PROHABA.CO, BANDA ACEH - Prestasi membanggakan kembali lahir dari dunia pendidikan Aceh.
Muhammad Zayyan Nurkhairi, siswa SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe, berhasil lolos sebagai finalis Program Pertukaran Pelajar Asia Kakehashi Project+ (AKP+) 2026 ke Jepang.
Pengumuman resmi kelulusan tersebut disampaikan oleh Bina Antarbudaya – AFS Indonesia melalui surat resmi.
Program AKP+ dikenal memiliki proses seleksi yang sangat ketat.
Tahapan seleksi mencakup penilaian administrasi yang komprehensif, wawancara mendalam, serta evaluasi kesesuaian profil peserta dengan kriteria program.
Fokus utama seleksi adalah pada pemahaman lintas budaya, potensi kepemimpinan, serta kesiapan siswa untuk menjadi jembatan antarbangsa.
Keberhasilan Zayyan menunjukkan kualitas akademik dan karakter yang unggul.
Asia Kakehashi Project+ merupakan beasiswa penuh dari Pemerintah Jepang yang bertujuan memperkuat pemahaman antarbudaya antara siswa SMA di Asia dengan masyarakat Jepang.
Selama program berlangsung, para finalis akan tinggal bersama keluarga angkat (host family) atau di asrama sekolah, serta mengikuti kegiatan akademik di sekolah menengah atas di Jepang.
Dengan demikian, peserta tidak hanya menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga mengalami langsung kehidupan sosial dan budaya Jepang.
Baca juga: Misrina, Guru SMAN Unggul Pidie Jaya Juara Lomba Cerita Anak 2026
Baca juga: Ayah di Cilacap Tega Cabuli Anak Kandung hingga Melahirkan, Terancam 20 Tahun Penjara
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Lhokseumawe, Supriariadi MPd, menyampaikan rasa bangga atas capaian ini.
“Kami menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangga yang setinggi-tingginya kepada Ananda Muhammad Zayyan Nurkhairi atas capaiannya terpilih sebagai finalis Asia Kakehashi Project+ 2026.
Ini bukan hanya prestasi pribadi atau sekolah, melainkan juga kebanggaan bagi Aceh, khususnya Kota Lhokseumawe,” ujarnya.
Asia Kakehashi Project+ merupakan beasiswa penuh dari Pemerintah Jepang yang menitikberatkan pada pembangunan jejaring antara pemuda Asia.
Sementara itu, Kepala SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe, Sarlivanti MPd, menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari konsistensi sekolah dalam mendukung pengembangan ‘student agency’ dan kompetensi global siswa.
Menurutnya, pencapaian Zayyan adalah bukti nyata bahwa generasi muda Aceh mampu bersaing di tingkat internasional.
Keberhasilan Zayyan menjadi representasi semangat generasi muda Indonesia untuk aktif di kancah global.
Melalui program ini, ia diharapkan tidak hanya memperdalam ilmu pengetahuan dan teknologi di Negeri Sakura, tetapi juga menjadi duta budaya yang memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia, khususnya Aceh, kepada masyarakat internasional.
Sebagai finalis, Zayyan akan menjalani serangkaian persiapan keberangkatan yang dikelola oleh Bina Antarbudaya–AFS Indonesia.
Persiapan tersebut mencakup pelatihan bahasa, kesiapan mental, serta pembekalan budaya agar ia mampu beradaptasi dengan baik selama berada di Jepang.
(Serambinews.com/Yarmen Dinamika)
Baca juga: Fathina Almahira Sakhi dan 14 Siswa Fajar Harapan Banda Aceh Lolos Seleksi Universitas Luar Negeri
Baca juga: Tiga Mahasiswa Magister UBBG Banda Aceh Sukses Jadi Speaker Internasional di Malaysia
Baca juga: 69 Siswa SMAN 3 Banda Aceh Tembus PTN Lewat Jalur Prestasi, Didominasi USK