Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika
TRIBUNLOMBOK.COM, KOTA MATARAM - Pihak Kepolisian Resor Kota (Polresta) Mataram saat ini tengah mendalami kasus pengeroyokan yang terjadi di Jalan Airlangga dengan menggunakan busur panah pada Minggu (19/4/2026) dini hari.
Dalam upaya mengungkap para pelaku dan motif di balik kejadian tersebut, penyidik sedang mengumpulkan berbagai alat bukti serta keterangan dari sejumlah saksi di lokasi kejadian.
Kapolresta Mataram, AKBP Hendro Purwoko menjelaskan bahwa, proses penyelidikan saat ini difokuskan pada pengumpulan data di lapangan, termasuk rekaman kamera pengawas.
“Kita masih kumpulkan semua (bukti), baik itu keterangan saksi yang melihat maupun data record dari CCTV. Nanti tentunya akan dianalisa oleh penyelidik,” ucap Kapolresta Hendro, Selasa (21/4/2026).
Meskipun penyelidikan terus berjalan, pihak kepolisian mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kronologi pasti atau indikasi awal pemicu pengeroyokan tersebut.
Hal ini dikarenakan kondisi para korban yang saat ini belum memungkinkan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
“Kami belum bisa mengatakan indikasi awal karena hasil pemeriksaan dari beberapa korban masih belum bisa kita ambil keterangannya, (mereka) masih sakit,” jelasnya.
Terkait spekulasi yang beredar bahwa insiden ini melibatkan bentrokan antar geng, Polresta Mataram menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan pendalaman dan tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan.
Polisi masih mencari tahu apakah kejadian ini merupakan aksi terencana atau murni spontanitas.
“Belum bisa diindikasikan (antar geng), kami masih mengumpulkan bukti. Apakah ini betul-betul geng atau memang murni dari spontanitas, kita masih kumpulkan semua,” tegasnya.
Selain pengumpulan bukti digital dan keterangan saksi, AKBP Hendro juga mengonfirmasi adanya kendaraan roda dua yang tertinggal di lokasi kejadian, yang diketahui merupakan milik dari pihak korban.
Hingga saat ini, pihak kepolisian berkomitmen untuk terus menjaga kondusivitas wilayah serta memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur yang berlaku.
Baca juga: Motif Penganiayaan WNA Rusia di Mataram Terkait Perselisihan Jasa Perbaikan AC
Sebelumnya, tiga remaja inisial SR, RSA, dan AZ diduga dianiaya orang tak dikenal di Simpang Empat Arum Jaya, Jalan Airlangga, Mataram. Para korban mengalami luka-luka akibat terkena senjata tajam.
Kapolsek Selaparang, Iptu Zulharman Lutfi, mengatakan dugaan penganiayaan itu terjadi pada Minggu (19/4/2026) dini hari.
Penganiayaan itu diketahui polisi setelah menerima aduan masyarakat melalui call center 110.
Zulharman mengungkapkan, berdasarkan keterangan saksi sementara, dugaan penganiayaan ini bermula saat AZ yang dibonceng rekannya melintas di Jalan Airlangga. Saat melintas, AZ dan rekannya tiba-tiba diserang belasan orang tak dikenal hingga mengalami luka.
“Teman korban berhasil melarikan diri,” katanya.
(*)