TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - PSMS Medan akhirnya bernapas lega setelah memastikan diri bertahan di kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/2026. Kepastian itu didapat usai kemenangan tipis 1-0 atas Sriwijaya FC di Stadion Utama Sumatera Utara, Minggu (19/4).
Hasil tersebut tak hanya mengakhiri tren negatif tim berjuluk Ayam Kinantan, tetapi juga menjadi titik balik penting dalam perjalanan mereka musim ini. Sebelumnya, PSMS harus melalui lima pertandingan tanpa kemenangan dengan catatan dua hasil imbang dan tiga kekalahan.
Kemenangan atas Sriwijaya FC sekaligus mengamankan posisi PSMS dari ancaman zona play off degradasi. Kini, tim asuhan Eko Purdjianto itu menempati peringkat ketujuh klasemen sementara Grup A dengan koleksi 34 poin, hasil dari sembilan kemenangan, tujuh imbang, dan sembilan kekalahan.
Secara matematis, posisi tersebut sudah tak mungkin lagi dikejar oleh pesaing terdekat di papan bawah, Persekat Tegal yang berada di peringkat kesembilan dengan 26 poin. Meski kompetisi masih menyisakan dua laga, tambahan maksimal enam poin bagi Persekat tetap belum cukup untuk melampaui raihan PSMS.
Sementara itu, persaingan di papan atas klasemen Grup A masih berlangsung ketat. Adhyaksa FC Banten kokoh di puncak dengan 47 poin, dibayangi Garudayaksa dengan 46 poin. Di bawahnya, FC Bekasi City mengoleksi 41 poin, disusul Sumsel United (39 poin), Persiraja Banda Aceh (38 poin), dan PSPS Pekanbaru (34 poin). Sementara itu, Persikad Depok berada di peringkat kedelapan dengan 31 poin, dan Sriwijaya FC harus puas menjadi juru kunci dengan dua poin.
Pelatih kepala PSMS Medan, Eko Purdjianto, mengungkapkan rasa syukurnya atas keberhasilan tim keluar dari ancaman degradasi. Namun, ia menegaskan perjuangan belum berakhir karena masih ada dua pertandingan tersisa yang harus dimaksimalkan.
PSMS Meran dijadwalkan akan tampil di kandang menghadapi Adhyaksa FC Banten pada Sabtu (25/4). Setelah itu, Ayam Kinantan akan melakoni laga tandang menghadapi Persiraja Banda Aceh pada 2 Mei 2026 di Stadion H. Dimurthala, Banda Aceh.
“Yang pertama kita bersyukur bisa lolos dari play off degradasi. Tapi kita masih punya dua pertandingan lagi dan harus tetap fokus. Kita tidak boleh lengah, apalagi jika bermain di kandang. Target kita tentu meraih poin penuh untuk memperbaiki posisi di klasemen,” ujar Eko kepada Tribun Medan melalui seluler, Senin (20/4).
Ia juga menyoroti laga berikutnya melawan Persiraja yang dinilai sarat gengsi. Bagi Eko, laga ini menjadi kesempatan untuk melanjutkan tren positif.
Eko berharap anak asuhnya mampu mengulang kemenangan seperti pertemuan sebelumnya. Di mana Kim Jeung Ho dan kawan-kawan sukses menyapu bersih dua pertemuan sebelumnya, masing-masing dengan kemenangan 1-0 saat bermain di kandang sendiri serta 2-1 ketika bertandang ke markas Persiraja Banda Aceh.
“Untuk menghadapi Persiraja, kita akan menurunkan kekuatan terbaik. Kita pernah mengalahkan mereka, jadi tren positif itu harus dijaga agar akhir kompetisi bisa ditutup dengan hasil yang baik,” katanya.
Lebih lanjut, Eko menegaskan bahwa motivasi para pemain tetap tinggi meski telah terbebas dari ancaman degradasi. Selain demi tim, performa di sisa laga juga menjadi ajang pembuktian bagi masa depan karier mereka. “Pemain pasti ingin tampil maksimal. Ini juga menyangkut harga jual mereka ke depan, baik untuk bertahan di PSMS maupun peluang ke klub lain, bahkan ke Liga 1. Semua tergantung bagaimana mereka menunjukkan performa terbaiknya,” pungkasnya.
Baca juga: PSMS Medan U-19 Kembali Gagal, Ditahan PSIS dan Posisi di Dasar Klasemen Grup C EPA Championship
Peringkat Tujuh
PELATIH PSMS, Eko Purdjianto mengatakan, selain memutus tren negatif tanpa kemenangan dalam lima pertandingan terakhir, tiga poin ini juga memastikan PSMS Medan terbebas dari ancaman play-off degradasi. Tambahan poin penuh membuat PSMS kini naik ke peringkat ketujuh klasemen sementara Grup A dengan koleksi 34 poin, hasil dari sembilan kemenangan, tujuh hasil imbang, dan sembilan kekalahan. Posisi tersebut sudah cukup aman, mengingat pesaing terdekat di zona bawah, Persekat Tegal, baru mengoleksi 26 poin di peringkat kesembilan.
Di atas lapangan, kemenangan PSMS ditentukan oleh gol cepat Felipe Cadenazzi pada menit keempat. Meski hanya satu gol, laga berjalan penuh tensi dan drama, termasuk kartu merah yang diterima PSMS di babak pertama.
Eko mengaku bersyukur atas hasil tersebut, meskipun timnya hanya menang dengan selisih satu gol. “Alhamdulillah, setelah beberapa pertandingan kita tidak menang, hari ini walaupun hanya 1-0 tetap kita syukuri," kata Eko.
Namun, Eko Purdjianto juga menyoroti permainan anak asuhnya yang mengalami penurunan tempo secara signifikan. Ia menilai, setelah unggul 1-0, PSMS Medan sebenarnya masih mampu mengendalikan jalannya pertandingan dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Sayangnya, berbagai kesempatan tersebut gagal dimaksimalkan menjadi gol tambahan. "Sebenarnya kita punya banyak peluang, tapi setelah gol pertama pemain seperti takut salah sehingga tidak berkembang sesuai karakter,” katanya.
Ia juga menyoroti kartu merah yang diterima Antoni Nugroho di penghujung babak pertama. Baginya, hal tersebut seharusnya tidak perlu dilakukan. “Kartu merah itu tidak perlu, tapi inilah sepak bola. Yang penting saya apresiasi pemain karena tidak pernah menyerah sepanjang pertandingan. Kita bisa clean sheet dan meraih tiga poin,” tambahnya.
Sementara itu, kapten PSMS Medan, Erwin Gutawa, turut mengungkapkan rasa syukur atas kemenangan tersebut dan memberikan apresiasi kepada suporter yang hadir. “Terima kasih kepada suporter yang sudah datang mendukung kami. Semoga di pertandingan berikutnya melawan Adhyaksa FC, dukungan tetap diberikan agar kami bisa kembali meraih tiga poin,” katanya. (cr29/Tribun-Medan.com)