Hari Kartini di Jepara: Perempuan Generasi Muda Berani Berpikir dan Semangat Perubahan
rival al manaf April 21, 2026 05:57 PM

TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Peringatan Hari Kartini 2026 di Kabupaten Jepara diisi dengan apel, parade busana adat, hingga seni melukis dan mengukir sosok RA Kartini.

Apel digelar di halaman kantor Setda Jepara dengan petugas yang terlibat semuanya dari kalangan perempuan. Termasuk inspektur upacara yang juga diperankan langsung oleh sosok perempuan Jepara, Laila Saidah Witiarso Utomo.

Peserta apel semuanya diikuti oleh perempuan-perempuan Jepara dalam rangka menyemarakkan Hari Kartini 2026.

Baca juga: Pemkot Semarang Siapkan Huntara Bagi Warga Terdampak Tanah Gerak Jangli, Namun Masih Ada Kendala

Baca juga: BPJN Bantah Perbaikan Gombel Lama Terkait Pembangunan Pakuwon Mall, Ini Alasannya

Laila Saidah menuturkan, di tanah kelahiran RA Kartini yaitu Kabupaten Jepara, tidak hanya sekadar memperingati sosok pahlawan nasional. Juga merawat warisan pemikiran besar yang lahir dari Bumi Jepara.

Sebagai masyarakat Jepara, kata dia, sudah sepantasnya memikul tanggung jawab moral untuk meneruskan api semangat RA Kartini.

Peringatan Hari Kartini tidak boleh berhenti pada simbol semata, namun harus menghidupkan kembali ruh pemikirannya yang sudah mendarah daging. 

Meski hanya hidup 25 tahun, Kartini dinilai mampu melampaui zamannya sebagai sosok visioner, cerdas, religius, pejuang kesetaraan, sekaligus penggerak ekonomi kreatif.

"Semangat inilah yang harus kita teladani, bahwa perempuan Jepara harus cerdas, adaptif terhadap teknologi, berjiwa religius, dan tetap menjaga kodrat mulianya," terangnya, Selasa (21/4/2026).

Tema Hari Kartini 2026 adalah "Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas 2045" mengandung PR beberapa hal yang perlu dilakukan bersama.

Laila Saidah yang juga sebagai Ketua Dekranasda Jepara menegaskan, perempuan Jepara harus hadir menyelesaikan persoalan nyata. Seperti kemiskinan, kekerasan, stunting, dan perkawinan anak, serta memastikan tidak ada anak yang putus sekolah.

Dia mendorong semua perempuan Jepara agar bisa menjadikan Jepara sebagai pusat literasi Kartini. Mengajarkan generasi muda tentang keberanian berpikir dan semangat perubahan, bukan sekadar mengenal gambar sosok RA Kartini dari buku saja.

"Perkuat pula keterwakilan perempuan di ruang publik dan legislatif untuk pengambilan kebijakan dan menyuarakan aspirasi demi masa depan bangsa," ujar dia.

Laila juga menegaskan bahwa perempuan hari ini bukan lagi sekadar konco wingking yang terbatas pada ranah domestik.

Saatnya perempuan diberikan ruang untuk berdikari, berekspresi, dan membuktikan bahwa setiap langkah mampu membawa perubahan besar.

Berupaya meningkatkan kapasitas diri sebagai ibu, sekaligus pendidik utama dalam keluarga melalui penguasaan ilmu pengetahuan, agar mampu mendidik generasi mendatang dengan benar.

"Selamat Hari Kartini. Mari kita wujudkan semangat Kartini sebagai energi nyata dalam pembangunan Jepara, demi perempuan yang berdaya dan anak-anak yang terlindungi," tegasnya.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo menyampaikan pentingnya transformasi semangat Kartini ke dalam aksi nyata.

Dengan peringatan Hari Kartini menjadi pengingat bahwa perjuangan perempuan belum selesai.

Kartini telah membuka jalan, selanjutnya menjadi tugas generasi penerus dalam memastikan perempuan Jepara mampu berdiri sejajar, berdaya, dan menjadi solusi atas berbagai persoalan sosial.

Witiarso juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jepara berkomitmen memperkuat kebijakan yang berpihak pada perempuan dan anak, termasuk berkaitan dengan bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.

"Keterlibatan aktif perempuan dalam pembangunan menjadi kunci dalam menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera," tegasnya. (Sam)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.