Terobosan Baru, PIH Terapkan OSS dan Distribusi Kartu Nusuk di Embarkasi Donohudan Boyolali
Putradi Pamungkas April 21, 2026 01:14 PM

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo 

TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Embarkasi Solo merima kedatangan kloter pertama calon jemaah haji di Asrama Haji Donohudan Boyolali. 

Tahun ini, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo kembali menerapkan sistem One Stop Service (OSS) untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi jemaah.

OSS Diterapkan Agar Jemaah Lebih Siap Fisik dan Mental

Ketua PPIH Embarkasi Solo, Fitriyanto, menjelaskan bahwa penerapan OSS dirancang agar proses pelayanan lebih efisien sekaligus memberikan waktu istirahat yang cukup bagi jemaah sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

“Dengan OSS ini, kami berharap saat jadwal penerbangan tiba, jemaah sudah siap baik secara fisik maupun mental,” ujarnya.

TIBA DI EMBARKASI - Jemaah calon haji kloter pertama tiba di gedung Jeddah Asrama Haji Donohudan, Selasa (21/4/2026). Kedatangan ini menjadi awal rangkaian pemberangkatan jemaah haji melalui Embarkasi Solo tahun ini.
TIBA DI EMBARKASI - Jemaah calon haji kloter pertama tiba di gedung Jeddah Asrama Haji Donohudan, Selasa (21/4/2026). Kedatangan ini menjadi awal rangkaian pemberangkatan jemaah haji melalui Embarkasi Solo tahun ini. (TribunSolo.com/Tri Widodo)

Sistem ini mengintegrasikan berbagai layanan dalam satu alur sehingga jemaah tidak perlu menjalani proses yang berulang atau memakan waktu lama di berbagai titik pelayanan.

Inovasi Baru: Kartu Nusuk Dibagikan Langsung di Embarkasi

Pada musim haji tahun ini, terdapat inovasi penting berupa pembagian sekaligus aktivasi kartu nusuk yang dilakukan langsung di Asrama Haji Donohudan Boyolali.

Berbeda dari tahun sebelumnya yang dilakukan di Arab Saudi, kini proses tersebut sudah bisa difasilitasi sejak di embarkasi.

“Tahun kemarin kartu nusuk dibagikan di Arab Saudi. Tahun ini alhamdulillah pihak Arab Saudi melalui syarikah hadir langsung di sini untuk membagikan kepada jemaah saat kedatangan,” jelas Fitriyanto.

Kartu nusuk merupakan identitas digital resmi yang wajib dimiliki jemaah haji.

Kartu ini digunakan untuk mengakses berbagai layanan penting di Tanah Suci, termasuk masuk ke Masjidil Haram dan area ibadah lainnya.

Baca juga: Kloter Pertama JCH Tegal Tiba di Asrama Haji Donohudan Boyolali, Langsung Jalani One Stop Service

Proses Lebih Cepat, Jemaah Lebih Tenang

etelah menjalani pemeriksaan kesehatan, kartu nusuk langsung dibagikan dan diaktivasi sebelum keberangkatan.

Kehadiran petugas syarikah di Embarkasi Solo dinilai mampu memangkas waktu pelayanan secara signifikan.

“Setelah pemeriksaan kesehatan, kartu akan langsung kita aktivasi. Jadi saat berangkat ke Arab Saudi, jemaah sudah memegang kartu nusuk dan bisa langsung fokus beribadah,” paparnya.

Dengan sistem ini, jemaah tidak perlu lagi mengurus kartu setibanya di Arab Saudi, sehingga proses ibadah bisa lebih nyaman dan terarah.

Respons Jemaah: Lebih Nyaman dan Tenang

Salah satu jemaah calon haji asal Kabupaten Tegal, Pahrudin, mengaku lebih tenang dengan adanya pembagian kartu nusuk sejak di tanah air.

Ia merasa lebih siap menghadapi perjalanan ibadah ke Tanah Suci.

“Ya lebih nyaman. Agar tak lupa nanti saya simpan baik-baik. Bahkan saya pakai terus saja,” ungkapnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.