Daftar Obat Umum yang Perlu Dibawa saat Ibadah Haji 2026, Lengkap List Barang Penting Lainnya
ferri amiril April 21, 2026 07:35 PM

TRIBUNPRIANGAN.COM - Jadwal keberangkatan Jamaah Haji memasuki babak baru.

Dimana perhari ini Selasa (21/4/2026) jadi tanggal perdana keberangkatan Jamaah Haji se-Jawa Barat (Jabar).

Berbagai kesiapan pun sudah harus disiapkan, bagi para kloter yang baru akan berangkat dihari-hari selanjutnya.

Persiapan yang perlu dibawa jemaah haji pun tidak bisa sembarangan atau asal-asalan pasalnya, hal ini berkaitan dengan kelangsungan aktifitas ibadah haji selama kurang lebih beberapa pekan kedepan.

Adapun hal yang tak boleh terlupakan adalah packingan barang serta kebutuhan selama safar, termasuk obat dan kebutuhan khusus yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing jamaah haji.

Ya, obat-obatan menjadi alternatif paling utama bagi keselamatan para jamaah, sebab para jamaah nantinya akan bertemu dengan kondisi iklim, udar, dan situasi yang berbeda dengan Indonesia.

Baca juga: 21 April Jadi Jadwal Perdana Keberangkatan Jamaah Haji Jabar 2026, 7 Daerah Priangan Timur Kapan?

Sekedar info, kondisi cuaca di Arab Saudi selama musim haji 2026 diperkirakan tetap panas dengan tingkat kelembapan rendah, sehingga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi jemaah.

Pasalnya, mengutip berbagai sumber suhu siang hari di Makkah mencapai sekitar 39 derajat Celsius, sementara di Madinah berkisar 38 derajat Celsius. 

Kondisi ini dinilai cukup ekstrem, terutama bagi jemaah asal Indonesia yang terbiasa dengan iklim tropis lembap.

Tenaga kesehatan dari Tim Kesehatan Penyelenggara Ibadah Haji (PKPPJH) Sektor 1 Daerah Kerja Bandara, dr M Fathi Banna Al Faruqi, mengingatkan bahwa perbedaan suhu dan kelembapan menjadi faktor utama yang perlu diantisipasi.

“Udara kering membuat cairan tubuh lebih cepat menguap, sehingga risiko dehidrasi meningkat meski jemaah tidak merasa berkeringat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dehidrasi ringan menjadi kondisi paling umum yang dialami jemaah. Gejala awalnya sering tidak disadari, salah satunya ditandai dengan bibir kering dan pecah-pecah.

Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi luka terbuka hingga memicu infeksi. Selain itu, jemaah juga berpotensi mengalami sariawan yang berdampak pada menurunnya nafsu makan dan asupan energi.

“Ketika asupan makan berkurang, kondisi fisik jemaah bisa menurun dan berisiko mengganggu kelancaran ibadah,” jelasnya.

Dengan kondisi cuaca yang cenderung ekstrem, kesiapan individu menjadi kunci utama. Petugas kesehatan berharap jemaah dapat menjaga pola hidup sehat selama di Tanah Suci agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan optimal.

Baca juga: Naskah Sambutan dan MC Acara Walimatussafar Haji 2026, Lengkap Jadwal Berangkat Jemaah di Priangan

Disisi lain, berdasarkan data Kemenag pada pelaksanaan Ibadah Haji dua tahun belakangan mencatat ada sekitar 89.085 jemaah dengan rentan usia 65 tahun ke atas. 

Dimana jumlah tersebut sekitar 45.000 jemaah haji reguler pada tahun 2024, dan 44.085 tahun 2025.

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa Jamaah dengan usia lanjut lebih dominan berangkat dari tahun ke tahun, termasuk pada 2026 ini.

Belum ada data pasti mengenai jumlah jamaah lanjut usia untuk tahun ini, namun berdasarkan catatan Tim Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jemaah Haji (PKP3JH) dari tahun ke tahun, perlu adanya peningkatan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi dan situasi berjalan.

