Maskapai Air New Zealand punya fasilitas berbeda untuk kelas ekonominya dibandingkan maskapai yang lain, yakni bunk bed.
Fasilitas bernama Economy Skynest tersebut akan tersedia di pesawat Boeing 787-9 Dreamliner terbaru. Pemesanan dibuka mulai 18 Mei untuk penerbangan tertentu mulai November.
Dalam satu modul terdapat enam tempat tidur yang disusun bertingkat. Masing-masing dilengkapi kasur, bantal, selimut, tirai privasi, sabuk pengaman, lampu baca, serta port pengisian daya.
Pihak maskapai memastikan perlengkapan tidur akan diganti setiap pergantian sesi. Chief Executive Air New Zealand, Nikhil Ravishankar, mengatakan fasilitas itu memberi kesempatan penumpang untuk benar-benar beristirahat.
"Penumpang dapat meregangkan tubuh, berbaring datar, dan mendapatkan beberapa jam istirahat yang layak di udara. Dengan memberi lebih banyak orang kesempatan beristirahat pada penerbangan ultra jarak jauh, perjalanan ke dan dari Selandia Baru jadi lebih mudah dijalani," katanya dilansir dari , Selasa (21/4/2026).
Fasilitas ini akan lebih dulu tersedia di rute jarak jauh antara John F. Kennedy International Airport dan Auckland yang berdurasi sekitar 17 jam, salah satu penerbangan terpanjang di dunia. Penumpang bisa memesan tempat tidur selama empat jam dengan tarif sekitar USD 495 (Rp 8,4 juta) per sesi.
Fasilitas bunk bed di kelas ekonomi maskapai Air New Zealand. (Air New Zealand)
|
Menurut pihak maskapai, durasi tersebut disesuaikan dengan pola tidur. "Siklus tidur rata-rata sekitar 90 menit, jadi sesi empat jam memberi kesempatan penumpang untuk bersantai, tertidur, dan bangun," kata perwakilan maskapai.
Sebelumnya, Air New Zealand juga menawarkan Sky Couch yakni tiga kursi ekonomi yang dapat diubah menjadi tempat datar untuk berbaring. Inovasi tempat tidur ini menjadi langkah lanjutan maskapai dalam meningkatkan kenyamanan penerbangan jarak jauh di kelas ekonomi.






