Selain itu, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Semarang ini juga menyabet emas di ajang Super Fight Muaythai–K1–Kyokushin SLC Cup Surabaya.
Prestasinya berlanjut di berbagai kompetisi, termasuk Semarang Fight Night 4 pada 2025, di mana ia membawa pulang dua medali emas.
Hendrikus juga tercatat pernah berlaga di ajang One Pride MMA, memperkuat reputasinya sebagai petarung nasional.
Pria kelahiran Watran, Kota Tual, Maluku, pada 6 Desember 1997 ini sejak kecil gemar berkelahi.
Julukan “Bad Boy From Kei” melekat padanya karena sering terlibat perkelahian jalanan. Namun, hobi negatif itu kemudian diarahkan menjadi prestasi setelah ia berlatih serius di bawah bimbingan kakeknya yang juga pelatih bela diri.
Dengan mental baja dan disiplin, Hendrikus berhasil mengubah kebiasaan berkelahi menjadi karier profesional.
Ia berharap anak muda Maluku bisa menyalurkan energi jalanan ke arena resmi agar mengharumkan nama daerah.
Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Rositah Umasugi, menegaskan bahwa Hendrikus mengenal Nus Kei.
Dugaan sementara, aksi penikaman dilatarbelakangi dendam lama. Kini kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif dan terancam hukuman berat.
Sumber: https://www.tribunnews.com/regional/7819262/hendrikus-rahayaan-atlet-mma-pelaku-penusukan-nus-kei-posting-galau-tawaran-kerja-rp-1-miliar