Jakarta (ANTARA) - Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, mengoptimalkan bantuan 22 unit gerobak sampah dari PAM JAYA untuk mendorong penguatan sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat, termasuk percepatan pembentukan bank sampah di setiap Rukun Warga (RW).

"Selain sarana, yang tidak kalah penting adalah perubahan perilaku masyarakat dalam memilah sampah dari rumah. Ini akan sangat membantu proses pengangkutan hingga pengolahan," kata Wali Kota Jakarta Timur Munjirin saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Sementara itu, Lurah Pondok Kopi Sandy Adamsyah mengatakan, bantuan yang diserahkan tidak hanya difokuskan pada peningkatan sarana pengangkutan sampah, tetapi juga menjadi momentum memperbaiki pola pengelolaan dari hulu ke hilir.

Menurut Sandy, keberadaan gerobak sampah baru ini akan mempercepat pengumpulan sampah di tingkat rumah tangga.

Namun, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada fasilitas, melainkan juga partisipasi aktif warga.

Sebanyak 22 gerobak tersebut akan didistribusikan ke seluruh RW untuk memperkuat sistem pengumpulan sampah.

Dengan dukungan sarana tersebut, diharapkan alur pengangkutan menjadi lebih efisien dan tidak menimbulkan penumpukan di lingkungan.

Seiring dengan itu, penataan sistem Tempat Penampungan Sementara (TPS) juga terus dilakukan. TPS Rawadas yang kini telah ditutup, sehingga warga diarahkan membuang sampah ke TPS Rawayaya di RW 04.

Di RW 03, sistem pengangkutan langsung diterapkan, di mana sampah dari gerobak diangkut oleh truk compactor (jenis truk yang dirancang khusus untuk mengumpulkan dan memadatkan sampah) tanpa melalui TPS.

Sementara itu, Ketua Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Pondok Kopi Ega Harimurti menyebut, pihaknya akan fokus mendorong pembentukan bank sampah sebagai solusi jangka panjang.

Menurutnya, bank sampah tidak hanya berfungsi mengurangi volume sampah yang masuk ke TPS, tetapi juga dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat melalui pemanfaatan sampah daur ulang.

"Melalui perwakilan LMK di tiap RW, kami akan mengedukasi warga untuk mulai membentuk bank sampah. Ini langkah konkret agar pengelolaan sampah tidak hanya selesai di pembuangan, tetapi juga memberi manfaat ekonomi," jelas Ega.

Ega menambahkan, kolaborasi antara pemerintah kelurahan, LMK, dan dukungan CSR dari PAM JAYA menjadi kunci dalam menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Dengan pendekatan berbasis masyarakat dan dukungan sarana yang memadai, Kelurahan Pondok Kopi menargetkan pengelolaan sampah yang lebih tertata, efisien, dan berdampak langsung bagi kebersihan lingkungan serta kesejahteraan warga.