Pasalnya, mengutip kemenag.go.id dari Kasi Lansia, Disabilitas, dan PKP3JH Daker Madinah, Dokter Leksmana menyatakan, umumnya terdapat beberapa penyakit yang rentan dialami jemaah haji saat di tanah suci.

"Ada beberapa penyakit yang sering dialami jemaah haji, yaitu: Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), diakibatkan karena kerumunan besar jemaah, polusi udara, dan perubahan suhu yang drastis di Mekah dan Madinah." ungkapnya.

"Gangguan pencernaan, seperti diare, muntah, atau sakit perut, yang disebabkan oleh perubahan pola makan, air minum yang berbeda, dan sanitasi yang mungkin tidak memadai juga perlu diwaspadai." imbuhnya.

Selain itu, kondisi dehidrasi menjadi risiko paling serius terutama jika kekurangan asupan air putih di tengah suhu yang meningkat.

Adapun, penyakit kulit, infeksi jamur, ruam panas, atau luka akibat gesekan pakaian bisa terjadi karena panas dan kelembaban yang tinggi.

Juga penyakit menular, seperti flu, demam, atau penyakit menular lainnya karena interaksi dengan jemaah dari berbagai negara dengan kondisi kesehatan yang berbeda juga perlu diantisipasi.

Baca juga: 3 Naskah Bahasa Sunda Acara Walimatussafar Haji 2026, Mugi Allah Nyiptakeun Pamiaraga anu Barokah

Untuk itu, Dokter Leksmana merekomendasikan beberapa obat yang disarankan untuk dibawa oleh jemaah haji, yaitu:

1. Obat Antidiare,

2. Obat Pencernaan,

3. Obat Pereda Nyeri,

4. Obat Alergi,

5. Obat untuk Masalah Kulit,

6. Obat flu dan batuk,

7. Obat Pribadi, Obat-obatan yang biasa dikonsumsi untuk kondisi kesehatan tertentu, seperti obat untuk tekanan darah tinggi, diabetes, jantung atau kondisi medis lainnya.

Daftar Perlengkapan yang Wajib Dibawa Selama Saffar Haji 2026

Mengutip situs resmi, Badan Pengelola Keuangan Haji di bpkh.go.id, terdapat sedikitnya 12 barang perlu dan penting untuk dibawa saat perjalanan Haji.

Perlangkapan yang dibawa disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan para Jamaah.

Namun terdapat perengakapan yang paling umum dibawa, berikut ini daftaranya:

1. Mukena dan Sajadah 

Perlengkapa ini menjadi perlengkapan wajib karena digunakan untuk shalat setiap hari. 
Mukena dengan bahan ringan dan mudah dilipat dan tidak memakan banyak tempat sangat disarankan. 

Begitupula dengan sajadah yang berukuran kecil serta praktis untuk memastikan kebersihan saat beribadah di tempat umum.

2. Sandal dan Sepatu yang Nyaman

Selama melaksanakan haji, Jama'ah akan banyak berjalan kaki, dan membawa sandal juga sepatu yang nyaman sangatlah penting. 

Pilih sandal dengan tali yang kuat dan sol empuk agar tidak mudah lepas saat berdesakan. 
Pastikan juga ukuran sandal Anda pas dan tidak menyebabkan lecet. 

3. Tas Kecil atau Waist Bag

Ini sangat berguna untuk membawa barang-barang penting seperti uang, dokumen, hand sanitizer, dan obat-obatan. 

Selain itu, waist bag juga memungkinkan Anda untuk bergerak bebas tanpa repot membawa tas besar.

4. Masker dan Hand Sanitizer

Masker dan hand sanitizer adalah perlengkapan yang tidak boleh terlewatkan, terutama dalam situasi yang penuh sesak seperti selama haji. 

Masker dapat melindungi Anda dari debu dan polusi, sementara hand sanitizer berguna untuk menjaga kebersihan tangan ketika tidak ada air bersih yang tersedia.

