TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO – Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Banyumas, Dukha Ngabdul Wasih, mendorong pengelola sektor pariwisata di wilayahnya untuk segera melakukan inovasi guna meningkatkan angka kunjungan wisatawan.
Ia menilai, meski memiliki potensi alam yang luar biasa, daya tarik wisata di Banyumas saat ini cenderung monoton dan minim terobosan.
Dukha menegaskan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata sebenarnya masih bisa dioptimalkan jika pengelola berani mengambil langkah kreatif.
Menurutnya, keindahan alam yang menjadi nilai jual utama tidak akan cukup tanpa didukung strategi pemasaran dan layanan yang memudahkan pengunjung.
"PAD dari sektor pariwisata ini bisa ditingkatkan sebenarnya. Tinggal pengelola mau atau tidak untuk berinovasi dan membuat terobosan-terobosan baru," ujar legislator dari Fraksi PKB tersebut kepada tribunbanyumas.com, Senin (20/4/2026).
Baca juga: Kunjungan Wisata di Banyumas Turun 12,3 Persen saat Libur Lebaran 2026, Baturraden Masih Favorit
Salah satu terobosan konkret yang diusulkan adalah penerapan sistem tiket terusan di kawasan Lokawisata Baturraden.
Dukha memberikan gambaran bahwa pengelola dapat menggandeng pihak ketiga untuk menyatukan beberapa destinasi dalam satu harga yang lebih terjangkau bagi wisatawan.
"Misalnya, dari pada pengunjung harus membayar tiket masuk di tiap destinasi sebesar Rp10 ribu, yang jika ditotal empat lokasi menjadi Rp40 ribu, pengelola bisa menjual tiket terusan langsung seharga Rp25 ribu untuk empat destinasi," jelasnya.
Sistem tiket terusan ini dinilai mampu menarik minat wisatawan keluarga atau rombongan karena lebih ekonomis.
Baca juga: Banyumas Dibidik Jadi Lokasi Proyek Nasional, Ini Lobi Besar Bupati Sadewo di Usia ke-60
Ia pun mengingatkan agar pengelola tidak hanya mengandalkan pemandangan alam tanpa ada pembaruan layanan, mengingat kompetisi destinasi wisata di daerah sekitar semakin ketat.
Dukha berharap Pemerintah Kabupaten Banyumas melalui dinas terkait dapat merespons masukan ini dengan merangkul para pelaku wisata untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang lebih dinamis dan memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan daerah. (fba)