Hari Keenam Pencarian Warga Diduga Diserang Buaya, Basarnas Kerahkan Drone Thermal
Ajie Gusti Prabowo April 21, 2026 05:50 PM

AIRGEGAS, BABEL NEWS - Memasuki hari keenam, operasi pencarian terhadap Doli (38) yang diduga hilang diterkam buaya di Sungai Nyireh, Kecamatan Airgegas, Kabupaten Bangka Selatan, terus berlanjut. Penyisiran intensif yang dilakukan Tim SAR gabungan belum membuahkan hasil. Area pencarian masih difokuskan di titik lokasi kejadian dan wilayah perairan sekitarnya. Upaya maksimal terus dilakukan di tengah berbagai keterbatasan di lapangan.

Komandan Tim Operasi SAR Gabungan, Afrian Nur Fajar, mengatakan sejak pagi hari, tim gabungan yang terdiri dari Rescuer Kantor SAR Pangkalpinang, Unit Siaga SAR Toboali, aparat kepolisian, personel TNI AD, serta warga dan nelayan setempat bergerak melakukan penyisiran. 

Mereka menyisir aliran sungai dan area rawa yang menjadi titik duga hilangnya korban. Sinergi lintas instansi dan masyarakat menjadi kunci dalam memperluas jangkauan pencarian. "Seluruh unsur bekerja secara terkoordinasi untuk memastikan tidak ada area yang terlewat," kata Afrian Nur Fajar, Selasa (21/4).

Menghadapi risiko tinggi di lokasi yang dikenal sebagai habitat buaya kata Afrian Nur Fajar, tim SAR menerapkan standar keselamatan ketat selama operasi berlangsung. Personel yang melakukan penyisiran di perairan dilengkapi dengan Crocodile Attack Protection Equipment (CAPE). 

Peralatan ini menjadi pelindung utama dari potensi serangan predator saat tim bekerja di atas air. Pengawasan terhadap pergerakan tim di sungai juga dilakukan secara intensif guna meminimalisasi risiko.

Pada Senin (21/4), Tim SAR gabungan memutuskan untuk melanjutkan pencarian pada malam hari dengan strategi berbeda. Risiko tinggi di perairan saat gelap membuat tim menghindari penyisiran langsung di sungai. 

Sebagai gantinya, teknologi pemantauan udara mulai dioptimalkan untuk mendukung pencarian. "Pendekatan ini dinilai lebih aman sekaligus efektif untuk menjangkau area sulit," jelas Afrian Nur Fajar.

Menurutnya penggunaan drone thermal menjadi langkah utama dalam pencarian malam hari. Teknologi ini mampu mendeteksi perbedaan suhu yang berpotensi mengindikasikan keberadaan korban. Pemantauan difokuskan pada titik-titik rawa yang sulit diakses tim darat. Kehadiran drone thermal diharapkan mampu menembus keterbatasan visual pada malam hari.

"Penyisiran darat dan perairan hingga sore tadi masih nihil, sehingga malam ini kami memaksimalkan penggunaan drone thermal untuk mendeteksi anomali suhu tubuh dari udara," sebutnya.

Pemantauan udara masih terus berlangsung di bawah koordinasi Tim SAR gabungan. Seluruh unsur tetap bersiaga untuk menindaklanjuti setiap temuan dari hasil pemantauan drone. Proses pencarian akan terus dilanjutkan hingga korban ditemukan. Tim SAR memastikan operasi akan dilakukan secara maksimal dengan mengedepankan keselamatan personel. (u1)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.