5. Dokumen Penting

Dokumen penting seperti paspor, visa, tiket penerbangan, identitas diri, serta kartu kesehatan adalah perlengkapan yang wajib dibawa. Pastikan semua dokumen ini tersimpan dalam map atau dompet khusus agar tidak mudah hilang. 

Selain dokumen asli, sebaiknya Anda juga membawa salinan atau foto dari dokumen-dokumen ini sebagai cadangan jika diperlukan. 

Jika memungkinkan simpan dokumen dengan rapi dan selalu bawa di tempat yang aman, seperti tas kecil atau waist bag, agar mudah diakses ketika dibutuhkan.

6. Bekal Makanan Sehat

Membawa bekal makanan yang tahan lama, bergizi, dan sesuai dengan selera sangat penting agar Anda tetap fit selama ibadah haji. 
Beberapa contoh bekal yang bisa dibawa adalah kacang-kacangan, kurma, biskuit gandum, atau buah kering. 

Pastikan bekal makanan tersebut tidak cepat basi dan praktis dibawa.

7. Pakaian Dalam yang Cukup dan Mudah Dicuci

Pakaian dalam adalah hal yang perlu diperhatikan. 

Bawa pakaian dalam dalam jumlah cukup untuk beberapa hari dan pastikan mudah dicuci. 

Memilih bahan katun yang mudah kering akan sangat membantu dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan selama beribadah.

8. Obat-obatan Pribadi dan Vitamin

Sangat disarankan untuk membawa obat-obatan pribadi, terutama jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu. 

Obat-obatan seperti analgesik, obat flu, obat maag, dan antiseptik luka menjadi pilihan umum. 

Selain itu, bawa vitamin untuk menjaga stamina agar tubuh tetap sehat selama menjalani ibadah.

9. Alat Kebersihan Pribadi

Jangan lupakan alat kebersihan pribadi seperti sabun, shampo, sikat gigi, dan pasta gigi, ada baiknya juga untuk membawa versi travel-size untuk menghemat ruang. 

Selain itu, tisu basah dan tisu kering juga sangat penting untuk kebersihan di area yang sulit dijangkau air. 

10. Pembalut atau Pantyliner

Perlengkapan ini sangat penting bagi perempuan. 
Meskipun Anda sudah menggunakan obat penunda haid, Anda tetap perlu berjaga-jaga dengan membawa pembalut atau pantyliner. 

Pilih yang nyaman dan pastikan jumlahnya mencukupi untuk mengantisipasi situasi yang tidak terduga.

11. Payung Lipat atau Topi

Cuaca di Mekkah sering kali panas terik, sehingga membawa payung lipat atau topi adalah pilihan yang bijak untuk melindungi diri dari sinar matahari. 

Selain itu, payung juga dapat membantu melindungi Anda jika tiba-tiba terjadi hujan saat sedang beribadah di luar ruangan.

12. Buku Doa dan Al-Qur'an Portable

Buku doa dan Al-Qur'an dalam ukuran kecil sangat berguna untuk dibawa kemana pun Anda pergi selama haji. 

Dengan demikian, Anda bisa memanfaatkan waktu senggang untuk berzikir atau membaca ayat-ayat suci dengan lebih khusyuk.

Baca juga: Kumpulan Doa Berangkat Haji 2026, Lengkap dari Doa Ketika Berangkat Hingga Doa Sampai Tujuan

Jadwal Keberangkatan Jammah Haji Jabar 2026

Penerbangan yang akan menggunakan maskapai Saudia dari BIJB Kertajati, Kabupaten Majalengka, mulai 22 April 2026.

Hal ini sesuai dengan penjelasan Kabag TU Kantor Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat, Elfin Fakhridas yang kabar sebelumnya.

Dimana akan ada sebanyak 17.400-an jemaah haji asal Jawa Barat berangkat ke Tanah Suci melalui Asrama Haji Jawa Barat di Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu.

17.400-an jemaah haji itu terbagi dalam 40 kelompok terbang (kloter) yang masing-masing berjumlah kira-kira 440-an orang ditambah empat ketua kloter, pendamping ibadah, dokter, dan perawat.

