Wamen Ekraf Irene Umar: Tantangan Global Generasi Muda Membutuhkan Kolaborasi Lintas Sektor
Malvyandie Haryadi April 21, 2026 11:35 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kebutuhan akan generasi muda yang mampu memahami, beradaptasi, dan berkontribusi dalam merespons dinamika global dinilai semakin meningkat.

Hal ini seiring dengan kompleksitas tantangan dunia yang tidak hanya bersifat ekonomi, tetapi juga mencakup aspek sosial dan lingkungan, seperti ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, hingga pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Perubahan global yang berlangsung cepat menuntut generasi muda tidak hanya memiliki pengetahuan akademik, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, empati sosial, serta keterampilan kolaborasi lintas budaya.

Dalam konteks tersebut, pendidikan dipandang memiliki peran penting dalam membekali pelajar dengan perspektif global sekaligus kesiapan menghadapi tantangan yang semakin beragam.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar menilai kolaborasi dan empati menjadi aspek krusial dalam menjawab berbagai persoalan global yang kian kompleks.

“Generasi muda memiliki peran strategis dalam menciptakan masa depan yang lebih baik, terutama jika dibekali dengan pemahaman terhadap kondisi sosial di masyarakat,” ujar Irene saat membuka Asia-Pacific Young Leaders Convention 2026 di Tangerang Selatan, Banten, Senin (20/4/2026).

Ia menambahkan, tantangan global saat ini tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor serta pemahaman yang komprehensif terhadap berbagai persoalan di masyarakat agar solusi yang dihasilkan dapat memberikan dampak nyata.

“APYLC bukan sekadar forum, tetapi menjadi titik awal bagi generasi muda untuk mulai mengambil peran dalam membentuk masa depan yang ingin mereka wujudkan,” kata Irene.

Kegiatan APYLC merupakan forum yang mempertemukan pelajar tingkat sekolah menengah atas dari sejumlah negara di kawasan Asia-Pasifik. Melalui forum ini, peserta tidak hanya berdiskusi, tetapi juga bertukar perspektif dan pengalaman dalam melihat berbagai isu global dari latar belakang budaya yang berbeda.

Memasuki penyelenggaraan ke-9, APYLC 2026 diikuti oleh delegasi dari sejumlah institusi pendidikan, antara lain Kaichi High School, Nan Chiau High School, serta Changshu Lunhua Senior High School, selain peserta dari Indonesia.

Kehadiran peserta lintas negara ini dinilai memperkaya diskusi sekaligus memperkuat jejaring global di kalangan pelajar.

Sementara itu, perwakilan tuan rumah, Sherrierose Garcia Gonzales, menyampaikan bahwa tema yang diangkat mencerminkan pentingnya pendekatan menyeluruh dalam memahami tantangan global.

“Melalui platform ini, kami mendorong peserta untuk memahami kompleksitas isu global serta mengembangkan solusi yang inovatif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi ruang pembelajaran, tetapi juga mendorong peserta untuk mengimplementasikan gagasan dalam bentuk aksi nyata yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

"Ke depan, forum semacam ini dinilai dapat menjadi salah satu sarana dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki wawasan global, tetapi juga kemampuan untuk berkontribusi secara konkret dalam menjawab berbagai tantangan di tingkat lokal maupun internasional," kata Irene.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.