SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Memasuki akhir April 2026, harga jual getah karet di tingkat petani Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus merangkak naik. Tren positif ini memberikan harapan baru bagi ekonomi warga setempat, di mana harga karet mingguan kini menyentuh level tertinggi sepanjang tahun 2026.
Pantauan di lapangan menunjukkan kenaikan harga bervariasi di setiap wilayah, namun grafik secara keseluruhan menunjukkan tren meningkat.
Di Kecamatan Mesuji Raya, misalnya, getah karet mingguan kini dihargai di kisaran Rp15.500 hingga Rp17.000 per kilogram.
Refa, salah seorang petani karet setempat, mengungkapkan bahwa harga tersebut berlaku untuk hasil sadapan dengan durasi di atas dua minggu (karet mingguan/bulanan).
"Alhamdulillah, harga terus naik selama bulan April ini. Sekarang sudah hampir menyentuh Rp 15.500 sampai Rp 17.000 per kilogram," ujarnya saat dihubungi, Selasa (21/4/2026).
Meski harga sedang "manis", para petani masih menghadapi kendala cuaca.
Tingginya intensitas hujan di wilayah OKI belakangan ini seringkali menghambat aktivitas menyadap (nderes).
Hujan deras yang turun mendadak membuat getah sering hanyut terbawa air sebelum sempat membeku di mangkuk sadap.
"Harganya naik, tapi hasilnya berkurang jauh karena hujan. Biasanya lancar, sekarang dari satu hektare lahan saya hanya dapat sekitar 100 kilogram per dua minggu panen," keluh Refa.
Senada dengan Refa, Sarwono, petani lainnya, membenarkan bahwa harga dari tangan tengkulak saat ini merupakan yang terbaik di tahun ini.
Menurutnya, harga Rp17.000 per kilogram adalah pencapaian tertinggi yang dirasakan petani sejauh ini.
"Di tempat kami sudah tembus Rp17.000 per kilo. Ini harga tertinggi selama tahun 2026. Harapan kami tren ini terus naik, kalau bisa sampai Rp20.000 agar bisa menutupi kebutuhan sehari-hari dan persiapan lebaran nanti," tutur Sarwono.
Bagi ribuan petani di OKI, komoditas karet adalah tulang punggung ekonomi utama.
Mereka berharap stabilitas harga ini tetap terjaga di tengah melambungnya harga sembako di pasaran.
Baca juga: Warga Kenten Laut Protes Krisis Air Bersih, Pasang Spanduk Selamat Datang di Kawasan Sulit Air