Belasan ribu jemaah haji tersebut berasal dari 19 kota dan kabupaten di Jawa Barat, sedangkan delapan daerah sisanya berangkat dari Embarkasi Bekasi.

8 daerah tersebut adalah Depok, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, Cianjur, Kota dan Kabupaten sukabumi, serta Karawang.

Pihak Kaknwil Jabar pun memastikan seluruh fasilitas dan sistem layanan siap untuk menyambut kloter pertama yang berasal dari Kabupaten Indramayu, dan dijadwalkan masuk asrama pada 21 April 2026.

"Insyaallah, kloter pertama masuk asrama pada 21 April 2026 dan akan terbang ke Tanah Suci 22 April 2026. Tahun ini, Embarkasi Kertajati hanya melayani jemaah haji dari Jawa Barat," kata Elfin Fakhridas.

Disamping itu,  masa keberangkatan jemaah yang berlangsung selama 21 April - 19 Mei 2026 ini akan menerima fasilitas berupa penginapan selama semalam di empat gedung penginapan yang masing-masing berkapasitas 400-an orang, kemudian terbang ke Tanah Suci pada keesokan harinya.

Baca juga: Doa-doa Pendek Mudah Dihafal Untuk Ibadah Haji, Termasuk Doa Agar Jadi Haji Mabrur

"Kami memastikan, fasilitas yang tersedia sangat memadai, khususnya terkait penginapan, karena totalnya ada empat gedung yang mampu menampung satu kloter penuh, sedangkan setiap hari hanya melayani dua kloter," ujar Elfin Fakhridas.

Jika demikian, 7 daerah Priangan Timur otomatis akan masuk pada keberangkatan yang diberangkatkan melalui Kertajadi, seperti 19 Kota dan Kabupaten lainnya.

Lantas kapan jadwal keberangkatan tiap daerahnya? berikut penjelasan lengkapnya.

Jadwal Keberangkatan Jamaah Haji Priangan

1. Kota Tasikmalaya

Berdasarkan jadwal yang ditetapkan untuk jemaah calon haji asal Kota Tasikmalaya terbagi empat kelompok terbang (kloter) yakni kloter dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni kloter 4, 20, 28 dan 29.

Untuk calon jemaah haji kloter 4 dijadwalkan mulai masuk ke Gedung Dakwah Islam (GDI) pada 23 April 2026 pukul 01.00 WIB dan masuk asrama sekira pukul 11.05 WIB, dengan keberangkatan tanggal 24 April 2026 sekira pukul 11.05 WIB dari Bandara Kertajati dan nomor penerbangan SV 5105.

Sedangkan untuk Kloter 20, calon jemaah haji mulai masuk ke Gedung Dakwah Islam tanggal 05 Mei 2026 sekira pukul 08.00 WIB.

Jadwal masuk asrama dilakukan tanggal 05 Mei pada pukul 17.05 WIB, dan keberangkatan dilakukan di tanggal 6 Mei 2026 sekira pukul 17.05 WIB dengan kode penerbangan SV 5409.

Selanjutnya untuk kloter 28, Calhaj mulai masuk Gedung Dakwah Islam (GDI) pada tanggal 12 Mei pukul 23.00 WIB dan masuk asrama tanggal 13 Mei 2026 pukul 09.30 WIB.

Untuk keberangkatannya calon haji kloter 28 dilakukan tanggal 14 Mei 2026 pukul 09.30 WIB dengan kode penerbangan SV 5221.

Kloter 29 calhaj asal Kota Tasikmalaya mulai masuk gedung dakwah Islam tanggal 12 Mei pukul 23.00 WIB dan masuk asrama tanggal 13 Mei pukul 16.20 WIB.

Sementara jadwal keberangkatan dilaksanakan tanggal 14 Mei 2026 pukul 16.20 dengan kode penerbangan SV 5223.

Baca juga: 10 Naskah Walimatussafar Jamaah Haji 2026, Lengkap Doa Keselamatan Pergi Hingga Pulang

2. Ciamis

Jemaah calon haji asal Ciamis terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter), yakni Kloter 15 dan Kloter 31.

