- Aksi tentara Israel menghancurkan patung Yesus di Lebanon selatan telah memicu kemarahan secara luas.
Dikutip dari Al Jazeera pada Selasa (21/4/2026), protes bahkan datang dari Amerika Serikat (AS), negara yang menjadi sekutu utama Israel.
Sejumlah pendukung Presiden Donald Trump menuduh tentara Israel telah melakukan penghinaan terhadap simbol agama Kristen.
Komentator sayap kanan Tucker Carlson mengaku kaget sekaligus kecewa dengan aksi semacam ini.
Ia tidak habis pikir pemerintah Israel mengizinkan tentaranya berperilaku seperti orang barbar.
Menurut Carlson, media sosial telah menunjukkan kepada dunia bagaimana watak asli tentara Israel.
"Pemerintah Israel telah mengizinkan tentaranya berperilaku seperti orang barbar selama beberapa dekade, sementara mereka terus menerima dana besar dari Amerika Serikat," ujar Carlson.
Mantan anggota Kongres dari Partai Republik, Marjorie Taylor Greene juga mengecam.
Ia bahkan mengungkit bantuan miliaran dolar AS kepada Israel, namun tentaranya malah menghancurkan patung Yesus.
"Sekutu terbesar kita yang mengambil miliaran dolar pajak dan senjata kita setiap tahun," tulis Greene di X.
Sementara itu, William Shomali, seorang uskup pembantu untuk Patriarkat Latin Yerusalem menyebut tentara Israel telah menghina Kristen.
Menurutnya, penghancuran patung Yesus tidak bisa diterima karena termasuk pelanggaran serius.
"Apa yang kita lihat adalah penghinaan terhadap agama. Ini benar-benar tidak dapat diterima dan tidak boleh dibiarkan," kata Shomali, dikutip dari Anadolu Agency, Selasa (21/4/2026).
Israel saat ini masih melakukan penyelidikan atas tindakan tentaranya tersebut.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga telah memerintahkan hukuman berat terhadap pelaku.
# patung yesus # lebanon # donald trump # israel # idf