Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Muhammad Nazar I Pidie
SERAMBINEWS.COM, SIGLI- SD Negeri 1 Beureunuen meraih peringkat ke- 57 besar nasional versi Pusat Prestasi Nasional.
Dari 1.000 SD terbaik di Indonesia, SDN 1 Beureunuen sukses tembus 60 besar SD terbaik di Indonesia.
Keberhasilan SDN 1 Beureunuen di tingkat nasional, membuktikan SD tersebut memiliki segudang prestasi.
Bukti tersebut diperkuat dengan ratusan deretan piala dipajang di lemari di ruang kerja kepala sekolah.
Kolaborasi apik, ternyata menjadi pemicu kesuksesan bagi SDN 1 Beureunuen dalam mengharumkan Provinsi Aceh di tingkat nasional.
" Kesuksesan sekolah kami, berkat dukungan penuh guru, murid hingga orang tua. Dukungan itu menjadi faktor utama," kata Kepala SD Negeri 1 Beureunuen, Cut Zainabon SPd MSi, kepada Serambinews.com, Senin (20/4/2026).
Prestasi diperoleh SDN 1 Beureunuen, sebutnya, boleh diadopsi oleh sekolah lain di Pidie, terutama SDN 1 Beureunuen memiliki murid sangat banyak.
Karena, ramai orang tua mengantar anak belajar di SDN 1 Beureunuen, lantaran segudang prestasi diukir murid hingga tampil di tingkat nasional.
Menurutnya, yang harus dilakukan sekolah lain, agar bisa berprestasi.
Baca juga: Sederet Prestasi Diraih SDN 1 Beureuenun, Pidie di Tingkat Provinsi hingga Nasional
Adalah yang dilakukan pencapaian di bidang prestasi bidang perlombaan. Seperti tahun 2026, SDN 1 Beureunuen akan mengikuti even.
Antara lain, mengikuti Festival dan Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional atau FL3N. Juga mengikuti Olimpiade Olahraga Siswa Nasional atau O2SN. Kedua even tersebut diperlombakan setiap tahun.
" Even itu awalnya diperlombakan di tingkat kecamatan dengan peserta dari 45 sekolah. Kami berhasil meraih juara satu. Even tersebut diperlombakan kembali di tingkat kabupaten, provinsi hingga nasional," jelasnya.
Kata Kepsek Cut Zainabon, untuk metode belajar mengajar di SDN 1 Beureunuen tetap sama dengan sekolah lain di Kabupaten Pidie. Sebab, sesuai dengan kurikulum, tentunya sama di semua sekolah di Pidie.
" Mungkin faktor keberentungan terhadap keberhasilan dan tidak berhasil sekolah, dalam membimbing anak didiknya.
Sehingga pencapaian keberhasilan di sekolah tetap berbeda. Karena pembinaan dilakukan sekolah terhadap murid berbeda. Tapi, kalau praktik mengajar tetap sama," ujarnya.
Dikatakan, untuk program khusus dilakukan di SDN 1 Beureunuen, tetap mengacu kepada intruksi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pidie.
Dirinya tidak membuat kelas khusus bagi murid berprestasi. Sebab, di SDN 1 Beureunuen tidak cukup kelas, dengan jumlah murid yang banyak.
Ia menyebutkan, setiap tahun rutin SDN 1 Beureunuen mengikuti O2SN. Namun, SDN 1 Beureunuen menang di bidang perlombaan seni.
" Kami sering menang di bagian seni. Memang pernah juga menang di bidang olahraga tahun 2024 ke nasional, yang even itu diperlombakan di Banda Aceh,' jelasnya.
Ia menambahkan, sistem belajar mengajar di SDN 1 Beureunuen juga menggunakan proyektor digital. Semua ruang belajar menggunakan proyektor digital, tapi tidak untuk semua pelajaran memakai proyektor.
Penggunaan proyektor digital untuk pelajaran tertentu saja. Sebab, jika digunakan semua proyektor untuk semua pelajaran, maka alat tersebut tidak mencukupi.
" Saya sebagai kepala sekolah sangat mendukung kegiatan FL3N dan O2SN, sehingga prestasi sekolah kami tembus ke nasional.
Sekolah kami juga memiliki pustaka, yang perlu direhab akibat terkena dampak banjir. Alhamdulillah pustaka kami akan diperbaikinya," demikian Cut Zainabon. (*)