Untuk Kloter 15, jemaah dijadwalkan mulai masuk ke Gedung Islamic Centre Ciamis pada Sabtu, 2 Mei 2026 pukul 03.00 WIB.

Selanjutnya, prosesi pelepasan dilakukan pukul 05.00 WIB dan keberangkatan dari Ciamis pukul 06.00 WIB di hari yang sama.

Jemaah kemudian masuk ke Asrama Haji Indramayu pada pukul 14.00 WIB, sebelum diberangkatkan ke Bandara Kertajati pada Minggu, 3 Mei 2026 pukul 11.15 WIB.

Pesawat dijadwalkan lepas landas pukul 15.45 WIB dengan nomor penerbangan SV 5105.

Sementara itu, untuk Kloter 31, jemaah mulai masuk ke Gedung Islamic Centre pada Rabu, 13 Mei 2026 pukul 23.30 WIB.

Pelepasan dilaksanakan Kamis, 14 Mei 2026 pukul 01.30 WIB dan berangkat dari Ciamis pukul 02.30 WIB.

Jemaah Kloter 31 masuk Asrama Haji Indramayu pada pukul 11.15 WIB, kemudian menuju bandara pada Jumat, 15 Mei 2026 pukul 08.15 WIB.

Pesawat dijadwalkan take off pukul 11.15 WIB dengan nomor penerbangan SV 5187.

Jumlah jemaah yang tergabung dalam Kloter 15 sebanyak 441 orang ditambah 4 petugas, sehingga total mencapai 445 orang.

Sedangkan Kloter 31 terdiri dari 414 jemaah dan 4 petugas, dengan total 418 orang.

Adapun jadwal pemulangan, Kloter 15 dijadwalkan tiba kembali pada Jumat, 12 Juni 2026 pukul 06.20 WIB dengan nomor penerbangan SV 5420. 

Baca juga: 15 Naskah Sambutan Walimatussafar Jemaah Haji 2026, Lengkap Doa Perpisahan Mohon Keselamatan

3. Garut 

Ratusan calon jemaah haji asal Kabupaten Garut kini tengah mengikuti kegiatan manasik Haji sebagai bentuk persiapan akhir guna memastikan siap secara fisik, mental, hingga pemahaman ibadah selama di Tanah Suci.

Manasik yang dilaksanakan pada hari ini, adalah persiapan untuk memberangkatkan sebanyak 174 calon jemaah Haji asal Kabupaten Garut yang dipastikan berangkat pada 7 Mei 2026 mendatang.

Mereka tergabung dalam kelompok terbang atau kloter 22 Jawa Barat bersama jemaah dari Kota Bandung dan Kota Cimahi.

4. Pangandaran dan Banjar

Jemaah haji asal Pangandaran nantinya akan tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 21 KJT.

Rangkaian keberangkatan dimulai dari Pangandaran pada 6 Mei 2026, kemudian masuk Asrama Haji Indramayu pada 7 Mei 2026, dan diberangkatkan melalui Bandara Kertajati pada 8 Mei 2026, pukul 09.15 WIB

Total calon jemaah haji asal Pangandaran yang akan diberangkatkan sebanyak 217 orang.

Mereka akan didampingi empat petugas yang terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, dokter, dan perawat.

6. Kab. Tasikmalaya dan Sumedang

4,20,28, 29

Jemaah asal Kabupaten Tasikmalaya akan dibagi dalam 4 kloter yang masing-masing terdiri dari kloter 4, 20,28, 29.

Dimana kloter 4 akan masuk asrama: 23 April pukul 13.00 WIB, berangkat ke bandara: 24 April pukul 07.30 WIB, dan take off: 24 April pukul 10.30 WIB

Lalu ada kloter ke 20 masuk asrama: 29 April pukul 13.50 WIB, berangkat ke bandara: 30 April pukul 10.50 WIB, dan take off: 30 April pukul 14.50 WIB

Selanjutnya kloter 28 tanggal masuk asrama: 5 Mei pukul 16.30 WIB, berangkat ke bandara: 6 Mei pukul 14.05 WIB, serta take off: 6 Mei pukul 17.05 WIB.

