Target Dedi Mulyadi di Tahun 2027 Ingin Turunkan Tingkat Pengangguran Terbuka ke 6 Persen
Hilda Rubiah April 21, 2026 09:11 PM

TRIBUNJABAR.ID - Selain pembangunan infrastruktur, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memiliki target menurunkan pengangguran terbuka.

Hal ini disampaikan Dedi Mulyadi dalam sejumlah forum bersama jajarannya di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.

Sebagai informasi, tingkat pengangguran terbuka (TPT) adalah indikator yang digunakan untuk mengukur persentase jumlah pengangguran terhadap jumlah angkatan kerja.

Secara sederhana, tingkat pengangguran ini menunjukkan seberapa banyak orang yang termasuk dalam angkatan kerja tetapi belum terserap oleh lapangan kerja yang tersedia.

Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) hingga awal tahun 2026, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Barat menunjukkan tren penurunan meski tak terlalu signifikan.

Baca juga: Mimpi Besar dan Spirit Dedi Mulyadi Membangun Jawa Barat Selama 5 Tahun Menjabat

Pada data bulan November 2025, Tingkat Pengangguran Terbuka di Jawa Barat tercatat di angka 6,77 persen,

Pada data per Maret 2026, terjadi penurunan menjadi 6,66 persen jika dibandingkan dengan periode November 2025 lalu tersebut.

Sebelumnya, tingkat pengangguran tersebut sempat terus meningkat dari tahun 2024 di mana tingkat pengangguran mencapai 6,75 persen. 

Bahkan pada tahun 2023 sempat mencapai 7,44 persen secara nasional dan di masa pandemi pada tahun 2020 sempat mencapai angka 10,46 persen.

Kini, seiring dengan pemulihan ekonomi dan pergantian kepemimpinan, tingkat pengangguran tersebut terus menurun, menunjukkan tren positif.

Dalam hal ini, Dedi Mulyadi pun menargetkan untuk menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Barat.

Dikutip dari hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Anggaran Tahun 2027 bersama Bappeda Jabar serta para pemangku kepentingan (stakeholders) lainnya, beberapa waktu lalu, tingkat pengangguran itu ditargetkan turun menjadi 6,05 persen sampai 6,49 % .

Artinya, Dedi Mulyadi menargetkan penurunan tingkat pengangguran itu minimal sampai ke 6 persen.

Salah satu upayanya, Dedi Mulyadi bersama Pemprov Jabar berkomitmen untuk memperkuat pendidikan vokasi.

Ia juga ingin fokus pada penguatan produktivitas ekonomi melalui kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Lewat peningkatan SDM, Dedi Mulyadi menargetkan indeks modal manusia di Jawa Barat mencapai 0,57 poin. 


Peningkatan SDM dan penurunan tingkat pengangguran tersebut akan berdampak menekan tingkat kemiskinan hingga kisaran 4,78 persen sampai 5,44 persen.

Demikian, Dedi Mulyadi juga mantargetkan pertumbuhan ekonomi 2027 pada kisaran 5,23 persen hingga 7,48 persen dengan inflasi terkendali di angka 1,5 persen hingga 3,5 persen.

Baca juga: Respons Dedi Mulyadi Soal Kenaikan Harga Gas LPG, Beri Saran Alternatif

Daftar Tingkat Pengangguran di Jawa Barat

Berdasarkan data BPS pada November 2025 lalu, dari 27 wilayah di Jawa Barat tersebut, terdapat fenomena manarik bahwa wilayah dengan tingkat pengangguran tertinggi ada di Bekasi.

Bekasi merupakan wilayah industri yang selama ini banyak kesempatan kerja dan memiliki UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota) tertinggi di Jawa Barat, namun di sisi lain tak menyerap warga lokalnya untuk bekerja.

Berikut Tribunjabar.id urutkan daftar tingkat pengangguran di Jawa Barat tahun 2025 tertinggi hingga terendah.

1. Bekasi 8,78 persen
2. Kota Cimahi 8,75 persen
3. Kota Sukabumi 8,19 persen
4. Karawang 7,99 persen
5. Kota Bogor 7,95 persen
6. Bogor 7,69 persen
7. Kuningan 7,59 persen
8. Purwakarta 7,54 persen
9. Kota Bekasi 7,33 persen
10. Sukabumi  7,23 persen
11. Kota Bandung 7,22 persen
12. Subang 6,80 persen
13. Bandung 6,68 persen
14. Bandung Barat 6,60 persen
15. Garut 6,54 persen
16. Kota Depok 6,52 persen
17. Indramayu 6,47 persen
18. Kota Tasikmalaya 6,43 persen
19. Cirebon 6,42 persen
20. Kota Cirebon 6,41 persen
21. Cianjur 6,17 persen
22. Sumedang 6,08 persen
23. Kota Banjar 5,26 persen
24. Ciamis 4,08 persen
25. Tasikmalaya 3,69 persen
26. Majalengka 3,62 persen
27. Pangandaran 1,91 persen

Baca juga: Klarifikasi Dedi Mulyadi Soal Penataan Gedung Sate, Singgung Keberadaan Hotel Pullman

Pengangguran Jadi Pekerjaan Rumah Jawa Barat

Jika rata-rata pengangguran nasional berada di kisaran 4,8 persen - 5,3 persen , Jawa Barat seringkali berada di angka 6,5 persen hingga 7,5 persen .

Dalam data BPS tingkat pengangguran tahun 2025 tadi, wilayah industri seperti Bekasi (8,78) dan Kota Cimahi (8,75) jauh melampaui rata-rata nasional.

Meskipun Jawa Barat menjadi juara investasi, pengangguran dan lapangan pekerjaan masih menjadi pekerjaan rumah sekaligus fenomena  paradoks karena banyaknya investasi belum mampu menyerap seluruh ledakan jumlah angkatan kerja.

Selain itu, banyak faktor lainnya yang membuat Jawa Barat tetap memiliki angka pengangguran tinggi meski investasinya nomor satu.

Seperti populasi, magnet migrasi, otomasi industri hingga ketimpangan wilayah.

Hal ini menjadi tantangan terbesar Gubernur Dedi Mulyadi saat ini adalah memastikan investasi Rp296,8 triliun tersebut benar-benar terserap menjadi lapangan kerja bagi warga lokal, bukan hanya bagi mesin atau pekerja ahli dari luar daerah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.