SURYAMALANG.COM, KOTA MALANG - Sebanyak 40 peserta calon Mahasiswa Baru (MABA) tidak hadir mengikuti pelaksanaan hari pertama Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) Tahun 2026 di Universitas Brawijaya (UB) pada Selasa (21/4/2026).
Proses pelaksanaan UTBK SNBT 2026 di UB berlangsung selama enam hari, mulai 21-26 April 2026 yang diikuti oleh 16.225 peserta.
Para peserta ini terbagi dalam 11 sesi, di mana UB menyiapkan 67 ruangan yang tersebar di 16 fakultas dan Laboratorium Komputer Direktorat Teknologi Informasi (DTI), dengan dukungan 1.540 komputer dan 165 komputer cadangan.
"Di hari pertama ini ada 40 peserta yang tidak hadir. Jadi hanya sekitar 97 persen yang mengikuti pelaksanaan UTBK," kata Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP., AQ.
Baca juga: Jadwal Unduh Kartu UTBK SNBT Unej 2026 Berubah, Peserta Wajib Akses Laman SNPMB 11-15 April
Peserta yang tidak hadir dalam pelaksanaan UTBK SNBT tersebut dinyatakan gugur dalam proses seleksi penerimaan mahasiswa baru ini.
Guna memastikan pelaksanaan berjalan aman tanpa adanya kecurangan, UB telah melakukan pengecekan seluruh infrastruktur, seperti komputer, laptop, CCTV, UPS, genset di setiap lokasi ujian.
Seluruh perangkat tersebut disiapkan untuk menghindari gangguan akibat pemadaman listrik, serta perlengkapan keamanan termasuk metal detector, serta sterilisasi ruangan.
Selain perangkat, UB juga memastikan kesiapan sumber daya manusia (SDM).
Baca juga: Rute Langsung Kereta Api Ketapang Banyuwangi–Bandung PP Mulai 2 Mei 2026, Ada Diskon 50 Persen
UB melibatkan total 455 SDM, yang terdiri atas pengawas, teknisi ruang, Penanggung Jawab Lokasi (PJL), Penanggung Jawab Teknologi Informasi (PJTI), serta admin TI yang disiagakan untuk memastikan ujian berjalan tanpa hambatan.
Sistem pengawasan diperketat dibandingkan tahun sebelumnya, dengan mengombinasikan pengawasan langsung oleh petugas dengan dukungan teknologi.
Hal ini dilakukan untuk meminimalkan potensi kecurangan tanpa mengurangi kenyamanan para peserta.
"Seluruh sistem jaringan dan komputer juga telah diuji secara berkala, guna memastikan stabilitas saat digunakan oleh ribuan peserta secara bersamaan," katanya.
Pada tahun ini, ada 13 peserta difabel, yakni enam tunarungu, tiga tunadaksa, dan empat tunanetra yang mengikuti kegiatan UTBK SNBT 2026 di UB.
Jumlah tersebut menurun tiga peserta, dari pada tahun lalu ada 16 peserta difabel yang mengikuti proses seleksi.
Peserta disabilitas ini memiliki mekanisme pelaksanaan ujian yang berbeda.
UB menyediakan akses ruang ujian dengan fasilitas khusus untuk mendukung peserta mengerjakan, hingga penyediaan pendamping khusus.
Baca juga: Jelang UTBK 2026, UB Malang Perketat Pengawasan dan Sterilkan Area Kampus
Pada penyandang disabilitas ini ditempatkan menjadi satu dalam satu ruangan, untuk memudahkan mereka dalam mengerjakan soal.
Koordinator Pelaksana UTBK UB Arif Hidayat, M.M, menyampaikan, para pengawas harus mencermati kartu peserta, jika terdapat keterangan disabilitas.
Oleh sebab itu, perlu ketelitian dalam proses verifikasi identitas peserta, terutama bagi peserta penyandang disabilitas
"Pengawas perlu memahami karakteristik masing-masing kebutuhan, guna memastikan pelaksanaan ujian tetap berjalan sesuai prosedur," ujarnya.
Pada tahun 2026 ini, jumlah peminat UB pada jalur SNBT sebesar 66.412 pemilih, yang terdiri atas 37.575 orang memilih pada pilihan pertama, 30.199 orang pada pilihan kedua, 7.123 pada pilihan ketiga, dan 7.716 orang pada pilihan keempat.
Sebanyak 66.412 pendaftar tersebut akan memperebutkan kuota SNBT sebanyak 5.793 kursi.