Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Nur Rahma Sagita
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU SELATAN - Video “jembatan” di Desa Batu Ampar, Kabupaten Bengkulu Selatan, yang digunakan warga untuk melintas membawa hasil kebun, viral di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Bengkulu Selatan Rifai Tajuddin bersama Kepala Dinas PUPR Iwan Darmawan turun langsung ke lokasi.
Kedatangan Bupati bertujuan memastikan kebenaran informasi dalam video. Hasilnya, aktivitas warga memang benar terjadi, namun terdapat kesalahpahaman terkait fungsi bangunan tersebut.
Ia menegaskan bahwa konstruksi yang dimaksud bukanlah jembatan, melainkan pelintasan pipa air bersih milik PDAM di Bengkulu Selatan yang dimanfaatkan warga sebagai akses menuju kebun.
“Memang benar ada aktivitas warga melintas di sana, tapi itu bukan jembatan. Ini pipa PDAM yang digunakan untuk distribusi air bersih,” ujar Rifai saat menyampaikan hasil tinjauannya bersama awak media, Selasa (21/4/2026).
Ia juga menambahkan, penggunaan pipa tersebut oleh warga terjadi karena faktor kepraktisan.
“Warga memanfaatkan jalur ini karena dianggap lebih cepat untuk menuju kebun. Namun ini bukan peruntukannya dan tentu memiliki risiko,” ungkap Rifai.
Nyatakan Ada Jembatan Jalur Utama
Lanjut Rifai, pemerintah daerah Bengkulu Selatan sebenarnya telah menyediakan jembatan resmi di bagian hulu lokasi tersebut, sehingga masyarakat tetap memiliki akses yang lebih aman.
“Jembatan sudah ada di bagian hulu. Kita tidak mungkin membangun jembatan di setiap titik, karena semua harus melalui perencanaan dan kemampuan anggaran daerah,” jelasnya.
Terkait video yang beredar, Bupati juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah memanggil pembuat video untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat.
“Kami sudah memanggil yang bersangkutan dan memberikan penjelasan. Hari ini kami juga turun langsung agar masyarakat mendapat informasi yang benar,” tambahnya.
Jembatan Utama Masuk Rencana Pembangunan
Senada, Kepala Dinas PUPR Bengkulu Selatan, Iwan Darmawan menegaskan bahwa lokasi tersebut bukan jembatan utama dan telah masuk dalam rencana pembangunan daerah.
“Ini bukan jembatan utama. Untuk jembatan utama, akan kita bangun permanen melalui APBD Perubahan dengan anggaran sekitar Rp1 miliar dan lebar 120 cm,” ungkap Iwan.
Ia juga menekankan bahwa desain jembatan nantinya akan dibatasi agar tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
“Kita batasi hanya untuk roda dua dan pejalan kaki. Ini untuk menghindari potensi penyalahgunaan seperti pengangkutan kayu dari dalam kawasan hutan,” tegasnya.
Kepala Desa Apresiasi dan Minta Maaf Adanya Video Viral
Terpisah, Kepala Desa Batu Ampar, Wisman Juni menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan yang turun langsung ke lapangan.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Bupati dan jajaran. Harapan kami jembatan permanen segera dibangun agar akses warga lebih aman,” ujar Wisman.
Ia juga meminta agar pelintasan pipa yang viral tersebut segera ditutup karena dinilai membahayakan.
“Kalau bisa yang viral itu ditutup saja, karena sangat berbahaya bagi warga yang melintas,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan fasilitas yang bukan peruntukannya demi menghindari risiko kecelakaan, serta tetap mengutamakan keselamatan dalam beraktivitas sehari-hari.