Polsek Benai Gerebek Kawasan PETI, 5 Rakit Dibakar di Danau Rawang Udang
Sesri April 21, 2026 12:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM,KUANSING - Polsek Benai Kuansing semakin gencar melakukan penindakan terhadap aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah hukumnya.

Kali ini, Polsek Benai menggerebek kawasan PETI di Danau Rawang Udang, Desa Talontam, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuansing, Senin (20/4/2026) sore.

Kapolsek Benai, IPDA Muhamad Ali Sodiq yang memimpin penggerebekan tersebut mengatakan, bahwa penggerebekan tersebut dilakukan atas laporan dari Dubalang Kuantan.

"Dubalang Kuantan melaporkan adanya aktivitas PETI jenis stinkai di sana. Aktivitasnya telah meresahkan masyarakat setempat," ujar IPDA M Ali Sodiq, Selasa (21/4/2026). 

Begitu mendapat laporan, IPDA M Ali Sodiq dan sejumlah anggotanya langsung turun ke lokasi.

Benar saja, ketika Polsek tiba, mereka menemukan lima rakit PETI jenis stinkai.

"Saat kami tiba, rakit tidak beroperasi, penambang juga tidak ditemukan. Diduga, para penambang pergi sebelum kami tiba," ujarnya.

Untuk mencegah digunakan kembali oleh pelaku, lima rakit dan peralatan PETI pun dirusak dan dibakar.

M Ali Sodiq menegaskan, Polsek Benai akan meningkatkan patroli pengawasan untuk menekan aktivitas PETI di wilayah hukumnya.

Baca juga: Polres Kuansing Tertibkan PETI di Kuantan Tengah, Tiga Dompeng Dirusak dan Rakit Dibakar

Baca juga: Polsek Kuantan Hilir Gerebek PETI di Belakang Ponpes, Tiga Rakit Dibakar

"Kami juga mengimbau masyarakat agar melapor ke Polsek Benai jika menemukan aktivitas PETI. Kami tidak akan segan-segan untuk menindak tegas pelaku PETI yang merusak lingkungan," ujarnya.

Sementara itu, Polsek Kuantan Tengah juga menertibkan aktivitas PETI di aliran Sungai Batang Tintore di Desa Kampung Baru Sentajo dan aliran Sungai Lintang di Desa Muaro Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya.

Kapolsek Kuantan Tengah, AKP Linter Sihaloho menjelaskan, aktivitas tersebut terjadi di kawasan hutan lindung.

"Dalam penertiban itu, kami menemukan enam unit rakit stinkai," ujar AKP Linter Sihaloho.

Linter menjelaskan bahwa sebagian rakit tidak dalam kondisi utuh.

Ia menduga, pera penambang membongkar peralatan PETI dengan tujuan pindah lokasi.

"Ada dua unit rakit yang tidak dilengkapi mesin, kemungkinan besar sudah dibongkar pemiliknya," ujar Linter.

Semua rakit dan mesin yang ditemukan, langsung dibakar.

Selain rakit dan peralatan, kami juga memusnahkan pondok para pekerja.

"Kami tidak akan segan-segan menindak tegas pelaku PETI yang merusak lingkungan. Apalagi aktivitas ini terjadi di hutan lindung," ujarnya.

( Tribunpekanbaru.com / Guruh BW)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.