona dan disingkirkan oleh Arsenal di kancah Eropa.
Memasuki musim 2025-2026, harapan untuk bangkit justru dibayangi oleh ancaman kegagalan yang serupa.
Langkah Madrid di Copa del Rey terhenti secara mengejutkan di babak 16 besar setelah ditumbangkan oleh tim divisi kedua, Albacete.
Sementara itu, ambisi mereka untuk menjuarai Liga Champions kandas di tangan Bayern Muenchen pada babak perempat final.
Kini, satu-satunya gelar tersisa bagi skuad asuhan Alvaro Arbeloa hanyalah kompetisi Liga Spanyol.
Namun, jalan menuju takhta juara LaLiga pun terjal karena Madrid masih tertahan di posisi yang tidak menguntungkan dengan selisih sembilan poin dari Barcelona selaku pemuncak klasemen hingga pekan ke-31.
Kondisi ini memperbesar risiko El Real untuk kembali puasa gelar mayor selama dua musim berturut-turut.
Situasi krisis ini memicu kritik keras dari sang legenda, Luis Figo, yang menegaskan bahwa tren negatif ini sangat memprihatinkan.
Mantan bintang era Galacticos tersebut menuntut tim untuk segera melakukan perubahan besar karena kondisi seperti ini dianggap tidak layak bagi klub sebesar Real Madrid.
Menurutnya, kemenangan adalah segalanya di Rea Madrid.
"Orang-orang selalu mencari seseorang untuk disalahkan, tetapi saya tidak berada di ruang ganti," ucap Figo, dikutip BolaSport.com dari Sportskeeda.
"Sebagai salah satu tim terbaik di dunia, jika Anda tidak memenangkan gelar dalam dua tahun, alarm akan berbunyi."
"Begitulah Madrid, mereka terbiasa menang."
"Tetapi Anda tidak selalu bisa menang dalam sepak bola."
"Itu akan sangat monoton, dan ada tim-tim besar lain dengan aspirasi tinggi."
"Tetapi di Madrid, kebisingan selalu lebih keras."
"Para pemain harus selalu berusaha untuk menang."
"Sementara kalah adalah hal yang buruk," tutur pria asal Portugal itu menambahkan.