Iran Tuduh AS Manipulasi Diplomasi, Ghalibaf: Negosiasi Bukan Ajang Penyerahan
Garudea Prabawati April 21, 2026 02:37 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa Amerika Serikat (AS) berupaya mengeksploitasi proses diplomatik yang sedang berlangsung untuk memaksakan tuntutannya atau membuka jalan bagi agresi baru terhadap Iran.

Dalam pernyataannya, Ghalibaf menegaskan bahwa Teheran menolak segala bentuk negosiasi yang dilakukan di bawah tekanan atau ancaman.

Ia menyebut bahwa Iran telah memanfaatkan masa gencatan senjata untuk memperkuat kesiapan militernya dan bahkan telah menyiapkan “kartu baru” yang siap digunakan jika konflik kembali meningkat.

Melalui unggahan di platform X, Ghalibaf secara langsung menuding Presiden AS Donald Trump berusaha memanipulasi jalannya negosiasi.

Ia menyatakan bahwa langkah-langkah seperti blokade dan dugaan pelanggaran gencatan senjata bertujuan mengubah forum diplomasi menjadi alat penyerahan diri atau pembenaran untuk melanjutkan permusuhan.

Komentar keras ini muncul di tengah rencana pembicaraan baru antara AS dan Iran yang dimediasi oleh Pakistan.

Meski Washington telah mengirim delegasi tingkat tinggi yang dipimpin JD Vance, pihak Iran belum memutuskan apakah akan berpartisipasi.

Sumber-sumber Iran menyebut bahwa keikutsertaan Teheran bergantung pada sejumlah prasyarat.

Termasuk pencabutan blokade maritim AS yang dianggap sebagai hambatan utama.

Selain itu, tuntutan tambahan dari pihak AS dinilai semakin memperumit peluang tercapainya kesepakatan.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.