- Iran mulai pesimis terkait adanya putaran kedua negosiasi gencatan senjata dengan AS.
Hal itu disampaikan negosiator utama Iran sekaligus Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf.
Ia mengecam Presiden Donald Trump terkait blokade angkatan laut AS terhadap Iran.
Pihaknya menuduh AS berupaya menggunakan perundingan tersebut untuk memaksa Iran menyerah atau untuk membenarkan kembali provokasi perang.
Oleh sebab itu, Ghalibaf menegaskan bahwa Iran tidak menerima negosiasi di bawah bayang-bayang ancaman.
Bahkan ia menegaskan Iran telah siap menggunakan kartu-kartu baru di medan perang.
Di satu sisi, Trump juga melayangkan ancaman ke Iran menjelang berakhirnya gencatan senjata.
Ia memperingatkan bahwa situasi bisa kembali memanas jika tidak ada kesepakatan damai.
Trump menegaskan bahwa konsekuensi kegagalan perundingan akan sangat serius.
Presiden AS menyebut bom akan meledak saat ditanya jika gencatan senjata berakhir tanpa kesepakatan damai.
Trump menegaskan gencatan senjata sementara akan berakhir pada Rabu (22/4) malam waktu Washington.
Program: Tribunnews Update
Host: Maria Nanda Ayu Saputri
Editor Video: Nathanael Moer Rahardian
Uploader: bagus gema praditiya sukirman