Tiga Perempuan Rentan Terima Bantuan ATENSI Rp12 Juta, Pemkab Bangka Selatan Pastikan Masa Depannya
Ardhina Trisila Sakti April 21, 2026 04:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyalurkan Bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) kepada tiga penerima manfaat sebagai bentuk kepedulian terhadap korban kasus sosial. 

Bantuan tersebut diberikan kepada dua anak dan satu perempuan dari kelompok rentan yang sebelumnya mengalami persoalan serius, termasuk korban tindakan asusila. Penyaluran bantuan dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah Sentra Mulya Jaya di Jakarta dari Direktorat Jenderal Rehabilitasi Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby Vita Dewi, bilang bantuan atensi yang diberikan nilainya mencapai Rp12.487.820 kepada tiga orang penerima manfaat.

Bantuan ini merupakan wujud kehadiran pemerintah dalam memastikan pemenuhan hak korban. Seluruh penerima manfaat merupakan perempuan yang masuk dalam kategori anak dan kelompok rentan. Penanganan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyelesaian kasus hingga pemberian bantuan lanjutan.

“Kami bersama dengan Kementerian Sosial menyerahkan langsung bantuan ATENSI kepada tiga penerima manfaat yang semuanya perempuan, terdiri dari dua klaster anak dan satu kelompok rentan,” ujar dia kepada Bangkapos.com, Selasa (21/4/2026).

Bantuan yang diberikan kata Debby mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari dukungan kewirausahaan hingga pemenuhan kebutuhan hidup layak. Pemerintah juga menyesuaikan jenis bantuan dengan kondisi masing-masing penerima manfaat agar tepat sasaran. Bantuan tersebut antara lain berupa sembako seperti beras dan telur, perlengkapan bayi, asupan nutrisi, hingga perlengkapan sekolah dan ibadah.

Selain bantuan material, pemerintah daerah juga memberikan pendampingan intensif kepada para penerima manfaat melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Pendampingan dilakukan sejak awal penanganan kasus hingga tahap pemulihan agar korban dapat kembali menjalani kehidupan secara mandiri. Pemerintah memastikan setiap korban mendapatkan perhatian dan solusi yang berkelanjutan.

“Dengan adanya kasus-kasus ini, pemerintah daerah harus hadir untuk menyelesaikan masalah dan memastikan mereka mendapatkan pendampingan yang tepat,” jelas Wabup.

Lebih lanjut, upaya pemulihan juga mencakup pemberian kesempatan kerja dan akses pendidikan bagi korban. Seorang penerima manfaat telah mendapatkan pekerjaan, sementara lainnya kembali melanjutkan pendidikan dengan dukungan bantuan dari Kementerian Sosial. Langkah ini diharapkan dapat membantu korban bangkit dan menjalani kehidupan yang lebih baik.

Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan optimis bantuan ATENSI ini dapat menjadi langkah awal bagi para penerima manfaat untuk hidup lebih mandiri dan sejahtera. Program ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam melindungi kelompok rentan dan memastikan hak-hak mereka terpenuhi. Selain itu, turut diberikan bantuan wirausaha agar mereka dapat hidup mandiri, layak, serta memiliki pemenuhan hak anak.

“Alhamdulillah, salah satu penerima manfaat sudah bekerja dan satu anak lainnya sudah kembali bersekolah dengan dukungan bantuan yang diberikan,” ungkapnya.

Kendati demikian kata Debby, sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat diharapkan terus berlanjut dalam penanganan kasus sosial di daerah.

Program ini juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam melindungi kelompok rentan dan memastikan hak-hak mereka terpenuhi. Selain itu, pemerintah berharap sinergi lintas sektor terus diperkuat agar penanganan kasus sosial dapat dilakukan lebih cepat dan komprehensif di masa mendatang.

“Harapannya, bantuan ini dapat mendorong mereka untuk hidup mandiri, layak, dan mendapatkan pemenuhan hak secara optimal,” pungkas Debby.

(Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.