- Militer Iran blak-blakan mengungkap bahwa negaranya tidak mempercayai negosiasi damai dengan Amerika Serikat terkair mengakhiri perang di Timur Tengah.
Komandan Angkatan Udara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Brigjen Sayyed Majid Mousavi memperingatkan bahwa setiap ancaman terhadap Iran bakal ditanggapi dengan tegas dan keras.
Dilansir dari Press TV pada Selasa (21/4), Mousavi menegaskan Iran bakal merespons keras ancaman sampai kapan pun.
"Di mana pun Anda berada, kami akan merespons dengan keras kapan pun kami mau," cetusnya.
Mousavi mengakui Pakistan meminta Iran untuk berpartisipasi dalam negosiasi damai putaran kedua dengan Amerika Serikat sebelum berakhirnya gencatan senjata di pekan ini.
Namun Mosavi menyebut Iran tak percaya pada negosiasi Amerika Serikat dan hanya percaya pada kekuatan Tuhan, rakyat dan para pejuang.
Komandan Garda Revolusi Iran tersebut menyatakan bahwa Amerika Serikat telah melewati era kelemahan dan penyerahan diri.
Adapun perang antara Amerika Serikat dan Iran dimulai pada 28 Februari lalu.
Saat itu Amerika Serikat menyerang Iran hingga menewaskan para pejabat dan komandan senior.
Militer Iran kemudian membalas serangan tersebut dengan melancarkan 100 gelombang serangan balasan.
Saat ini gencatan senjata antara AS dengan Iran sedang diterapkan namun bakal berakhir pada pekan ini.