Baru Merantau di Bali, Keluarga Curiga Korban Tak Berkabar, Ditemukan Tewas di Pantai Ungasan
Aloisius H Manggol April 21, 2026 11:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG – Maksud hati merantau untuk mencari nafkah, nasib malang justru menimpa GFS (26). Pemuda asal Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat ini ditemukan tewas di atas batu karang Pantai Gau, Kuta Selatan, setelah baru lima bulan bekerja di Bali.

Kepergiannya menyisakan duka mendalam bagi pihak keluarga yang sempat menaruh curiga lantaran korban mendadak hilang kontak tepat di hari kejadian.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan bahwa identitas korban berhasil terungkap setelah Tim Identifikasi melakukan pemeriksaan sidik jari dan pemindaian wajah.

Polisi kemudian berkoordinasi dengan pihak keluarga di Bandung untuk memastikan data tersebut.

Baca juga: Identitas Mayat di Pantai Gau Bali Terungkap, Pegawai Asal Bandung, Hilang Kontak Sejak 19 April

"Hasil klarifikasi dengan ibu kandung korban, mengonfirmasi bahwa mayat tersebut memang benar adalah anaknya yang sedang bekerja di Bali selama kurang lebih lima bulan terakhir," ungkap Iptu Gede Adi, pada Selasa 21 April 2026.

"Sang ibu juga menerangkan bahwa pihak keluarga sudah tidak bisa menghubungi atau hilang kontak dengan korban sejak Minggu, 19 April 2026," imbuh dia.

Baca juga: Imigrasi Ngurah Rai Bali Amankan Seorang WNA, Terlibat Penyalahgunaan Narkotika dan Overstay

Kecurigaan keluarga terbukti menjadi kenyataan pahit saat pihak kepolisian menginformasikan penemuan jasad seorang pria tanpa busana hanya mengenakan celana dalam biru di Pantai Gau pada Minggu sore sekitar pukul 15.00 Wita. 


Padahal, GFS diketahui masih menjalankan aktivitas normal sehari sebelumnya.


Berdasarkan keterangan Fernandi Hadiwinata selaku manajer tempatnya bekerja di gerai minuman Es Teler, GFS yang menjabat sebagai General Affairs terakhir kali terlihat bekerja pada Sabtu, 18 April 2026. 


Selama lima bulan merantau, korban dikenal tidak memiliki masalah pribadi maupun pekerjaan. Rekan kerjanya, Muhammad Arvin Pashdaran, bahkan sempat berdiskusi soal pekerjaan dengan korban pada Sabtu pagi.


"Namun, pada Minggu dini hari sekitar pukul 04.06 Wita, rekaman CCTV di tempat kost korban menunjukkan GFS keluar seorang diri menggunakan sepeda motor. Sejak saat itulah komunikasi dengan keluarga terputus," urai Kasi Humas.


Penyelidikan polisi kemudian mengarah ke Pantai Melasti, di mana petugas menemukan sepeda motor Honda Scoopy DK 2941 QN milik korban terparkir. 


Di lokasi yang sama, polisi juga menemukan barang-barang pribadi korban berupa pakaian dan ponsel yang ditinggalkan begitu saja sebelum akhirnya jasad GFS ditemukan di Pantai Gau.


Mengenai kondisi fisik korban, hasil visum sementara dari RS Prof. dr. I.G.N.G Ngoerah menunjukkan adanya sejumlah luka. 


Iptu I Gede Adi Saputra Jaya merinci bahwa terdapat luka lecet dan memar yang tersebar pada bagian wajah, punggung tangan kanan, tungkai kanan dan kiri, serta punggung kaki kanan.


"Saat ini penyidik masih terus mendalami motif dan penyebab pasti mengapa korban berada di lokasi tersebut hingga akhirnya meninggal dunia," pungkasnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.