Harga Elpiji 12 Kg di Tanjungpinang, Naik Signifikan, Warga Mulai Resah Karena Kemahalan
Eko Setiawan April 21, 2026 09:43 PM

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG  -Harga gas elpiji tabung ukuran 12 kilogram di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) naik signifikan. 

Kenaikan elpiji jenis ini mencapai Rp 30 ribu per tabung. 

Elpiji tersebut sebelumnya dijual Rp 205 ribu, saat ini naik harga menjadi Rp 235 ribu per tabung. 

Pengawas SPBU Sungai Carang, PT Energi Sejahtera, Batu 9 Tanjungpinang, Cahyo menyampaikan kenaikan sejak Minggu (19/4/2026) lalu.

Kendati demikian daya beli masyarakat masih tetap normal.

"Tidak ada pengurangan daya beli masyarakat di SPBU ini. Gas pun tak langkah. Selama seminggu di SPBU ini menjual 20 tabung elpiji ukuran 12 kilogram," kata Cahyo di ruang kerjanya, Selasa (21/4/2026).

Dia menyampaikan, elpiji 3 kilogram sampai saat ini masih diharga normal belum ada perubahan.

"Elpiji 3 kilogram masih harga lama, Rp 18 ribu per tabung," ucapnya. 

Kenaikan harga ini mulai dirasakan masyarakat umum yang selama ini mengandalkan jenis gas non-subsidi tersebut.

Meski ada kenaikan, hingga saat ini stok gas di pangkalan-pangkalan resmi, SPBU maupun pengecer masih terlihat tersedia cukup dan tidak terjadi kelangkaan.
 
Para pemilik pangkalan mengakui bahwa kenaikan harga ini terjadi lantaran mengikuti harga dasar atau harga pasaran yang berlaku dari distributor. 

Mereka terpaksa menyesuaikan harga jual agar tidak mengalami kerugian dalam proses distribusi dan penjualan.
 
Warga yang merupakan pelanggan tetap gas 12 kg, terutama pelaku usaha kecil, rumah makan, dan warga mampu, terlihat masih melakukan pembelian meski mengeluhkan beban pengeluaran yang semakin bertambah.

"Sebentarnya ini sangat mahal. Naiknya signifikan capai Rp 30 ribu. Untuk sementara saya masih gunakan elpiji 12 kilogram, belum tahu sampai kapan," kata warga Tanjungpinang, Yolan.

Dia mengaku, jika sudah mendesak, mau tak mau dia harus beralih ke elpiji 3 kilogram. 

"Sekarang belum terasa kali, karena baru dua hari. Saya lihat perkembangan hingga bulan depan," kata dia.

Dia berharap, kondisi seperti ini tidak berlangsung lama. Karena sangat berdampak kepada masyarakat.  (TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng).

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.