Muhammad Irsan Resmi Jabat Kepala Balai Bahasa Aceh, Dorong Penguatan Bahasa dan Budaya Aceh
Muliadi Gani April 21, 2026 12:54 PM

 

PROHABA.CO, BANDA ACEH - Muhammad Irsan resmi menjabat sebagai Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh (BBPA).

Prosesi serah terima jabatan (sertijab) berlangsung di Aula Kantor BBPA, kawasan Lampinueng, Banda Aceh, Senin (20/4/2026) pagi. 

Sertijab tersebut turut dihadiri Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen Hafi dz Muksin, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Muhammad Irsan menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan program-program yang telah dirintis sebelumnya sekaligus meningkatkan kinerja BBPA ke depan.

“Sebelumnya kami ditugasi oleh Kepala Balai Bahasa sebagai Kepala Kantor Bahasa Provinsi Bangka Belitung.

Alhamdulillah, pada 6 April kemarin kami ditugasi untuk melanjutkan apa yang telah dikerjakan oleh Pak Umar di Aceh,” ujar Irsan.

Dalam kesempatan itu, Irsan juga meminta dukungan dari seluruh pihak agar dapatmenjalankan amanah tersebut dengan baik.

Ia menegaskan, pihaknya akan berupaya meningkatkan kinerja agar BBPA menjadi lembaga yang unggul dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.

“Tentu kami juga akan meningkatkan kinerja kami agar Balai Bahasa Provinsi Aceh ini bisa menjadi balai bahasa yang unggul, bermartabat, dan bermanfaat.

Insyaallah mari kita bersama-sama membangun Provinsi Aceh ini melalui kinerja kita, khususnya di bidang kesastraan dan bahasa,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BBPA sebelumnya, Umar Solikhan, berpesan agar program-program yang telah berjalan dapat dilanjutkan dan ditingkatkan.

Umar juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama menjabat.

Baca juga: Waspada! Penipuan Jemaah Haji Marak, Modus Minta Pembaruan Data via Telepon

Baca juga: Arab Saudi Dirikan Lembaga Pendidikan Bahasa Arab di Aceh

Ia menegaskan apa yang dilakukan dirinya selama menjabat, dilandasi dengan niat tulus dan ikhlas untuk membangun BBPA dan mengembangkan bidang bahasa dan kesastraan di Tanah Rencong.

“Saya berpesan kepada Pak Irsan, program-program selama ini yang dianggap baik silakan diteruskan dan ditingkatkan,” kata Umar.

Berdasarkan catatan, selama ini BBPA aktif mendorong penulis-penulis lokal untuk menulis buku cerita anak dalam dwibahasa. 

Selain menggunakan bahasa Indonesia, salah satunya adalah menggunakan bahasa lokal yang ada di Aceh, misalnya bahasa Aceh, Gayo, Alas, Tamiang, Singkel, Haloban, Anuek Jamee, Kluet, Devayan, Sigulai, Alafan, dan Lekon.

Para penulis buku cerita anak tersebut mendapat royalti atau semcam uang pembinaan dari BBPA, sehingga program yang satu ini ramai peminatnya.

Selain itu, BBPA juga setiap tahun menyusun minimal satu kamus tematik Aceh-Indonesia. Misalnya, kamus maritim, kamus budaya, dan lainnya.

BBPA juga sejak 2025 bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Aceh untuk menyelenggarakan Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) untuk siswa SMA dan SMK di Aceh.

(Serambinews.com/Rianza Alfandi/Yarmen Dinamika)

Baca juga: UBBG Resmi Buka Prodi S-1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Aceh, Siap Cetak Guru dan Pelestari Budaya

Baca juga: Tersangka Kasus Curanmor Dibekuk Sekeluar dari Rutan

Baca juga: Misrina, Guru SMAN Unggul Pidie Jaya Juara Lomba Cerita Anak 2026

 

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.