TRIBUNJATENG.COM - Untuk mengungkap misteri kematian balita berinisial TP (1,5) di Desa Sukasari, Kecamatan Cibuaya, Kabupaten Karawang, makamnya akan dibongkar.
Balita TP meninggal dalam kondisi penuh luka di badannya.
Para saksi mengatakan hidung TP bahkan mengeluarkan asap. Selain itu ada cairan kuning di mulut.
Sementara ibu korban selalu menjawab tak tahu tiap kali ditanya soal penyebab luka-luka.
Baca juga: Eks Bos Sritex Dituntut Jaksa 16 Tahun Penjara,Kuasa Hukum Sebut Mengarang Bebas
Aparat kepolisian pun meningkatkan status penanganan perkara ke tahap penyidikan menyusul temuan luka mencurigakan pada tubuh korban.
Kasie Humas Polres Karawang Ipda Cep Wildan menyebutkan, keterangan dari ibu kandung korban telah dikumpulkan sebagai bagian dari upaya menyusun kronologi kejadian.
Selain itu, penyidik menjadwalkan pemeriksaan sejumlah saksi lain yang diduga mengetahui peristiwa tersebut.
Langkah ekshumasi atau pembongkaran makam juga tengah dipersiapkan guna memastikan penyebab kematian korban melalui pemeriksaan medis lanjutan.
"Peristiwa ini bermula saat keluarga korban menerima kabar untuk segera datang ke sebuah klinik pada Rabu pagi. Saat tiba, kondisi korban disebut sudah kritis dan kemudian dirujuk ke rumah sakit," kata Senin (20/4/2026).
Namun, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan.
"Kemudian keluarga yang melihat kondisi jenazah menemukan sejumlah tanda kekerasan, di antaranya memar pada dahi dan rahang kanan, bekas gigitan di area rahang, serta memar di bagian dada kiri dan paha kanan," kata dia.
Kondisi tersebut memunculkan dugaan adanya penganiayaan.
Terlebih, pihak keluarga menyebut ibu kandung korban tidak memberikan penjelasan jelas terkait luka-luka yang ditemukan.
Atas kejadian ini, keluarga memastikan akan membawa kasus tersebut ke jalur hukum untuk mendapatkan kejelasan dan pertanggungjawaban atas kematian korban.
• Perampokan Maut di Boyolali, Rintihan Aku Sayang Ibu Malah Membuat Pelaku Makin Brutal
TP meninggal dunia pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 18.30.
Korban yang akrab disapa Al itu sempat dilarikan ke Klinik Azzahra sebelum dirujuk ke Rumah Sakit Hastien. Namun nyawanya tidak tertolong dalam perjalanan menuju rumah sakit.
Ibu sambung korban, Komalasari, mengaku mendapat kabar dari ibu kandung Al pada Selasa pagi sekitar pukul 07.00 untuk segera datang ke Klinik Azzahra.
“Setelah sampainya saya di Klinik Azzahra, keadaan bocah sudah kolaps. Dirujuklah sama Azzahra ke Hastien. Setengah perjalanan ke Hastien itu bocah sudah mengembuskan napas terakhir,” kata Komalasari saat ditemui di rumahnya di Desa Sukasari, Kecamatan Cibuaya, Kamis (16/4/2026).
Baca juga: Tinggalkan Duka di SMAN 1 Banjaran, Sosok Agus Sutisna Bakal Dikenang Sebagai Superhero
Saat melihat jenazah korban, Komalasari mendapati sejumlah luka memar di tubuh Al, di antaranya pada bagian dahi, rahang kanan, dada kanan, dan paha kiri.
“Kayak bekas cubitan, rahang sebelah kanan itu bekas gigitan, dada sebelah sini entah apa, sama yang di paha bekas cubitan,” ujarnya.
Menurut Komalasari, ia sempat berulang kali menanyakan asal luka-luka tersebut kepada Norma, ibu kandung korban. Namun jawaban yang diterimanya selalu sama.
“Sampai almarhum dibawa pulang ke rumah pun, ditanya jawabannya tidak tahu dan tidak tahu,” katanya.
Tetangga kontrakan korban, Taswi, yang kerap dititipi menjaga Al, juga mengaku sering melihat luka mencurigakan di tubuh balita tersebut setiap kali dibawa oleh pacar ibu kandungnya.
“Ngomongnya suka jatuh. Masa jatuh kayak bekas gigi, kayak bekas digigit,” kata Taswi saat ditemui di kontrakan korban di Dusun Pejaten 3, Kampung Kobak Dawa, RT 001/RW 004, Desa Pejaten.
Hal serupa disampaikan Rosmiati, anak pemilik kontrakan. Ia mengatakan pada hari kejadian, Al sempat diajak bermain oleh pacar ibu kandungnya ke bengkel tempat pria itu bekerja.
“Banyak luka, ini pipi bekas gigitan, dahi biru. Terus katanya keluar asap dari hidungnya, lalu keluar cairan kuning dari mulut,” ujar Rosmiati.
Berdasarkan informasi warga, pria berinisial R yang diduga sebagai pelaku diketahui berasal dari Kabupaten Bekasi. Setelah kejadian, keberadaannya tidak diketahui dan kini sedang dicari warga.
Kasus dugaan penganiayaan ini telah dilaporkan ke Polres Karawang. Kasi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, saat dikonfirmasi menyatakan pihaknya masih melakukan pengecekan terkait laporan tersebut. (*)