Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, SUKARAJA - Pencarian terhadap bocah berusia enam tahun bernama Azka Baihaqi Sidiq yang hanyut di Sungai Ciliwung pada Senin (20/4/2026) masih terus dilakukan.
Pada hari kedua pencarian, Tim SAR gabungan kembali menyisir aliran sungai dari titik awal korban dinyatakan hilang yakni di wilayah Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.
Tim yang terdiri dari berbagai unsur ini dibagi ke dalam lima search and rescue unit (SRU) yang bergerak sejak pukul 07.00 WIB.
Koordinator Unit Siaga SAR Bogor, Muhammad Fazry mengatakan, pencarian dilakukan hingga wilayah Kecamatan Cibinong dengan jarak belasan kilometer.
"Ada SRU perahu, juga ada yang drone, juga ada visual darat. Dibagi tiga area pencarian, dari LKP sejauh 12 kilometer," ujarnya, Selasa (21/4/2026).
Menurutnya, drone dikerahkan untuk membantu pencarian korban melalui visual udara dan digunakan untuk pemetaan.
"Artinya pemetaan untuk melihat kontur sungainya seperti apa. Jadi tim yang bergerak bisa mengantisipasi," katanya.
Dalam pencarian ini tim pencari juga mengecek sejumlah titik-titik yang dicurigai pada aliran sungai.
Akan tetapi setelah dilakukan pengecekan pada area tersebut tidak ditemukan adanya keberadaan korban.
"Ada beberapa (titik), tumpukan sampah namun kami sudah mencoba telusuri, sudah kami coba cari namun masih belum membuahkan hasil," katanya.
Anak laki-laki berinisial ABS itu hanyut terbawa derasnya arus aliran Sungai Ciliwung saat sedang bermain.
Kapolsek Sukaraja, AKP Ade Rahmat membenarkan adanya kejadian tersebut di wilayah hukumnya pada Senin (20/4/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.
Ia mengatakan, korban hanyut saat berenang di sungai bersama rekannya yang juga masih anak-anak.
"Informasi dari masyarakat korban sedang bermain di Sungai Ciliwung beserta dua rekannya tiba-tiba hanyut terbawa arus sungai tersebut," ujarnya, Senin (20/4/2026).
Baca juga: Kronologi Bocah 6 Tahun Hanyut di Cilebut Bogor, Sedang Berenang Bersama 2 Temannya
Menurutnya, pada saat kejadian kondisi Sungai Ciliwung sedang dalam debit yang cukup tinggi sehingga korban terbawa arus.
Rekan-rekan korban pun sempat berusaha untuk menyelamatkan ABS, namun derasnya arus menggagalkan upaya tersebut.
"Untuk arus saat ini emang agak deras ya, memang korban ini masih anak di bawah umur, jadi belum bisa berenang untuk arus yang sekarang ini," katanya.
Sementara itu, kata dia, hingga sore hari ini korban belum berhasil ditemukan dan masih dalam pencarian.
Tim SAR gabungan pun telah berada di lokasi kejadian untuk mencari keberadaan korban.
"Pihak BPBD dan SAR sedang melakukan pencarian. Tadi ada dua perahu karet sedang melakukan penyisiran. Sampai sekarang ini belum ditemukan," katanya.