Mencekam, Ratusan Turis Terjebak Baku Tembak Saat Berburu Sunrise
GH News April 21, 2026 10:09 PM
Rio de Janeiro -

Rombongan wisatawan di Puncak Morro Dois Irmaos menghadapi situasi menegangkan pada pada Senin (20/4/2026) pagi. Mereka mendengar suara baku tembak yang begitu dekat.

Puncak Morro Dois Irmaos di Rio de Janeiro, Brasil, populer karena pemandangannya ke Pantai Ipanema. Pada hari itu, sekitar 200 turis sudah berada di sana untuk melihat keindahan matahari terbit yang ikonik tersebut.

Dikutip dari pada Selasa (21/4), turis asal Portugal Matilda Oliveiro salah satu di antara wisatawan yang berburu di sana. Dia bersama saudara perempuannya Rita ketika para pemandu menyuruh semua orang untuk duduk.

"Kami sedang menunggu matahari terbit dan, tiba-tiba, para pemandu meminta kami untuk duduk dan kami mulai mendengar suara tembakan," katanya kepada

Rupanya, baku tembak itu terjadi antara petugas dari Kantor Kejaksaan Bahia dan Polícia Civil Rio degan anggota geng Comando Vermelho yang diduga bersembunyi di Vidigal.

Jalur akses utama ke jalan setapak diblokir saat petugas dan anggota geng yang diduga terlibat baku tembak, membuat para turis yang panik terperangkap.

Para pemandu telah diberitahu tentang operasi tersebut sebelumnya, menurut Rita Oliveiro. Pemandu lokal lainnya mengatakan kepada TV Globo bahwa mereka telah berkoordinasi dengan unit polisi yang beroperasi di Vidigal.

"Kami terkejut. Kami sudah berada di puncak ketika kami mulai mendengar suara tembakan, dan para pemandu sudah memberi tahu kami apa yang terjadi," kata Danielly Nobre (25).

Nobre mengatakan para pemandu meyakinkan rombongan itu bahwa semuanya terkendali. Sebuah helikopter kepolisian yang lewat juga menginstruksikan agar mereka tetap tenang.

Kondisi membaik. Kelompok yang terdampar itu dapat turun setelah sekitar 30 menit.

Video yang dibagikan di media sosial menunjukkan kelompok tersebut duduk di tanah saat matahari terbit, sebuah helikopter polisi terbang di atas dan suara tembakan terdengar dari kejauhan.

"Pada akhirnya, semuanya berjalan lancar. Semua orang turun satu per satu, semua saling membantu, dan kami berhasil menyelesaikan jalur pendakian, melihat matahari terbit, dan merasakan adrenalin yang luar biasa," kata Nobre kepada surat kabar tersebut.

Comando Vermelho dan kelompok-kelompok sejenisnya memberlakukan aturan ketat di wilayah yang mereka kuasai.

Organisasi kriminal ini telah melampaui penjualan narkoba dan sekarang memegang monopoli penyediaan gas, televisi kabel, internet, dan transportasi.

Bonauli
Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.