Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan
TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Neni Putri, kakak ipar Aan alias Shubhan Fernando (36) alias 'Paman Penakluk Naga' yang menggelapkan uang mertua Rp 4,7 miliar di Kepahiang, mengungkap kondisi adiknya, Jannah Lia.
Jannah Lia merupakan istri dari Aan yang kini dalam kondisi syok setelah mengetahui kelakuan suaminya foya-foya dan main perempuan menggunakan uang ayahnya.
Kasus ini sebelumnya diungkap Polres Kepahiang setelah tersangka Aan alias Shubhan Fernando (36) diamankan pada Kamis (9/4/2026) usai dilaporkan mertuanya terkait dugaan penggelapan uang hasil penjualan kopi senilai Rp4,7 miliar.
Tidak hanya itu, kasus ini menjadi viral di media sosial dan ramai diperbincangkan warganet di Bengkulu.
Kasat Reskrim Polres Kepahiang, Iptu Bintang Yudha Gama, menerangkan bahwa penangkapan dilakukan berdasarkan laporan nomor: LP/B/40/IV/2026/SPKT/POLRES KEPAHIANG/POLDA BENGKULU pada Selasa (7/4/2026).
"Telah diamankan satu orang berinisial SF di Kepahiang berdasarkan laporan oleh D yaitu adanya penggelapan," ucap Bintang pada Senin (13/4/2026).
Ia mengungkapkan bahwa jumlah kerugian yang dialami pelapor mencapai sekitar Rp4,7 miliar dan masih dalam proses perhitungan lebih lanjut.
"Jumlah kerugian yang dilaporkan sendiri sekitar Rp 4,7 miliar namun kita masih merincikan jumlah kerugian sebenarnya yang dialami korban," jelas Bintang.
Baca juga: Video Syur 58 Detik Terungkap, Keluarga Korban Akan Laporkan Aan Menantu Gadun ke Polda Bengkulu
Kondisi Jannah
Setelah kasus tersebut mencuat, kakak ipar korban, Neni, juga mengungkap adanya bukti video perselingkuhan tersangka.
Tersangka ternyata menghabiskan uang mertuanya untuk foya-foya ke Bali, dugem ke klub malam, dan selingkuh dengan seorang perempuan yang diduga mahasiswi salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Bengkulu.
"Kalau keterangan pelaku uangnya telah habis, kita masih terkendala menelusurinya karena sebelumnya pelaku ini menerima uang dari pembeli dalam bentuk tunai," jelas Neni.
Kendati demikian, ditemukan juga barang bukti video, foto, bukti transfer, dan chatingan tersangka dengan selingkuhan di hanphone tersembunyi milik tersangka.
"Ketemu handphone satu lagi itu. Terbongkarlah chat dengan selingkuhannya selama ini," ungkap Neni.
Dalam menjalin perselingkuhan tersebut, ditemukan juga video bahwa tersangka telah melakukan hubungan badan di luar pernikahan.
"Bukti yang saya temukan adalah video syur yang mereka buat sendiri di handphone tersangka dan selingkuhannya," beber Neni.
Lanjut Neni menerangkan bahwa video syur di handphone tersangka tersebut berdurasi sekitar 58 detik.
"Video itu berdurasi sekitar 58 detik," ujar Neni.
Mengetahui hal tersebut, Neni menerangkan respon adiknya yang juga merupakan istri tersangka.
"Awal pertama kali tau jelas dia syok menangis tidaak bisa berkata apapun lagi jadi saat sudah tau dia minta cerai," jelas Neni.
Di sisi lain, penghianatan tersebut semakin pilu karena terjadi saat adiknya yang tengah merawat bayi yang masih berusia 4 bulan.
"Punya anak masih umur 4 bulan, anak itu di nanti-nanti 5 tahun, anaknya baru umur 1 bulan bapaknya selingkuh," ungkap Neni.
Ditambah lagi, ia khawatir dengan penyakit akut kecemasan berlebihan yang dimiliki adiknya sejak sebelum menikah.
"Adik aku punya penyakit Anxiety disorder yang memang sudah akut, jadi dia cemas berlebihan itu terjadi sejak dari masih gadis dulu," pungkas Neni.
Sosok Aan
Selain itu, Neni juga mengungkap sosok Aan yang menurutnya malas kerja dan sering judi online atau judol.
Nenei mengatakan, Aan merupakan pria kelahiran Bengkulu 15 Maret 1990.
Diketahui bertemu dengan istrinya saat berada di Jakarta, ketika adik kandung Neni tengah menempuh pendidikan, sebelum akhirnya menikah pada 2019.
“Mereka bertemu dan dekat saat adik aku di Jakarta, terus mereka menikah pada 2019,” ucap Neni.
Usai menikah, Shubhan yang diketahui bekerja sebagai barista kopi disebut lebih banyak menunjukkan sikap pendiam di lingkungan keluarga.
Namun, menurut Neni, sikap tersebut berbeda ketika Aan berada di luar lingkungan keluarga.
Ia disebut kerap menunjukkan gaya hidup seolah-olah berkecukupan di hadapan teman-temannya.
“Orangnya pendiam di keluarga tapi dengan teman-temannya banyak gaya, suka membangga-banggakan seperti orang kaya,” ujar Neni.
Selain itu, Aan juga dinilai kurang peduli terhadap keluarga, termasuk jarang menjenguk orang tua kandungnya sendiri.
“Kurang peduli orangnya, selain istrinya dibuat seperti itu dan bapak kandungnya saja jarang dijenguk,” ungkapnya.
Dalam kesehariannya, Aan diketahui bekerja menjualkan kopi milik mertuanya.
Namun demikian, Aan disebut cenderung malas dan tidak memiliki inisiatif jika tidak diperintah.
“Dia bukan pekerja keras, harus diperintah baru bergerak,” tambah Neni.
Di sisi lain, keluarga juga menyebut Aan terlibat dalam aktivitas judi online dan sabung ayam.
Modus Pelaku
Sementara itu, Kanit Pidum Satreskrim Polres Kepahiang Ipda Abdullah Barus mengungkapkan kronologi penggelapan tersebut bermula saat tersangka diminta menjual kopi ke pembeli di Kabupaten Rejang Lebong.
"Jadi kronologi kasus penggelapan SF yakni tersangka mendapat instruksi dari korban untuk menjual kopi kepada pembeli di Curup," ucap Barus.
Namun, uang hasil penjualan kopi tersebut disampaikan tersangka kepada korban bahwa belum dibayar sepenuhnya oleh pembeli.
"Kemudian uang dari penjualan kopi tersebut disampaikan kepada korban bahwa belum di bayar seluruhnya oleh pembeli dan masih terutang," jelas Barus.
Ternyata, uang tersebut telah sepenuhnya dibayar oleh pembeli dan telah digelapkan oleh tersangka.
"Sementara keterangan dari pembeli bahwa kopi tersebut sudah seluruhnya di bayar. Nah uang itu lah yang diambil atau digelapkan oleh tersangka ini," ungkap Barus.
Ditambahkan Barus, berdasarkan hasil pemeriksaan tersangka, aksi penggelapan tersebut sudah dilakukan sembilan kali.
"Jadi berdasarkan keterangan tersangka penggelapan ini sudah sekitar sembilan kali dilakukan," beber Barus.
Gabung grup Facebook TribunBengkulu.com untuk informasi terkini