Petani di Tomo Semringah Dapat Pompa Air Tenaga Listrik dari PLN UP3 Sumedang
Siti Fatimah April 21, 2026 11:31 PM

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Wajah para petani di Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang tampak semringah ketika melihat tiga unit pompa air bertenaga listrik menyala, Selasa (21/4/2026). 

Pompa itu merupakan pemberian dari PLN UP3 Sumedang.

Alat tersebut membuat para petani bisa merubah pola tanam dari satu kali menjadi tiga kali dalam setahun. 

Tiga pompa air tersebut diserahkan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Sumedang (HJS) ke-488 kepada Kelompok Tani Jatiasih di Desa Karya Mukti, Kelompok Tani Bina Usaha di Desa Marongge, dan Kelompok Tani Harapan di Desa Keboncau oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, dan Manajer PLN UP3 Sumedang Ramdani Agustiansyah. 

Bupati Dony mengatakan, bantuan pompa air listrik tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) PLN yang sangat bermanfaat bagi sektor pertanian. 

Menurutnya, keberadaan pompa air listrik mampu mengubah pola tanam petani secara signifikan.

“Dengan adanya pompa air listrik ini, petani tidak lagi hanya panen satu kali dalam setahun. Kini, dengan ketersediaan air dari aliran Sungai Cimanuk, petani bisa panen hingga tiga kali dalam setahun,” katanya. 

Selain meningkatkan produktivitas, kata Bupati, penggunaan pompa listrik juga dinilai lebih efisien lamtaran biaya operasional dapat ditekan hingga 25 persen dibandingkan dengan penggunaan pompa berbahan bakar solar. 

"Program ini pun dinilai mendukung upaya penguatan ketahanan pangan, khususnya di Kabupaten Sumedang. Awalnya ratusan hektare lahan di wilayah ini merupakan lahan tadah hujan, sekarang tinggal sekitar 200 hektare saja," ucapnya.

"Kami berharap program ini terus berlanjut dan akan kami identifikasi lagi lahan-lahan yang membutuhkan,” kata Bupati, menabahkan. 

Manajer PLN UP3 Sumedang Ramdani Agustiansyah mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kontribusi PLN dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani.

“Melalui program TJSL, kami ingin membantu meningkatkan sektor pertanian. Ini merupakan langkah partisipatif PLN dalam mendukung program pembangunan nasional, khususnya swasembada beras,” 

"Peralihan dari pompa berbahan bakar minyak ke pompa listrik memberikan efisiensi operasional hingga 25 persen, sehingga lebih ekonomis bagi petani," kata Ramdani. 

Dudi, perwakilan Kelompok Tani Jatiasih mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut.

Menurutnya, penggunaan pompa listrik jauh lebih praktis dibandingkan sebelumnya.

Selain itu, katanya, dengan adanya pompa air listrik tersebut, sekitar 8 hektare lahan pertanian kini dapat terairi dengan baik, sehingga diharapkan mampu meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan petani setempat.


“Alhamdulillah, sekarang tidak perlu lagi mencari bensin untuk mengoperasikan pompa. Cukup isi token listrik, jadi lebih mudah,” katanya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.