Trans Banyumas Tak Lagi Disubsidi Pemerintah Pusat, Tarif Berpotensi Naik
rika irawati April 21, 2026 06:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Trans Banyumas resmi dibiayai APBD Banyumas setelah kerja sama dengan pemerintah pusat berakhir per 20 April 2026.

Di tengah keterbatasan anggaran daerah, peralihan pembiayaan ini berpotensi membuat tarif Trans Banyumas naik.

Meski begitu, Pemkab Banyumas memastikan, Trans Banyumas tidak akan berhenti beroperasi.

Saat ini, tarif Trans Banyumas Rp3.900 untuk umum dan Rp2.000 untuk pelajar.

"Mulai hari ini, operasional sudah dibiayai oleh Pemerintah Daerah Banyumas."

"Per hari ini pula, kita biayai dulu, baru ditagihkan ke Pemda Banyumas."

"Jadi, tidak asal menagih, tetapi ada SOP-nya," kata Direktur Utama PT Banyumas Raya Transportasi Ipoeng Martha Marsikun mengatakan saat acara hand over pembiayaan dari APBN ke APBD di Depo Bus Trans Banyumas, Selasa (21/4/2026). 

Baca juga: Trans Banyumas Akhirnya Layani Rute Stasiun Purwokerto Lewat Pintu Barat, Jarak Antar Bus 15 Menit

Ipoeng mengatakan, Trans Banyumas tak sepenuhnya milik Pemkab Banyumas.

Namun, 25 persen dimiliki Kopata dan 30 persen milik Koperades.

Itu sebabnya, sebagai pengelola Trans Banyumas, pihaknya juga harus memikirkan pembiayaan agar Trans Banyumas tak kolaps setelah tak lagi dibiayai APBN lewat Kementerian Perhubungan.

Selain usulan revisi tarif atau kenaikan harga, pihaknya berencana memanfaatkan badan bus sebagai ruang iklan. 

"Sudah ada 5 sampai 6 pihak yang berminat memasang iklan (di badan bus Trans Banyumas)."

"Regulasi sedang dirapikan, mungkin 2027 sudah bisa berjalan dan menambah pendapatan BKAD," tambahnya.

Diperluas Hingga Wangon dan Lumbir

Sementara itu, Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan, kenaikan tarif Trans Banyumas mungkin dilakukan.

Namun, dia berharap, ada sumber-sumber lain yang bisa dimaksimalkan demi keberlanjutan Trans Banyumas.

Sadewo tak mau layanan Trans Banyumas terhenti.

Bahkan, dirinya berharap, layanan Trans Banyumas bisa diperluas hingga Wangon dan Lumbir.

"Yang tadinya dibiayai APBN, sekarang berubah menjadi APBD."

"Kita akan paksakan, jangan sampai berhenti."

"Tapi saya juga tidak mau subsidinya (dari Pemkab Banyumas) terlalu besar," kata Sadweo dalam acara. 

Baca juga: Biaya Hidup Makin Mahal, Slogan Purwokerto sebagai Kota Slow Living Dicibir Warga Lokal

Dia pun meminta pengelola Trans Banyumas segera mengeksekusi rencana pemasangan iklan di badan bus tanpa menunggu tahun 2027.

Menurut Sadewo, saat ini, kajian perluasan rute Trans Banyumas masih dilakukan.

Rencananya, ada penambahan koridor hingga Ajibarang diperluas sampai Wangon dan Lumbir, menggunakan bus listrik gratis. 

"Berat tantangannya."

"Tapi saya tidak mau Trans Banyumas yang sudah dicintai masyarakat berhenti di tengah jalan."

"Pokoknya, harus berjalan," katanya.

Ia menambahkan, masih ada harapan subsidi dari pusat melalui satu termin tambahan pada APBD perubahan, yang dijanjikan oleh Kementerian Perhubungan dan didorong oleh DPR RI Komisi V.

Namun demikian, skenario terburuk pun telah disiapkan.

"Jadi, masyarakat Banyumas jangan khawatir." 

"Trans Banyumas tidak akan berhenti, jalan terus," ujarnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.