Di Tengah Keterbatasan Ujian TKA, Guru di Bondowoso Pinjamkan Laptop untuk Siswa
Haorrahman April 21, 2026 07:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Di tengah keterbatasan perangkat, sejumlah guru rela meminjamkan laptop pribadi agar ujian Tes Kemampuan Akademik (TKA) siswa kelas VI SD di Bondowoso tetap berjalan.

Ujian berbasis komputer yang diikuti 8.124 siswa ini memang menuntut kesiapan perangkat di setiap sekolah. Namun, tidak semua sekolah memiliki sarana memadai, terutama di wilayah dengan jumlah siswa sedikit atau fasilitas terbatas.

Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, Taufan Restuanto, mengungkapkan bahwa berbagai solusi dilakukan untuk mengatasi keterbatasan tersebut, termasuk penggunaan perangkat pribadi milik guru.

“Sebagian ada yang menggunakan Chromebook, ada yang pakai komputer sekolah, ada juga yang gunakan laptopnya guru,” ujarnya.

Baca juga: Harga LPG Mahal, Pelaku Usaha di Bondowoso Siap-Siap Naikkan Harga

Fasilitas Terbatas

Kondisi ini terlihat di SDN Koncer 1. Sekolah yang hanya memiliki 12 siswa tersebut tidak memiliki cukup komputer untuk pelaksanaan ujian.

Para guru meminjamkan enam laptop pribadi mereka. Dengan jumlah perangkat terbatas, pelaksanaan ujian pun dibagi menjadi dua sesi agar semua siswa tetap bisa mengikuti tes.

Baca juga: Koper Haji Bondowoso Mulai Dibagikan, 916 Jemaah Siap Berangkat Mei 2026

Selain memanfaatkan laptop guru, sekolah juga menggunakan berbagai alternatif lain seperti Chromebook bantuan pemerintah dan penggabungan lokasi ujian dengan sekolah lain.

Meski menghadapi keterbatasan, pelaksanaan ujian tetap berjalan lancar. Dinas Pendidikan memastikan pembagian jadwal dalam empat gelombang membantu mengurangi beban teknis di lapangan.

Baca juga: Harga BBM Non-Subsidi Resmi Naik, Pengawas SPBU di Bondowoso Prediksi Konsumen Ganti Bahan Bakar

Antisipasi Risiko

Kepala SDN Selolembu, Catur Mega Sofianto, mengatakan pelaksanaan TKA di sekolahnya berjalan tertib dan sesuai prosedur.

Seluruh enam siswa yang terdaftar hadir dan mengikuti ujian tanpa kendala berarti. Sebelum ujian, siswa juga telah menjalani simulasi untuk memastikan kesiapan penggunaan perangkat.

Untuk mengantisipasi gangguan teknis, sekolah menyiapkan jaringan cadangan melalui hotspot serta genset guna menghindari gangguan listrik.

“Kami juga mengantisipasi menggunakan generator/genset untuk mengantisipasi putusnya sambungan listrik,” terangnya.

Meski jumlah siswa relatif sedikit, SDN Selolembu tetap melaksanakan ujian secara mandiri berkat dukungan perangkat seperti Chromebook dan laptop bantuan pemerintah.

“Kita punya Chromebook dan Laptop,” tambahnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.