Sedangkan kloter terakhir yakni 29 akan dikumpulkan dengan jadwal yang sama deng jamaah asal Sumedang pada 13 Mei pukul 16.20 WIB, dan berangkat ke bandara: 14 Mei pukul 13.20 WIB, kemudian take off: 14 Mei pukul 16.20 WIB.

Baca juga: 13 Naskah Sambutan Walimatussafar Perpisahan Jemaah Haji 2026 dengan Keluarga

Untuk lebih jelasnya berikut jadwal lengkap keberangkatan Jamaah Haji Jabar yang berangkat dari Bandara Kertajati, termasuk Jamaah dari Priangan Timur.

Berikut Jadwal Lengkap Keberangkatan Haji dari Bandara Kertajati:

  • Kloter 1 (Jemaah asal Indramayu)
    Masuk asrama: 21 April pukul 09.15 WIB
    Berangkat ke bandara: 22 April pukul 06.15 WIB
    Take off: 22 April pukul 09.15 WIB
  • Kloter 2 (Jemaah asal Kota Bandung)
    Masuk asrama: 22 April pukul 09.45 WIB
    Berangkat ke bandara: 23 April pukul 06.45 WIB
    Take off: 23 April pukul 09.45 WIB
  • Kloter 3 (Jemaah asal Kabupaten Bekasi)
    Masuk asrama: 23 April pukul 09.20 WIB
    Berangkat ke bandara: 24 April pukul 05.30 WIB
    Take off: 24 April pukul 10.20 WIB
  • Kloter 4 (Jemaah asal Kabupaten Tasikmalaya)
    Masuk asrama: 23 April pukul 13.00 WIB
    Berangkat ke bandara: 24 April pukul 07.30 WIB
    Take off: 24 April pukul 10.30 WIB
  • Kloter 5 (Jemaah asal Kabupaten Cirebon)
    Masuk asrama: 24 April pukul 10.20 WIB
    Berangkat ke bandara: 25 April pukul 08.45 WIB
    Take off: 25 April pukul 11.45 WIB
  • Kloter 6 (Jemaah asal Majalengka)
    Masuk asrama: 25 April pukul 13.00 WIB
    Berangkat ke bandara: 26 April pukul 10.00 WIB
    Take off: 26 April pukul 13.00 WIB
  • Kloter 7 (Jemaah asal Kota Cimahi)
    Masuk asrama: 26 April pukul 13.00 WIB
    Berangkat ke bandara: 27 April pukul 09.25 WIB
    Take off: 27 April pukul 13.25 WIB
  • Kloter 8 (Jemaah asal Kuningan)
    Masuk asrama: 26 April pukul 16.20 WIB
    Berangkat ke bandara: 27 April pukul 11.20 WIB
    Take off: 27 April pukul 14.20 WIB
  • Kloter 9 (Jemaah asal Kabupaten Bekasi)
    Masuk asrama: 27 April pukul 16.00 WIB
    Berangkat ke bandara: 28 April pukul 11.00 WIB
    Take off: 28 April pukul 14.00 WIB
  • Kloter 10 (Jemaah asal Indramayu)
    Masuk asrama: 28 April pukul 14.20 WIB
    Berangkat ke bandara: 29 April pukul 11.20 WIB
    Take off: 29 April pukul 14.20 WIB
  • Kloter 11 (Jemaah asal Kabupaten Tasikmalaya)
    Masuk asrama: 29 April pukul 13.50 WIB
    Berangkat ke bandara: 30 April pukul 10.50 WIB
    Take off: 30 April pukul 14.50 WIB
  • Kloter 12 (Jemaah asal Purwakarta)
    Masuk asrama: 29 April pukul 16.15 WIB
    Berangkat ke bandara: 30 April pukul 13.15 WIB
