Pemerintah Lebanon mengumumkan jumlah kematian di negaranya akibat serangan Israel. Total ada 2.387 orang meninggal sejak Israel menyerang negara tersebut pada Maret bulan lalu.
Dilansir , Selasa (21/4/2026), Unit Manajemen Risiko Bencana Lebanon mengatakan ada 7.602 orang yang terluka dalam periode yang sama akibat serangan Israel.
Sejak gencatan senjata 10 hari antara Israel dan Hizbullah diberlakukan pada hari Jumat (17/4), pihak berwenang dan tim penyelamat telah menemukan jenazah dari reruntuhan bangunan di daerah-daerah yang menjadi sasaran serangan berat Israel.
Lebanon terseret ke dalam perang AS-Israel melawan Iran pada 2 Maret setelah Hizbullah yang bersekutu dengan Teheran menembakkan roket ke Israel. Israel menanggapi dengan serangan udara dan invasi darat.
Seperti diketahui, Trump, pada Kamis (16/4) pagi waktu AS, mengumumkan gencatan senjata selama 10 hari antara Israel dan Lebanon, yang dimulai pada tengah malam waktu setempat, baik di Tel Aviv maupun Beirut.
"Saya baru saja melakukan percakapan yang luar biasa dengan Presiden Joseph Aoun yang sangat dihormati, dari Lebanon, dan Perdana Menteri Bibi Netanyahu, dari Israel. Kedua pemimpin ini telah sepakat bahwa untuk mencapai perdamaian antara negara mereka, mereka akan secara resmi memulai gencatan senjata selama 10 hari pada pukul 17.00 sore EST," kata Trump dalam pengumuman via Truth Social.
Pengumuman itu disampaikan menyusul pembicaraan langsung yang tergolong langka antara Duta Besar Israel dan Lebanon di Washington DC, yang dimediasi AS, pada Selasa (14/4).





