TRIBUNNEWS.COM - Roberto Mancini memilih bungkam saat ditanya soal peluang kembali melatih Timnas Italia.
Kursi pelatih Timnas Italia kini menjadi salah satu topik terpanas di sepak bola Eropa.
Mundurnya Gennaro Gattuso pasca kegagalan lolos ke Piala Dunia telah memicu spekulasi besar.
Sejumlah nama pelatih top masuk dalam bursa calon pengganti, termasuk Antonio Conte dan Massimiliano Allegri yang disebut sebagai kandidat terdepan.
Conte bahkan secara terbuka mengakui ketertarikannya untuk kembali menangani Gli Azzurri, mengingat ia pernah melatih tim tersebut pada periode 2014–2016.
Namun di tengah ramainya spekulasi, nama Roberto Mancini juga ikut mencuat menjadi kandidat pelatih.
Baca juga: Kandidat Pengganti Gattuso: Mancini Berpeluang Kembali, Guardiola Jadi Impian Latih Timnas Italia?
Sosok yang pernah membawa Italia juara Euro 2020 itu disebut-sebut tertarik kembali ke kursi pelatih tim nasional.
Mancini baru-baru ini kembali ke Coverciano, -pusat pelatihan timnas Italia, untuk menghadiri acara penghargaan "Inside the Sport 2026".
Dalam kesempatan tersebut, ia sempat berbicara soal kondisi sepak bola Italia, termasuk kegagalan terbaru tim nasional.
Ia mengakui hasil buruk seperti kegagalan lolos ke Piala Dunia adalah bagian dari sepak bola.
"Ada saatnya segalanya berjalan baik, ada juga saatnya tidak. Itu bagian dari olahraga. Kita harus terus bekerja keras," kata Mancini.
Ia tetap optimistis dengan masa depan Italia, menyoroti munculnya pemain-pemain muda potensial yang diyakini bisa mengangkat kembali prestasi tim nasional.
"Orang yang paling mengesankan saya adalah Palestra. Cancellieri juga memiliki kualitas hebat, tidak banyak yang dikatakan tentang dia. Ada pemain bagus," kata Mancini.
Namun, ketika ditanya langsung soal kemungkinan kembali melatih Italia, Mancini justru memilih bungkam.
Respons Mancini justru singkat dan anyep alias dingin. Saat ditanya soal peluang kembali, ia menolak membahasnya.
"Saya di sini untuk menerima penghargaan, bukan untuk membicarakan hal lain. Pertanyaan berikutnya?" ujarnya.
Sikap ini kontras dengan laporan sebelumnya yang menyebutkan dirinya cukup percaya diri bisa masuk dalam daftar kandidat utama, terutama jika terjadi perubahan kepemimpinan di federasi FIGC.
Pada pertengahan 2025 lalu, Mancini juga pernah mengungkapkan penyesalannya meninggalkan Italia, yang kemudian direspon santai oleh Gabriele Gravina, saat masih menjabat Presiden FIGC kala itu.
Namun kini, Gravina sendiri sudah tak menjabat, dan kandidat kuatnya mengarah pada Giovanni Malago, yang memiliki kedekatan dengan Mancini.
Baca juga: Roberto Mancini Pengin Balik Jadi Pelatih Timnas Italia, Presiden FIGC Jawab Santai
Saat ini, Mancini masih terikat kontrak dengan Al-Sadd di Liga Qatar di mana timnya kini berada di ambang juara.
Mancini menegaskan fokusnya adalah menyelesaikan musim bersama klub tersebut.
Saat kembali didesak soal rencana karier berikutnya setelah kontraknya bersama Al-Sadd berakhir, Mancini kembali memilih meredam spekulasi.
"Saya harus menyelesaikan musim. Kadang telepon berbunyi, tapi biasanya itu anak-anak saya," ujarnya.
Al Sadd kini memimpin klasemen Liga Qatar, unggul dua poin dari rival terdekat Al Shamal.
Liga hanya menyisakan satu laga dan kemenangan di laga terakhir itu akan membuat Al Sadd juara.
Hingga saat ini belum ada indikasi jelas apakah Mancini benar-benar tertarik kembali atau tidak.
Sikapnya yang enggan membahas secara terbuka justru menambah spekulasi di tengah ketidakpastian kursi pelatih Timnas Italia.
Kedekatannya dengan sejumlah petinggi sepak bola Italia disebut bisa menjadi faktor penting.
Dan yang pasti, keputusan federasi akan sangat menentukan arah kebangkitan Gli Azzurri setelah kegagalan tiga kali lolos Piala Dunia.
(Tribunnews.com/Tio)