Dikeroyok 3 Pria Bersajam, Imam Masjid di Deli Serdang Diseret dan Dipukuli Hingga ke Rumah Kepling
Randy P.F Hutagaol April 21, 2026 07:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Nasib malang dialami oleh seorang marbot sekaligus imam masjid di Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang. 

Marbot bernama M Rafik Ashidik ini, menjadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh tiga orang pria. 

Informasi yang didapat, penganiayaan pria yang sehari-hari menjadi marbot dan imam di Masjid Ar Rahmat, Jalan Masjid, Kecamatan Sunggal ini, terjadi pada Senin (14/4/2026) lalu.

Menurut keterangan korban, peristiwa penganiayaan yang dialaminya itu terjadi di seputar Jalan Karya I, Desa Helvetia, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang. 

"Kejadiannya tanggal 14 kemarin, sekitar jam 10 malam," ujar Rafik, Selasa (21/4/2026). 

Dirinya mengaku, sebelum peristiwa penganiayaan ini ia awalnya baru pulang mengajar mengaji di salah satu rumah warga.

Seusai mengajar, ia berniat menjenguk salah satu kerabatnya uang tinggal tak jauh dari masjid tempatnya tinggal. 

Setibanya di depan rumah kerabatnya, ia sempat mendengar ada orang yang melontarkan kata kotor.

Merasa tak terima, ia lantas menanyakan maksud ucapan yang dilontarkan oleh seorang pria itu.

Namun, pelaku lantas menantang korban. 

"Enggak saya hiraukan, langsung saya duduk di kursi teras. Enggak lama datang tiga orang pria sambil bawa senjata tajam," katanya. 

Merasa terancam, ia lantas langsung kabur menyelamatkan diri berlari ke rumah Kepala Lingkungan (Kepling) setempat.

Namun, sampai ke rumah Kepling ia berhasil tertangkap hingga akhirnya diseret oleh para pelaku dan langsung memukuli korban. 

"Bagian kepala belakang, pelipis kiri yang kena karena dikeroyok. Di rumah Kepling pun saya terus dipukul, sampai Kepling akhirnya datang melerai," ucapnya. 

Informasi yang didapat, aksi penganiayaan ini diduga karena korban sempat menegur adik dari salah satu pelaku.

Pasalnya, anak tersebut masuk ke kamar pribadinya dan diduga sering membuat keributan di lingkungan masjid hingga meresahkan jemaah. 

"Mungkin karena salah satu pelaku enggak terima karena adiknya pernah saya tegur karena masuk ke kamar saya. Adiknya juga sering buat ribut di masjid," katanya. 

Akibat aksi penganiayaan ini, Rafik mengaku ia telah membuat laporan pengaduan ke Polsek Sunggal dengan nomor LP/B/510/IV/2026/SPKT/Polsek Sunggal.

Terpisah, saat dikonfirmasi perihal laporan kasus penganiayaan ini Kanit Reskrim Polsek Sunggal AKP Harles Gultom membenarkan adanya laporan ini.

Hingga saat ini, Harles mengaku pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa dalang pengeroyokan ini. 

"Sudah ada laporannya. Masih kita lidik. Kita akan segera memanggil saksi-saksi," pungkas Harles.

 

(mns/tribun-medan.com) 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.