    Take off: 30 April pukul 16.15 WIB
  • Kloter 13 (Jemaah asal Kabupaten Cirebon)
    Masuk asrama: 30 April pukul 15.40 WIB
    Berangkat ke bandara: 1 Mei pukul 11.15 WIB
    Take off: 1 Mei pukul 15.15 WIB
  • Kloter 14 (Jemaah asal Kabupaten Bekasi)
    Masuk asrama: 1 Mei pukul 15.40 WIB
    Berangkat ke bandara: 2 Mei pukul 11.15 WIB
    Take off: 2 Mei pukul 15.15 WIB
  • Kloter 15 (Jemaah asal Kabupaten Ciamis)
    Masuk asrama: 2 Mei pukul 14.00 WIB
    Berangkat ke bandara: 3 Mei pukul 11.15 WIB
    Take off: 3 Mei pukul 15.45 WIB
  • Kloter 16 (Jemaah asal Kota Bandung)
    Masuk asrama: 2 Mei pukul 16.40 WIB
    Berangkat ke bandara: 3 Mei pukul 13.40 WIB
    Take off: 3 Mei pukul 16.40 WIB
  • Kloter 17 (Jemaah asal Indramayu)
    Masuk asrama: 3 Mei pukul 16.05 WIB
    Berangkat ke bandara: 4 Mei pukul 13.05 WIB
    Take off: 4 Mei pukul 16.05 WIB
  • Kloter 18 (Jemaah asal Kabupaten Bekasi)
    Masuk asrama: 4 Mei pukul 16.15 WIB
    Berangkat ke bandara: 5 Mei pukul 13.15 WIB
    Take off: 5 Mei pukul 16.15 WIB
  • Kloter 19 (Jemaah asal Kabupaten Cirebon)
    Masuk asrama: 5 Mei pukul 14.00 WIB
    Berangkat ke bandara: 6 Mei pukul 13.40 WIB
    Take off: 6 Mei pukul 16.40 WIB
  • Kloter 20 (Jemaah asal Kota Tasikmalaya)
    Masuk asrama: 5 Mei pukul 16.30 WIB
    Berangkat ke bandara: 6 Mei pukul 14.05 WIB
    Take off: 6 Mei pukul 17.05 WIB
  • Kloter 21 (Jemaah asal Kabupaten Pangandaran, Indramayu, Kota Banjar)
    Masuk asrama: 7 Mei pukul 09.15 WIB
    Berangkat ke bandara: 8 Mei pukul 06.15 WIB
    Take off: 8 Mei pukul 09.15 WIB
  • Kloter 22 (Jemaah asal Kabupaten Garut, Kota Bandung, Kota Cimahi)
    Masuk asrama: 7 Mei pukul 16.00 WIB
    Berangkat ke bandara: 8 Mei pukul 14.10 WIB
    Take off: 8 Mei pukul 17.10 WIB
  • Kloter 23 (Jmaah asal Kota Cirebon, Majalengka)
    Masuk asrama: 8 Mei pukul 16.00 WIB
    Berangkat ke bandara: 9 Mei pukul 14.20 WIB
    Take off: 9 Mei pukul 17.20 WIB
  • Kloter 24 (Jemaah asal Kabupaten Bandung)
    Masuk asrama: 9 Mei pukul 16.20 WIB
    Berangkat ke bandara: 10 Mei pukul 14.30 WIB
    Take off: 10 Mei pukul 17.30 WIB
  • Kloter 25 (Jemaah asal Kabupaten Cirebon)
    Masuk asrama: 10 Mei pukul 15.30 WIB
    Berangkat ke bandara: 11 Mei pukul 11.15 WIB
    Take off: 11 Mei pukul 15.30 WIB
  • Kloter 26 (Jemaah asal Kabupaten Bekasi)
    Masuk asrama: 10 Mei pukul 19.20 WIB
    Berangkat ke bandara: 11 Mei pukul 14.40 WIB
    Take off: 11 Mei pukul 17.40 WIB
  • Kloter 27 (Jemaah asal Kota Bandung)
    Masuk asrama: 11 Mei pukul 16.20 WIB
