TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kemenangan PSS Sleman atas Persiku Kudus pada lanjutan putaran ketiga Pegadaian Championship 2025/2026 membawa Super Elja kembali memuncaki klasemen sementara Grup Timur.
Pada laga yang digelar di Stadion Maguwoharjo, Senin (20/4/2026) malam, PSS Sleman sukses memetik tiga poin usai menekuk Persiku Kudus dengan skor 2-1.
Dua gol PSS Sleman disarangkan oleh Frederic Injai pada menit ke-41 dan Gustavo Tocantins di menit ke-54.
Kemenangan ini membawa Super Elja mengoleksi 52 poin, unggul atas Persipura Jayapura (50 poin) dan Barito Putera (49 poin).
Hasil inipun membuka peluang PSS Sleman untuk merebut tiket promosi ke Super League musim depan.
Sekaligus modal penting bagi PSS Sleman dalam menjaga konsistensi di papan atas dan bersaing demi tiket promosi ke kasta tertinggi kompetisi sepak bola di tanah air.
Meski demikian, dua laga tersisa di putaran ketiga Championship 2025/2026 akan menjadi partai krusial bagi Skuat Super Elja.
Baca juga: Persiku Kudus Akui Ketangguhan PSS Sleman, Bambang Pujo Soroti Gol Bola Mati
Pelatih PSS Sleman, Ansyari Lubis, mengaku bersyukur atas kemenangan tersebut.
Meski demikian, Ia memiliki catatan khusus dan menyoroti efektivitas tim di babak pertama.
“Kami bersyukur dengan kemenangan ini karena kembali ke peringkat pertama. Di babak pertama kami sebenarnya menguasai permainan, tapi hanya bisa mencetak satu gol,” ujarnya.
Ia juga menilai penurunan fokus di awal babak kedua menjadi catatan penting bagi timnya.
“Karena di babak pertama kami bermain dengan intensitas tinggi, di awal babak kedua pemain sedikit kurang fokus sehingga terjadi gol. Tapi saya apresiasi, mereka bisa bangkit dan mencetak gol lagi,” tambahnya.
Ansyari memberikan apresiasi penuh kepada seluruh pemain dan staf pelatih, serta berharap hasil ini menjadi motivasi untuk dua laga tersisa.
Senada, pemain PSS, Dominikus Dion, mengungkapkan rasa terima kasih kepada suporter atas dukungan yang diberikan.
“Tiga poin ini akan mempermudah langkah kita di laga selanjutnya. Semoga di dua pertandingan tersisa kita bisa meraih kemenangan semua dan langsung promosi ke Liga 1 serta menjadi juara,” kata Dion.
Pelatih Persiku, Bambang Pujo Sumantri, menilai pertandingan berlangsung menarik, namun menyoroti sejumlah momen krusial terutama di babak pertama.
Ia menyebut timnya kerap mendapat pelanggaran tanpa keputusan yang menguntungkan.
“Pertandingan ini sebenarnya enak ditonton, sangat menarik. Tapi di babak pertama kami melihat beberapa pelanggaran terhadap pemain kami, termasuk Hugo dan Imam, yang tidak mendapat peringatan,” ujarnya.
Selain itu, Bambang juga menyinggung tiga gol yang tercipta dalam laga tersebut berasal dari situasi bola mati.
Meski begitu, ia tetap memberikan apresiasi kepada tuan rumah atas kemenangan yang diraih.
“Saya ucapkan selamat kepada PSS Sleman yang meraih tiga poin. Mereka bermain baik,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada suporter Persiku Kudus karena gagal membawa pulang poin.
Bambang menjelaskan, timnya sempat melakukan perubahan taktik dari formasi 4-3-3 ke 5-3-2, yang dinilai cukup efektif dalam beberapa laga terakhir.
“Kami sudah tiga kali bertemu PSS dan kali ini kami ubah struktur permainan. Syukurlah sejauh ini cukup cocok dan memberi hasil. Kami akan terus berjuang sampai pertandingan terakhir,” tegasnya.
26 April 2026
Persiba Balikpapan vs PSS Sleman
2 Mei 2026
PSS Sleman vs PSIS Semarang
Persaingan promosi menuju kasta tertinggi sepak bola Indonesia, Super League juga diatur ketat.
Untuk tim-tim yang berlaga di Championship, hanya peringkat satu dan dua dari masing-masing grup yang memiliki peluang promosi.
Berikut aturannya
( tribunjogja.com/ mur )