Harga Minyakita di Pasar Kranggan Jogja Tembus Rp 22.000 per Liter
Joko Widiyarso April 21, 2026 04:03 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Harga Minyakita di Pasar Kranggan Kota Yogyakarta meroket hingga mencapai Rp 22.000 per liter. 

Pedagang Pasar Kranggan, Ani mengatakan kenaikan Minyakita terjadi setelah Idulfitri 2026. Semula harga Minyakita dibanderol Rp 18.000 per liter, dan saat ini naik menjadi Rp 22.000 per liter.

"Ada kenaikan, kenaikannya cukup lumayan. Dari Rp 18.000 sekarang Rp 22.000. Kenaikannya ya bulan-bulan ini, setelah lebaran," katanya, Selasa (21/4/2026).

Ia menyebut ketersediaan Minyakita juga terbatas. Ia bahkan kesulitan mencari stok Minyakita, khususnya untuk kemasan satu liter. Kenaikan harga Minyakita ini membuat konsumen kabur.

"Nggak ada stok, langka. Konsumen kalau sudah nanya harga (Minyakita), nggak jadi beli," ujarnya.

Secara umum, minyak memang mengalami kenaikan. Kenaikannya rata-rata sebesar Rp 2.000 per liter. 

Pedagang Pasar Kranggan lain, Lina mengungkapkan saat ini ia tidak memiliki stok Minyakita. Ia menyebut memang ada kelangkaan.

"Biasanya ada (menyetok Minyakita), karena sales-nya bilang nggak punya ya sampai sekarang nggak punya (stok Minyakita). Biasanya seminggu dua kali dikirimi, rutin," ungkapnya.

Ia mengaku banyak pelanggan yang mengeluhkan kenaikan harga Minyakita, khususnya dari kalangan penjual makanan. Tingginya harga Minyakita pun mendorong konsumen beralih ke minyak merek lain atau minyak curah.

"Ya ada yang beli merek lain, tapi kalau penjual (makanan) beli minyak curah. Lumayan, 1 Kg kan Rp 23.000," lanjutnya.

Ia pun berharap ketersediaan Minyakita bisa pulih lagi. Sebab minyak dengan harga murah menjadi pilihan masyarakat dengan kemampuan ekonomi terbatas.

"Kalau bisa ya ada lagi (Minyakita), minyak untuk yang kemampuan di bawah, kasian kalau beli yang harganya mahal," imbuhnya. 

Minyakita: Dari Solusi Krisis hingga Jadi Rebutan Masyarakat

Minyakita bukan sekadar merek minyak goreng biasa. Produk ini adalah representasi kehadiran negara di dapur masyarakat saat harga pangan sedang tidak menentu. 

Diluncurkan resmi oleh Kementerian Perdagangan pada 6 Juli 2022, Minyakita lahir sebagai jawaban atas krisis minyak goreng yang sempat melumpuhkan pasar domestik setahun sebelumnya.

Tujuan Awal

Tujuan utama pemerintah meluncurkan Minyakita adalah menyediakan Minyak Goreng Rakyat dengan kemasan yang lebih higienis dibandingkan minyak goreng curah, namun dengan harga yang tetap terjangkau.

Stabilitas Harga:

Menjadi instrumen pengendali harga agar masyarakat kelas bawah tetap bisa membeli minyak goreng di bawah atau sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kepastian Pasokan:

Melalui skema Domestic Market Obligation (DMO), produsen diwajibkan menyetor sebagian produksi CPO mereka ke dalam program Minyakita sebelum diizinkan melakukan ekspor.

Modernisasi Minyak Curah:

Mengalihkan kebiasaan masyarakat dari mengonsumsi minyak curah ke minyak kemasan yang lebih bersih, mudah didistribusikan, dan memiliki kualitas yang terstandarisasi (SNI).

Kondisi Terkini (April 2026): Harga Naik dan Barang Menghilang

Setelah beberapa tahun menjadi primadona, Minyakita kini kembali menghadapi tantangan besar. 

Memasuki bulan April 2026, laporan dari berbagai daerah menunjukkan tren yang mengkhawatirkan: harganya mulai melampaui HET dan stoknya kian langka.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.