    Berangkat ke bandara: 12 Mei pukul 14.50 WIB
    Take off: 12 Mei pukul 17.50 WIB
  • Kloter 28 (Jemaah asal Kota Tasikmalaya)
    Masuk asrama: 13 Mei pukul 09.40 WIB
    Berangkat ke bandara: 14 Mei pukul 06.30 WIB
    Take off: 14 Mei pukul 09.30 WIB
  • Kloter 29 (Jemaah asal Kabupaten Tasikmalaya, Sumedang, Kabupaten Bandung Barat, Majalengka, Kota Tasikmalaya)
    Masuk asrama: 13 Mei pukul 16.20 WIB
    Berangkat ke bandara: 14 Mei pukul 13.20 WIB
    Take off: 14 Mei pukul 16.20 WIB
  • Kloter 30 (Jemaah asal Kabupaten Indramayu)
    Masuk asrama: 14 Mei pukul 09.00 WIB
    Berangkat ke bandara: 15 Mei pukul 06.00 WIB
    Take off: 15 Mei pukul 09.35 WIB
  • Kloter 31 (Jemaah asal Kabupaten Ciamis, Indramayu)
    Masuk asrama: 14 Mei pukul 11.15 WIB
    Berangkat ke bandara: 15 Mei pukul 08.15 WIB
    Take off: 15 Mei pukul 11.15 WIB
  • Kloter 32 (Jemaah asal Kabupaten Cirebon)
    Masuk asrama: 15 Mei pukul 13.00 WIB
    Berangkat ke bandara: 16 Mei pukul 10.00 WIB
    Take off: 16 Mei pukul 13.00 WIB
  • Kloter 33 (Jemaah asal Kabupaten Bekasi)
    Masuk asrama: 16 Mei pukul 10.40 WIB
    Berangkat ke bandara: 17 Mei pukul 06.00 WIB
    Take off: 17 Mei pukul 07.05 WIB
  • Kloter 34 (Jemaah asal Kabupaten Subang)
    Masuk asrama: 16 Mei pukul 14.30 WIB
    Berangkat ke bandara: 17 Mei pukul 11.30 WIB
    Take off: 17 Mei pukul 14.30 WIB
  • Kloter 35 (Jemaah asal Kota Bandung, Kabupaten Cirebon)
    Masuk asrama: 17 Mei pukul 13.00 WIB
    Berangkat ke bandara: 18 Mei pukul 06.20 WIB
    Take off: 18 Mei pukul 09.20 WIB
  • Kloter 36 (Jemaah asal Kabupaten Indramayu)
    Masuk asrama: 17 Mei pukul 16.35 WIB
    Berangkat ke bandara: 18 Mei pukul 11.35 WIB
    Take off: 18 Mei pukul 14.35 WIB
  • Kloter 37 (Jemaah asal Kabupaten Bekasi)
    Masuk asrama: 18 Mei pukul 10.15 WIB
    Berangkat ke bandara: 19 Mei pukul 08.00 WIB
    Take off: 19 Mei pukul 11.35 WIB
  • Kloter 38 (Jemaah asal Kabupaten Indramayu, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bekasi)
    Masuk asrama: 18 Mei pukul 13.50 WIB
    Berangkat ke bandara: 19 Mei pukul 10.15 WIB
    Take off: 19 Mei pukul 15.00 WIB
  • Kloter 39 (Jemaah asal Kabupaten Kuningan, Subang, Majalengka, Kabupaten Cirebon)
    Masuk asrama: 18 Mei pukul 16.30 WIB
    Berangkat ke bandara: 19 Mei pukul 12.45 WIB
    Take off: 19 Mei pukul 15.45 WIB
  • Kloter 40 (Jemaah asal Kabupaten Cirebon, Indramayu, Purwakarta)
    Masuk asrama: 19 Mei pukul 14.00 WIB
    Berangkat ke bandara: 20 Mei pukul 11.00 WIB
    Take off: 20 Mei pukul 14.00 WIB

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.