TRIBUNMANADO.CO.ID,MANADO - Kini giliran Golkar Manado yang akan menggelar musyawarah daerah.
Pemilihan Ketua Golkar Manado pun akan digelar.
Meski belum diketahui kapan digelar, namun sejumlah nama mulai mencuat sebagai kandidat.
Baca juga: Ini Calon Kandidat yang Mencuat Untuk Pimpin Golkar Manado
Di kota Manado, tampuk kepemimpinan Golkar masih dipegang Maykel Damopolii.
Ia tampak masih cukup kuat.
Tapi kandidat lain mulai mencuat.
Ada Dolfie Angkouw serta
Adolfien Wangania.
Nama keduanya mulai mengemuka dalam perbincangan hangat mengenai pemimpin Golkar di Manado.
Dolfie adalah kader Golkar senior yang berpengalaman.
Ia dikenal vokal dan kritis.
Sementara Adolfien adalah figur muda potensial.
Ia bisa memberi warna baru bagi partai berlambang beringin ini.
Golkar dikenal sebagai salah satu kekuatan politik besar di kota Manado.
Di masa lalu, Golkar tak tertandingi.
Dari rahim partai ini lahir banyak pemimpin yang sukses memimpin Manado.
Satu di antaranya ada Jimmy Rimba Rogi.
Tren kepemimpinan saat ini pun mengarah pada tokoh muda.
MEP sendiri saat dikonfirmasi mengenai konsolidasi partai ke depannya, mengatakan semuanya akan berlangsung sesuai aturan yang berlaku.
Sejarah baru tercipta di partai Golkar Sulut.
Michaela Elsiana Paruntu resmi memegang tampuk kepemimpinan di partai Golkar Sulut.
CEP - panggilan akrabnya - terpilih secara aklamasi dalam Musda Partai Golkar Sulut yang berlangsung di Ballroom Grand Kawanua Hotel, Kelurahan Paniki Bawah, Kecamatan Mapanget, kota Manado, provinsi Sulut, Sabtu (11/4/2026).
MEP menggantikan sang kakak yakni Cristania Eugenia Paruntu atau yang akrab dipanggil CEP.
Ketua Umum Partai Golkar Sulut Bahlil Lahadalia hadir dalam Musda tersebut.
Bahlil pun sempat memberikan penilaian pada dua kakak beradik ini.
Ia menyebut CEP adalah kader perempuan Golkar dengan kemampuan di atas rata - rata.
Sinyal kursi empuk diberikan Bahlil untuk Tetty.
"Sudah tentu di Golkar, kader yang matang dan visioner akan mendapat tempat yang lebih layak," katanya.
Mengenai MEP, Bahlil menyebutnya sebagai kader muda yang visioner.
Ia hakul yakin Golkar Sulut bakal kian melesat di tangan MEP.
"Muda, visioner dan punya daya tarung, ia masih muda dan punya kemampuan intelektual serta
leadership," katanya.
Bahlil menceritakan pengalamannya sewaktu turun di Bandara Samratulangi Manado.
CEP terlihat sangat muda hingga ia berpikir MEP adalah kakak.
Menurut dia, awet mudanya CEP adalah karena kinerjanya yang kinclong sewaktu menakhodai Golkar Sulut.
"Pemilu 2019 Golkar urutan 3 di Sulut, dan Pemilu 2024 urutan 2," kata dia
Bahlil menargetkan kepengurusan baru Golkar Sulut di bawah kepemimpinan MEP akan meningkatkan raihan kursi di segala aras.
Baik DPR RI, Provinsi hingga Kabupaten dan Kota.
Ia pun minta Golkar Sulut harus kompak.
Konsolidasi internal musti digeber hingga ke akar rumput.
"Harus rangkul semua elemen di tubuh partai Golkar," katanya.
Menurut dia, figur CEP musti didukung oleh kinerja organisasi serta kerja politik yang kuat dan merakyat. (ART)